2 Hubungan Antarbudaya – Akulturasi dan Asimilasi juga Contoh

Halo sobat kali ini kita akan membahas tentang 2 Hubungan Antarbudaya yaitu Akulturasi Budaya dan Asimilasi Budaya. Karena Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang memiliki keanekaragaman budaya.

Dan di dalam perkembangannya, budaya lokal masyarakat Indonesia tersebut mengalami perubahan akibat pengaruh budaya asing dan pengaruh antarbudaya lokal yang terjadi dikarenakan terjadinya komunikasi antara budaya.

Menurut Irwan Abdullah kebudayaan adalah sesuatu yang terikat pada batas-batas fisik dan geografis yang jelas. Menurut Hildred Geertz, Indonesia memiliki lebih 300 dari suku bangsa yang berbicara dalam 250 bahasa yang berbeda dan memiliki karakteristik budaya lokal yang berbeda pula. Hingga wajar jika terjadi hubungan Antarbudaya.

Tapi apa itu sih Hubungan Antar budaya itu ? Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasannya sama – sama.

Pengertian Hubungan Antarbudaya adalah

Hubungan Antarbudaya

Hubungan Antarbudaya adalah Proses Interaksi yang terjadi antara dua budaya atau lebih yang dapat menghasilkan budaya baru ataupun kolaborasi antara dua budaya yang berbeda.

Menurut Koentjaraningrat, perubahan kebudayaan dipengaruhi oleh proses evolusi kebudayaan, proses belajar dalam suatu masyarakat, dan proses penyebaran kebudayaan yang melibatkan adanya proses interaksi atau hubungan antarbudaya.

Kontak kebudayaan antara berbagai kelompok (khususnya di Indonesia) masyarakat yang berbeda-beda menimbulkan keadaan saling memengaruhi satu sama lain entah itu disadari ataupun tidak disadari.

Koentjaraningrat menyatakan bahwa penjajahan dan kolonialisme adalah salah satu bentuk hubungan antarkebudayaan yang dilakukan oleh budaya asing dan telah memberikan pengaruh kepada perkembangan budaya lokal.

Baca juga : Budaya adalah

2 Hubungan Antarbudaya

Proses saling memengaruhi budaya tersebut

terjadi melalui proses akulturasi dan asimilasi kebudayaan.

Akulturasi Kebudayaan

images 17 min

Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok masyarakat dengan satu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan kebudayaan asing sehingga kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan masuk dalam kebudayaan lokal tanpa menyebabkan hilangnya identitas kebudayaan lokal itu sendiri.

Di dalam proses akulturasi terjadi proses seleksi terhadap unsur- unsur budaya asing oleh penduduk setempat dan memilah unsur-unsur yang disukai dan sesuai dengan budaya lokal.

Masuknya agama dan kebudayaan Hindu– Buddha pada abad ke-1 dari India ke Indonesia berpengaruh besar terhadap perkembangan kebudayaan Indonesia tapi tidak menghilangkan unsur budaya lokal yang ada.

Hasil akulturasi kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan Hindu–Buddha adalah dalam bentuk seni bangunan, seni rupa, aksara, dan sastra, sistem pemerintahan, sistem kalender, serta sistem kepercayaan dan filsafat. Tapi beberapa unsur dari budaya India seperti sistem kasta yang ketat tidak diterapkan di Indonesia.

Begitu juga ketika datangnya Kebudayaan Islam pada abad ke-6 sampai abad ke-8 M tidak merubah budaya lokal ataupun budaya asing (Hindu-buddha) yang sudah ada di masyarakat. Kebiasaan berjiarah kubur, ataupun melalukan Tahlilan.

Proses akulturasi kebudayaan juga bisa tersebar melalui penjajahan dan media massa. Seperti yang terjadi saat Belanda membawa budaya mereka saat menjajah Indonesia ataupun bagaimana anak – anak mengikuti cara pacaran bangsa barat melalui tayangan televisi.

Proses akulturasi berlangsung dalam jangka waktu yang relatif lama. Hal itu disebabkan adanya unsur-unsur budaya asing yang diserap secara selektif dan ada unsur-unsur budaya yang ditolak sehingga proses perubahan kebudayaan melalui akulturasi masih mengandung unsur-unsur budaya lokal yang asli.

Hal yang mempengaruhi proses akulturasi

Hal yang mempengaruhi proses akulturasi, antara lain sebagai berikut :

  • Kontak kebudayaan dapat terjadi pada seluruh, sebagian, atau
  • antarindividu dalam masyarakat.
  • Kontak kebudayaan dapat terjadi antara masyarakat yang
  • memiliki jumlah yang sama atau berbeda.
  • Kontak kebudayaan dapat terjadi antara kebudayaan maju dan
  • tradisional.
  • Kontak kebudayaan dapat terjadi antara masyarakat yang
  • menguasai dan masyarakat yang dikuasai, baik secara politik dan ekonomi.

Unsur-unsur Dalam Proses Akulturasi

Berkaitan dengan proses terjadinya akulturasi, terdapat beberapa unsur-unsur yang terjadi dalam proses akulturasi, antara lain sebagai berikut :

Substitusi

Substitusi adalah pengantian unsur kebudayaan yang lama diganti dengan unsur kebudayaan baru yang lebih bermanfaat untuk kehidupan masyarakat. Misalnya, sistem komunikasi tradisional melalui kentongan atau bedug diganti dengan telepon, radio komunikasi, atau pengeras suara.

Sinkretisme

Sinkretisme adalah percampuran unsur-unsur kebudayaan yang lama dengan unsur kebudayaan baru sehingga membentuk sistem budaya baru. Misalnya, percampuran antara sistem religi masyarakat tradisional di Jawa dan ajaran Hindu-Buddha dengan unsur-unsur ajaran agama Islam yang menghasilkan sistem kepercayaan kejawen.

Adisi

Adisi adalah perpaduan unsur-unsur kebudayaan yang lama dengan unsur kebudayaan baru sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Misalnya, beroperasinya alat trans- portasi kendaraan angkutan bermotor untuk melengkapi alat transportasi tradisional seperti cidomo (cikar, dokar, bemo) yang menggunakan roda mobil di daerah Lombok.

Dekulturasi

Dekulturasi adalah proses hilangnya unsur-unsur ke- budayaan yang lama digantikan dengan unsur kebudayaan baru. Misalnya, penggunaan mesin penggilingan padi untuk mengantikan penggunaan lesung dan alu untuk menumbuk padi.

Originasi

Originasi adalah masuknya unsur budaya yang sama sekali baru dan tidak dikenal sehingga menimbulkan perubahan sosial. Kecakapan Sosial budaya dalam masyarakat. Misalnya, masuknya teknologi listrik ke pedesaan.

Masuknya teknologi listrik ke pedesaan menyebabkan perubahan perilaku masyarakat pedesaan akibat pengaruh informasi yang disiarkan media elektronik seperti televisi dan radio.

Rejeksi

proses perubahan sosial yang sangat cepat sehingga menimbulkan dampak negatif bagi sebagian anggota masyarakat yang tidak siap menerima perubahan. Misalnya, ada sebagian anggota masyarakat yang berobat ke dukun dan menolak berobat ke dokter saat sakit.

Asimilasi Kebudayaan

Asimilasi adalah proses sosial yang timbul apabila adanya golongan-golongan manusia dengan latar kebudayaan yang berbeda- beda yang saling bergaul secara intensif untuk waktu yang lama sehingga budaya tersebut berubah sifatnya dan wujudnya yang khas menjadi unsur-unsur budaya campuran.

Menurut Richard Thomson, asimilasi adalah suatu proses di mana individu dari kebudayaan asing atau minoritas memasuki suatu keadaan yang di dalamnya terdapat kebudayaan dominan.

Selanjutnya, dalam proses asimilasi tersebut terjadi perubahan perilaku individu untuk menyesuaikan diri dengan kebudayaan dominan.

Proses asimiliasi terjadi apabila ada masyarakat pendatang yang menyesuaikan diri dengan kebudayaan setempat sehingga kebudayaan masyarakat pendatang tersebut melebur dan tidak tampak unsur kebudayaan yang lama.

Faktor Terjadinya Proses Asimilasi

  • Pertama,banyaknya unsur kebudayaan daerah berbagai suku bangsa di Indonesia.
  • Kedua, adanya unsur-unsur budaya asing yang dibawa oleh masyarakat pendatang seperti warga keturunan Tionghoa dan Arab yang telah tinggal secara turun-temurun di Indonesia

Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang plural dan multietnik karena beragamnya kebudayaan dan adat istiadat suku bangsa yang terdapat di Indonesia.

Namun adalah kehidupan manusia selalu mengalami perubahan yang berpengaruh terhadap kebudayaan masya- rakat karena adanya suatu kontak antarkebudayaan yang akan saling memengaruhi satu sama lain.

Baca juga : Akulturasi adalah.

Dan itulah kawan Pembahasan tentang Hubungan Antarbudaya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kamu semua. Sampai jumpa di Pembahasan materi menarik lainnya hanya di ilmusaku.com

About Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com