Halo sobat, kamu tahu gak sih arti cantik itu ? Kenapa sih sebuah standar kecantikan di masa modern ini seorang wanita itu jika memiliki kulit putih, rambut panjang dan perut yang langsing layaknya model.

Nilai – nilai kecantikan modern itu dianggap tidak realistis karena seakan – akan wanita yang tak memiliki kriteria di atas adalah wanita yang jelek. Padahal kita tahu jika semua wanita terlahir cantik.

Padahal sejak dahulu kala, nilai kecantikan seorang wanita itu berubah – ubah. Bahkan setiap daerah dan wilayah memiliki nilai kecantikan sendiri yang berbeda. Bahkan di setiap jaman memiliki konsepsi mereka sendiri tentang kecantikan.

Meski begitu di beberapa negara, ada yang memiliki konsep kecantikan yang dianggap tak biasa jika dibandingkan dengan konsep kecantikan modern.

Kali ini kami sudah mengumpulkan beberapa konsep kecantikan yang tak biasa dari seluruh dunia.

10 Standar Kecantikan Tak Biasa dari Seluruh Dunia

Gelang Leher Panjang (Suku Kayan/Myanmar)

Suku Kayan/Myanmar
sumber : atlasofhumanity.com

Bagi suku Kayan di Myanmar, kecantikan perempuan tidak dinilai dari wajahnya, melainkan dari leher mereka. Leher pun bukan sembarang leher yang kamu lihat di majalah – majalah fashion ternama.

Melainkan leher yang sangat panjang karena tumpukan gelang besi yang sudah di pasang sejak mereka kecil. Semakin banyak gelang besi di leher mereka semakin tinggi kedudukan mereka pula.

Saking besarnya nilai gelang leher tersebut, jika seseorang dianggap telah melanggar norma mereka akan di hukum dengan mencopot gelang leher mereka.

Dan itu dianggap sebagai adalah hukum terburuk yang dapat dijatuhkan pada mereka.

Leblouh / Perut Gemuk (Mauritania)

Mauritania
Sumber : marieclaire.com

Jika hampir semua wanita di Indonesia (bahkan dunia) memimpikan memiliki tubuh langsing bagaikan seorang super model, orang-orang di Mauritania lebih memilih jika wanita memiliki ukuran plus size.

Bagi orang Mauritania, gemuk adalah cantik, dan semakin gemuk kamu semakin cantik dirimu. Karena di sana para suami mencari wanita gemuk untuk menjadi pasangan mereka, lantaran mereka dianggap cukup berada jika memiliki pasangan yang gemuk.

Hanya saja, nilai cantik ini bukan lah tanpa masalah. Karena para orang tua yang ingin anaknya menikah dengan lelaki kaya akan memaksa anak mereka untuk makan berlebihan dalam sebuah rumah yang disebut sebagai ” Fat camp” atau Kamp penambah berat badan.

Bahkan ada beberapa orang tua yang sampai tega memberikan obat – obatan penambah nafsu makan agar impian mereka terwujud.

Baca juga : 5 tempat terseram di dunia

Tradisi Skarifikasi (Ethiopia, Sudan dan Papua Nugini)

Tradisi Skarifikasi (Ethiopia, Sudan dan Papua Nugini)
sumber : pinterest.com

Di suku Karo (Ethiopia), Dinka (Sudan Selatan) dan Suku Sepik (Papua Nugini), tradisi kecantikan mereka meliputi proses yang cukup menyakitkan yaitu Skarifikasi.

Skarifikasi adalah sebuah praktek membuat simbol atau tanda menggunakan pisau di tubuh mereka. Tradisi ini bukan hanya dikotomi oleh perempuan saja, melainkan laki – laki juga.

Proses Skarifikasi ini dilakukan kepada anak laki – laki dan Perempuan yang sudah dianggap cukup umur untuk menikah. Untuk perempuan mereka mendapatkan pola – pola yang cantik, sedangkan untuk pria biasanya menggunakan pola hewan seperti pria suku Sepik yang menggunakan pola seperti buaya.

Tato Wajah (Suku Maori/ Kepulauan Pasifik)

Tato Wajah (Suku Maori/ Kepulauan Pasifik)
sumber : newzealand.com

Tato sebelum menjadi simbol pemberontakan bagi kalangan orang – orang modern, awalnya adalah simbol budaya bagi berbagai suku – suku etnis di berbagai negara.

Termasuk suku Maori, di kepulauan Pasifik. Bahkan wanita di sana dengan bangga akan menato wajah mereka, dengan motif asli yang di sebut Ta-Mako untuk memperlihatkan kecantikan asli suku Maori.

Lubang Telinga ( Maasai / Kenya)

Lubang Telinga ( Maasai / Kenya)
sumber : Wikipedia.com

Orang Maasai, Kenya percaya bahwa semakin besar cuping telinga mereka, semakin menarik mereka. Tidak hanya itu, bagi mereka semakin panjang daun telinga berarti semakin menandakan usia dan kebijaksanaan.

Jadi bagi mereka semakin tua usia mereka, semakin panjang daun telinga yang mereka miliki. Walaupun semakin pesat perkembangan jaman, semakin banyak orang yang meninggalkan tradisi ini.

Ikat Kaki / Foot Binding (China)

Ikat Kaki / Foot Binding (China)
sumber : theatlantic.com

Di China/ Tiongkok pada masa kerajaan memiliki tradisi dan standar kecantikan yang unik dan menyakitkan. Dimana para gadis sejak masih muda akan mematahkan dan mengikat kaki bagaikan bunga lotus, hingga mereka berjalan berjinjit.

Tradisi yang dimulai dari saat dinasti Song ini menganggap jika wanita yang cantik itu adalah wanita dengan kaki yang kecil dan lentik. Untungnya tradisi ini berakhir dan dilarang oleh pemerintah sejak tahun 1940-an.

Baca juga : 7 keajaiban dunia

Pahat Gigi (Bali & Mentawai /Indonesia)

Pahat Gigi (Bali & Mentawai /Indonesia)
sumber : okezone.com

Ternyata di Indonesia pun memiliki standar kecantikan yang unik loh sobat. Tepatnya di Provinsi Bali. Dimana para gadis yang cukup umur akan mengikuti tradisi yang disebut metatah atau memahat gigi.

Menurut Tradisi keagamaan Hindu Bali, Metatah dimaksudkan untuk menghilangkan keenam sifat buruk dalam diri manusia hingga dapat menjadi manusia seutuhnya.

Biasanya tradisi ini dilakukan oleh perempuan yang saat mereka pertama kali menstruasi.

Selain di Bali, tradisi pahat gigi ini juga bisa di temukan di suku Mentawai Kalimantan dan beberapa suku di Afrika.

Baca juga : 5 Gempa terbesar di dunia

Melubangi Hidung (Apatani/ India)

Melubangi Hidung (Apatani/ India)
sumber : boredpanda.com

Berbeda dari wanita kebanyakan Suku Apatani di India memiliki pandangan yang berbeda tentang kecantikan. Mereka ingin dilihat sebagai orang yang kurang cantik dengan melubangi hidung mereka.

Alkisah dalam legenda lokal mereka, jika perempuan – perempuan suku Apatani mendapatkan anugerah sebagai adalah perempuan yang tercantik. hingga membuat suku – suku lain iri atau ingin memperebutkan mereka.

Hingga akhirnya wanita – wanita suku Apatani akan melubangi hidung mereka agar tak ada suku lain yang datang menyerang mereka. Dan langkah mereka berhasil. Sampai sekarang Tradisi melubangi hidung masih di lakukan di suku Apatani.

Piringan Bibir (Mursi/ Kenya & Ethiopia)

Piringan Bibir (Mursi/ Kenya & Ethiopia)
Sumber : pinterest.com

Jika jaman sekarang wanita dianggap cantik jika memiliki bibir yang besar dan merah merona seperti Angelina Jolie ataupun Kyle Jenner, maka para Suku Muursi sudah melakukan sejak dulu.

Bahkan mereka demi memiliki bibir yang besar akan memakai piringan besar di bibir bawah mereka. Dalam prakteknya piring yang dipakaikan akan semakin besar mengikuti umur mereka.

Piring tersebut sering kali didekorasi oleh wanita itu sendiri untuk memamerkan keahliannya, dan elemen kepribadiannya, kepada calon suami yang mereka inginkan.

Gigi Ginsul (Populer di Jepang)

Gigi Ginsul (Populer di Jepang)
sumber : pop-japan.com

Di banyak negara, kebanyakan orang menghabiskan lebih banyak uang memasang kawat gigi dan memasangkan Veneer untuk mendapatkan gigi putih rapih dan lurus.

Namun dalam budaya Jepang, gigi gingsul malah dianggap sebagai lambang awet muda. Bahkan banyak gadis yang memiliki gigi normal rela melakukan operasi untuk mendapatkan gigi yang gingsul.

Dan itulah kawan 10 standar kecantikan tak biasa di dunia. Semoga dengan informasi ini menjadi penyemangat agar kamu tidak perlu lagi mengikuti standar kecantikan orang lain.

Karena setiap orang itu cantik atau tampan menurut standar masing – masing.

Sampai jumpa di Informasi Faktual dan menarik lainnya.

Andika Pratama
Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com

Enable Notifications    OK No thanks