4 Teknik Membatik dalam Pembuatan Kain Batik

Halo sobat kali ini akan membahas 4 Teknik Membatik dalam Proses pembuatan kain Batik. Hal yang perlu kita lestarikan mengingat kain batik adalah warisan budaya nenek moyang bangsa Indonesia.

Batik adalah kain Indonesia bergambar yang pembuatannya secara khusus menggunakan malam atau lilin batik yang dituliskan ke kain atau baju dengan motif tertentu.

Batik adalah bagian dari Seni Rupa yang berasal dari Indonesia. Dan di setiap daerahnya memiliki khas batik mereka sendiri dalam corak, motif hingga teknik Membatik yang akan kita bahas di materi berikut ini.

4 Teknik Membatik

Terdapat 3 Teknik Membatik dalam Pembuatan Kain batik yang dapat kita gunakan yaitu :

  • Batik Tulis
  • Batik Lukis
  • Batik Cap
  • Batik Printing

Batik Tulis

Teknik Membatik batik tulis
Sumber : http://www.jnjbatik.com/

Batik tulis adalah batik yang dibuat menggunakan canting dengan lilin/malam sebagai bahan utamanya, dan biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.

Menurut Sari (2013) Batik tulis merupakan produk buatan tangan yang dibuat secara tradisional dengan menggunakan alat khusus yang disebut canting.

Canting adalah alat seperti pena tempat menaruh lilin atau malam (dalam keadaan panas untuk menuliskan pola atau motif pada kain

Batik tulis memiliki nilai seni yang sangat tinggi. proses pengerjaan batik tulis cukup sulit dan memakan waktu yang cukup lama, oleh karena itu, motif batik memiliki nilai historis dan estetika yang lebih tinggi

Batik lukis

Batik lukis
Sumber : https://merahputih.com/post/read/ikut-kursus-batik-lukis-pengamen-jakarta-naik-kelas

Batik lukis adalah teknik membatik dengan menggunakan cara melukis menggunakan kuas atau dikombinasi canting secara bebas tanpa ada batasan dan pakem tertentu.

Perbedaan dengan batik tulis secara keseluruhan dalam segi teknik, jika di dalam batik tulis hanya menggunakan canting tanpa menggunakan kuas sedangkan dalam batik lukis banyak menggunakan kuas dan sesekali menggunakan canting.

Menurut Susanto, (1980:33), membatik lukis, atau melukis dengan lilin batik dilakukan secara spontan, maka biasanya dikerjakan lukisan lilin batik itu tanpa pola bagi pelukis-pelukis yang telah mahir, dan dibuat pola kerangka atau coretan bagi pelukis yang belum mahir/kurang pengalaman.

Batik Cap

images 7 min
Sumber : tokopedia.com

Batik cap adalag teknik membatik dengan cara men-cap pola pada kain yang dihasilkan dari sebuah alat stempel yang di desain khusus untuk batik dengan diberi corak/motif tertentu.

Alat yang digunakan untuk men-cap kain tersebut biasanya disebut sebagai canting cap. Umumnya canting cap berukuran sekitar 20×20 cm, canting cap dibuat dari lempengan tembaga yang diberi corak atau motif pada salah satu permukaannya.

Lempengan tembaga tipis biasanya dipilih sebagai canting cap karena bersifat lentur sehingga mudah dibuat pola dan tahan terhadap panas

Batik cap ini kemungkinan besar terinspirasi oleh alat cap berbahan kayu yang sudah lama digunakan di India yang diperkenalkan pada abad ke-19 oleh Stamford Raffless.

Pola Batik ini banyak berkembang di Pulau Sumatera, khususnya di Palembang dan Jambi.

Batik Printing.

images 8 min
Sumber : pelakubisnis.com

Batik Printing adalah teknik membatik dengan menggunakan mesin ataupun teknologi salon atau cetak untuk membentuk pola batik di kain. Karena hal ini banyak orang yang memperdebatkan jika cara ini sudah bukan lagi membatik.

Dalam proses pembuatannya menggunakan pewarna kimia berupa cat pigment atau Reskn. Hasil printing atau Sablon memiliki ciri khas, yaitu permukaan di depan dan di belakang tidak sama kecerahan dan ketebalan catnya, karena pada proses printingnya hanya satu permukaan kain saja terkena cat.

Baca juga : 5 Jenis Teknik Cetak.

2 Motif Batik

Jika kita berbicara tentang batik, tak lengkap rasanya jika kita tidak membahas tentang motif yang coba digambarkan di dalamnya. Karena motif batik memiliki nilai historis, estetis maupun filsafat.

Menurut Sukamto (1986:14) Motif Batik merupakan falsafah dari kehidupan manusia yang selalu berkaitan satu sama lain.

Segala kejadian, peristiwa kehidupan alam dan lingkungan alam serta lingkungannya. dapat menjadikan ilham atau inspirasi bagi para senimannya untuk dapat menciptakan motif batik.

Di Indonesia sendiri dikenal terdapat 2 Macam atau 2 Motif batik yaitu :

  • Motif Batik Klasik, motif yang digunakan pada batik klasik terinspirasi dari budaya Jawa dan budaya Hindu-buddha seperti menggunakan motif berupa candi, Ornamen tumbuhan, Ornamen Binatang dan lai sebagainya.
  • Motif batik Pesisir, Motif batik yang terinspirasi dari budaya pesisir yang heterogen dengan inspirasi dari budaya India, Cina, Arab dan lainnya. Selain itu Batik Pesisir berani menggunakan warna yang lebih cerah dari Batik Klasik.

Baca juga : 5 Jenis Pengecoran Cetakan Permanen

Dan itulah kawan Pembahasan Mengenai 4 Teknik Membatik dan 2 Macam Motif Batik semoga informasi ini bermanfaat bagi kamu. Sampai jumpa lagi di pembahasan menarik lainnya hanya di ilmusaku.com.

Sumber :

  • Susanto, Sewan. 1980. Seni Kerajinan Batik Indonesia, Jakarta: Balai Penelitian Batik dan Kerajinan, Lembaga Penelitian dan Pendidikan Industri, Departement Perindustrian R.I.
  • Sari, Putri Dianita, 2016. Karakteristik Batik Teyeng Di Surabaya (skripsi). Surabaya: UNESA
  • Wulandari, Ari. 2011. Batik Nusantara makna filosofis, cara pembuatan & industri batik. Andi Yogyakarta
       
           

Penulis di ilmusaku.com dan Seorang Pemimpi

Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

Maaf. Tolong Matikan Adsblok untuk keberlangsungan hidup Kami. 

Terima Kasih atas Kerjasamanya.

ilmusaku.com

Powered By
Best Wordpress Adblock Detecting Plugin | CHP Adblock