4 Macam Sistem Ekonomi, Siswa Wajib Tahu

Halo sobat, kali ini kita akan membahas tentang macam – macam sistem ekonomi yang wajib di ketahui oleh para siswa, apalagi yang mengambil jurusan IPS di sekolah.

Kenapa? Karena Sistem Ekonomi adalah unsur yang penting dalam roda ekonomi sebuah negara. Melalui sistem Ekonomi juga kita dapat mengetahui identitas sebuah negara dan bagaimana negara berinteraksi dengan pasar.

Bersumber dari tiga masalah pokok ekonomi yaitu what, how, dan for whom, maka negara membutuhkan adanya tindakan pengambilan keputusan. Adapun bentuk pengambilan keputusan tersebut dituangkan dalam suatu sistem ekonomi yang dianut oleh negara yang bersangkutan.

Nah, tidak perlu berlama – lama, mari kita mulai saja materinya.

4 Macam Sistem Ekonomi

Pengertian Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi
sumber : corporatefinanceinstitute.com

Sebelum kita membahas Macam Sistem Ekonomi, ada baiknya kita mengetahui tentang pengertian dari sistem ekonomi itu sendiri, agar tercapai kesepahaman bersama.

Jadi, sistem ekonomi adalah Sebuah sistem atau tatanan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi dari barang dan jasa dalam suatu masyarakat dan negara yang mencakup proses pengambilan keputusan dan pola konsumsi yang membentuk struktur ekonomi.

Menurut Gilarso (1992:486) sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para konsumen,produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan menghindari kekacauan.

Menurut McEachern, (2000 : 35) sistem ekonomi dapat diartikan sebagai seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi (what, how, dan for whom).

Baca Juga : Pengertian Pasar.

Macam-macam Sistem Ekonomi

Setelah kita mengetahui tentang Pengertian dari Sistem Ekonomi sekarang kita masuk ke dalam materi utama yaitu berbagai bentuk sistem ekonomi yaitu :

Sistem Ekonomi komando/Terpusat/Komunisme/Kolektivisme.

Sistem ekonomi komando/terpusat/komunisme/kolektivisme dapat diartikan sebagai suatu sistem ekonomi dengan kendali yang ketat berada di pihak pemerintahan dalam menentukan kepemilikan bisnis,laba, dan alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Sistem ekonomi ini berdasar pada teori yang Dikemukakan oleh Karl Marx dalam bukunya yang berjudul ‘Das Kapital’ yang di terbitkan pada tahun 1867. Dalam sistem ini lebih ada campur tangan pemerintah di berbidang Ekonomi melakukan pembatasan-pembatasan dan pengaturan atas kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Terpusat.

  • Semua sumber daya ekonomi dikuasai negara atas nama rakyat.
  • Seluruh kegiatan produksi diusahakan bersama. Tidak ada perusahaan swasta yang ada perusahaan negara.
  • Harga dan penyaluran barang ditentukan dan dikendalikan secara terpusat oleh negara.
  • Jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh pemerintah
  • Inisiatif dan hak perorangan dibatasi.

Kebaikan Sistem Terpusat

  • Pemerintah bertanggung Jawab penuh dalam menentukan arah perekonomian.
  • Tidak ada jurang pemisah antara orang kaya dan miskin, jika pun ada relatif sedikit.
  • Hasil produksi dapat dinikmati sama rata.
  • Mudah melakukan pengendalian harga.

Kelemahan Sistem Terpusat

  • Hak milik perorangan dibatasi
  • Potensi dan daya kreasi cenderung tidak berkembang.
  • Tidak terdapat kebebasan individu.
  • Bisa terjadi kekurangan Sumber daya.

Contoh yang menganutnya : Uni Soviet dan Yugoslavia

Baca juga : Pengantar ilmu politik 2

Sistem Ekonomi Pasar (Kapitalisme dan Liberalisame)

Sistem ekonomi liberal adalah suatu sistem di mana negara memberi kebebasan kepada setiap individu untuk mengadakan kegiatan perekonomian. Sistem ini berdasarkan buku yang di tulis oleh Adam Smith yang berjudul “ The Wealth of Nations.”

Smith berpendapat bahwa jalan yang terbaik untuk memperoleh kemakmuran adalah dengan membiarkan setiap orang mengejar kepentingan mereka sendiri tanpa keterlibatan negara. Lahirnya Revolusi Prancis (1789) semakin memperkuat paham kapitalisme.

Ciri – Ciri Sistem ekonomi liberal

  • Semua alat dan sumber produksi dikuasai oleh perseorangan.
  • Orang bebas memilih pekerjaan dan bidang usaha yang dikuasainya.
  • Para produsen bebas menentukan barang apa dan berapa yang akan diproduksi untuk mendapatkan keuntungan yang besar.
  • Campur tangan negara ditiadakan dibatasi.
  • Persaingan bebas.

Kebaikan Sistem Ekonomi Liberal

  • Setiap orang bebas mengatur perekonomian.
  • Setiap orang bebas memiliki alat-alat produksi.
  • Persaingan yang sehat cenderung mengarah ke kemajuan.
  • Produksi berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Keburukan Sistem Ekonomi Liberal

  • Menimbulkan eksploitasi.
  • Menimbulkan monopoli.
  • Adanya ketimpangan pendapatan.
  • Dapat terjadinya ketidakstabilan ekonomi.

Contoh negara penganut sistem ekonomi liberal adalah Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Baca juga : Jalur distribusi.

Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran memadukan antara sistem liberal dan sistem sosialis dan mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang juga berarti garis antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu.

Pada sistem ekonomi campuran, antara pemerintah dengan masyarakat atau swasta bersama-sama untuk ikut meningkatkan kegiatan perekonomian.

Pemerintah bertindak sebagai pengatur dan stabilisator kegiatan ekonomi, sedangkan Masyarakat diberi kesempatan untuk melakukan kegiatan Produksi, distribusi, dan konsumsi.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran

  • Gabungan dari sistem ekonomi komando dan sistem pasar.
  • Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai langsung oleh pemerintah.
  • Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan mengeluarkan peraturan,
  • Menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan sektor swasta.
  • Peran pemerintah dan swasta berimbang.

Kebaikan Sistem Campuran

  • Sektor ekonomi pemerintah dan swasta terpisah secara jelas.
  • Fluktuasi Harga barang terkendali.
  • Hak milik perorangan diakui oleh negara.

Keburukan Sistem Ekonomi Campuran

  • Jika peran Pemerintah mendominasi dapat terjadi etatisme (negara sebagai pusat segala kekuasaan)
  • Jika Peran Swasta yang mendominasi dapat terjadi monopoli.

Contoh negara penganut sistem ekonomi campuran adalah China dan Negara Skandinavia.

Sistem Ekonomi Pancasila/ Kerakyatan

Macam Sistem ekonomi terakhir adalah sistem ekonomi Pancasila yang digunakan di negara kita, Indonesia. Yang didasari atas demokrasi ekonomi dan pancasila, artinya produksi dikerjakan oleh semua masyarakat, dan untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota masyarakat.

Landasan pokok perekonomian Indonesia adalah Pasal 33 Ayat 1, 2, 3, dan 4 UUD 1945 hasil Amendemen, yang berbunyi sebagai berikut.

  • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
  • Cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  • Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
  • Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan,
  • berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional

Ciri-ciri positif Sistem Ekonomi Pancasila

  • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
  • Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  • Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
  • Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efesiensi berkeadilan, berkelanjutan,
  • berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
  • Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan pemufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat.
  • Warga memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan dan penghidupan yang layak.
  • Hak milik perseorangan diakui pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
  • Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
  • Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

Ciri – ciri Negatif Sistem Ekonomi Pancasila

  • Sistem ”Free Fight Liberalism”, yang menumbuhkan eksploitasi manusia.
  • Sistem ”Etatisme”, negara menjadi sangat dominan dan mengontrol kebijakan ekonomi.
  • Pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu kelompok dalam bentuk monopoli.

Baca Juga : Pengertian Konsumen

Dan itulah kawan ke 4 macam sistem ekonomi yang ada di dunia. Semoga dengan informasi ini dapat memberikan manfaat pada kamu.

Sampai jumpa di materi menarik lainnya.

About Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com