4 Teori Evolusi adalah – Pengertian dan Contoh

Halo sobat kali ini kita akan membahas tentang 4 Teori Evolusi adalah – Pengertian dan Contohnya. Hingga kita dapat mengetahui pendapat ilmuwan tentang evolusi sendiri.

Diperkirakan, hewan dan tumbuhan pertama kali hidup di laut. Melalui proses yang amat lama, tumbuhan dan hewan tersebut menyebar ke darat dari situ mereka akan diseleksi oleh alam atau disebut juga sebagai seleksi alam.

Perubahan lingkungan ini otomatis berpengaruh kepada cara hidupnya. Berarti, dalam jangka waktu yang lama dan perlahan-lahan makhluk tersebut mengalami perubahan atau evolusi.

Tapi apa sih Evolusi itu ? Mari kita simak materinya bersama – sama.

Pengertian Evolusi adalah

Sumber : Freepik.com

Evolusi adalah suatu perubahan pada makhluk hidup yang terjadi secara berangsur-angsur dalam jangka waktu yang lama sehingga terbentuk spesies baru.

Teori Evolusi Adalah

Teori evolusi merupakan Teori yang mempelajari sejarah asal-usul makhluk hidup dan keterkaitan genetik antara makhluk hidup satu dengan yang lain.

Jenis Evolusi biologi :

Evolusi biologi mencakup dua peristiwa, yaitu:

  • evolusi anorganik adalah evolusi mengenai asal-usul makhluk hidup yang ada di muka bumi, berdasarkan fakta dan penalaran teoritis;
  • evolusi organik (evolusi biologis) adalah evolusi filogenetis, yaitu mengenai asal-usul spesies dan hubungan kekerabatannya.

Baca juga : klasifikasi makhluk hidup.

Penyebab Terjadinya Evolusi

Ada beberapa penyebab hingga dapat terjadi Evolusi pada makhluk hidup diantara :

Seleksi alam adalah

Seleksi alam adalah seleksi yang terjadi secara natural di alam untuk membuat perbedaan antar spesies dan menyeleksi makhluk yang lemah dan tak dapat beradaptasi hingga menyisakan spesies yang kuat.

Seleksi alam akan menguntungkan spesies makhluk hidup yang mempunyai banyak variasi (genetik) pada tiap generasi faktor-faktor lingkungan akan menyeleksi variasi tertentu.Misalnya, kasus adanya dua warna pada Biston lebih menguntungkan kupu-kupu tersebut, dibandingkan apabila Biston tidak mempunyai variasi warna sayap.

Seleksi Buatan

Seleksi buatan ini bertujuan untuk meningkatkan hasil budidaya hewan dan tumbuhan yang dianggap akan lebih baik produksi, mutu, maupun daya tahannya.

Usaha seleksi ini diikuti dengan persilangan yang mengakibatkan proses evolusi berlangsung dalam jangka waktu relatif singkat.

Usaha ini dilakukan di bidang pertanian maupun peternakan. Contohnya, budidaya varietas kedelai Muria.

4 Komponen Seleksi Alam Darwin

Proses seleksi alam Darwin memiliki empat komponen yaitu :

  • Variasi. Organisme (dalam populasi) menunjukkan variasi individu dalam penampilan dan perilaku. Variasi dapat melibatkan ukuran tubuh, warna rambut, tanda wajah, sifat suara, atau jumlah keturunan.
  • Warisan. Beberapa sifat secara konsisten diturunkan dari induk ke keturunannya. Sifat-sifat tersebut dapat diwariskan, sedangkan sifat-sifat lainnya sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan.
  • Tingkat pertumbuhan yang tinggi. Sebagian besar populasi memiliki lebih banyak keturunan setiap tahun daripada yang dapat didukung oleh sumber daya lokal yang mengarah pada perebutan sumber daya.
  • Kelangsungan hidup dan reproduksi yang berbeda. Individu-individu yang memiliki kecocokan dapat memperjuangkan sumber daya dengan menyumbangkan lebih banyak keturunan kepada generasi berikutnya.

Baca juga : Katabolisme adalah

4 Teori Evolusi

Selain Teori Evolusi Darwin, ternyata ada beberapa teori lain yang menyangkut Evolusi makhluk hidup diantaranya adalah :

Teori Skala Alami dan Teologi Alam

Teori Skala Alami dan Teologi Alam dikemukakan oleh Plato (427 ­ 347 SM) dan Aristoteles (384 – 322 SM). Menurut Plato evolusi akan mengubah dunia yang organismenya sudah ideal dan teradaptasi sempurna dengan lingkungannya.

Sebaliknya, Aristoteles menganut Teori Skala Alami yang membahas bahwa semua bentuk kehidupan disusun menurut suatu skala yang kompleksitasnya meningkat.

Sedangkan Teologi Alam percaya jika makhluk hidup diciptakan oleh Tuhan sebagaimana adanya hingga tidak dapat terjadi makhluk baru.

Carolus Linnaeus (1707 – 1778), seorang ahli fisika dan botani dari Swedia, mengklasifikasikan Makhluk Hidup berdasarkan Teologi Alam, untuk menunjukan bahwa pengelompokan Spesies tidak dipengaruhi oleh evolusi.

Teori Evolusi Darwin adalah.

Sumber : bbc.com

Charles Darwin mengemukakan teori evolusinya secara lengkap dalam buku yang berjudul On The Origin of Species by Means of Natural Selection. yang diterbitkan pada 24 November 1859. Dalam buku ini dikemukakan dua teori pokok, yaitu:

  • Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies-spesies yang hidup di masa silam.
  • Evolusi terjadi melalui seleksi alam

Dua teori utama Darwin merupakan hasil pengamatan Darwin di pulau Galapagos mengamati burung di sana. Hasil pengamatan itu sebagai berikut:

  • Pengamatan ke-1, setiap spesies mempunyai potensial fertilisasi yang besar sehingga ukuran populasinya akan meningkat secara eksponensial bila setiap individu yang dilahirkan berhasil melakukan percobaan.
  • Pengamatan ke-2, ukuran populasi cenderung menjadi stabil kecuali fluktuasi musiman.
  • Pengamatan ke-3, sumber daya alam terbatas.
  • Pengamatan ke-4, individu-individu populasi sangat bervariasi dalam hal ciri-ciri tubuh, namun tidak ada dua individu yang benar-benar sama.
  • Pengamatan ke-5, kebanyakan variasi, diwariskan pada keturunannya.

Selain itu Darwin juga mempelajari Geologi dan fosil hingga dia berkesimpulan bahwa:

  • deretan fosil yang terdapat di batuan muda berbeda dengan fosil pada batuan yang lebih tua.
  • perbedaan itu disebabkan adanya perubahan secara perlahan-lahan.

Teori Evolusi Lamarck

Teori Evolusi Lamarck berisi dua gagasan utama, yaitu:

  • Gagasan use and disuse (digunakan dan tidak digunakan) bagian tubuh yang digunakan secara intensif untuk menghadapi suatu lingkungan tertentu akan menjadi besar dan kuat. Sementara itu, bagian tubuh yang jarang digunakan akan mengalami kemunduran.
  • Sifat atau ciri-ciri dari lingkungan dapat diwariskan kepada keturunannya.

Teori Evolusi Weismann

Weismann berpendapat bahwa perubahan sel tubuh karena pengaruh lingkungan tidak akan diwariskan kepada keturunannya. Evolusi menyangkut bagaimana pewarisan gengen melalui sel-sel kelamin, artinya evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor genetika.

Contohnya Sifat leher panjang atau pendek jerapah dikendalikan oleh gen. Gen untuk leher panjang bersifat dominan. Sedangkan,gen untuk leher pendek adalah resesif. Karena jerapah berleher pendek tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan, maka jerapah ini akan punah.

Weismann membuktikan teorinya dengan mengawinkan dua ekor tikus yang masing-masing ekornya telah dipotong.Kemudian, anak-anak yang sudah dewasa dipotong ekornya dan dikawinkan dengan sesamanya.

Percobaan ini dilakukan hingga 21 generasi tikus dan hasilnya tetap sama.

Baca juga : Hewan Vertebrata dan Invertebrata.

Dan itulah kawan 4 Teori Evolusi adalah, semoga informasi ini bermanfaat untuk kamu. Sampai jumpa di Pembahasan materi menarik lainnya.

Sumber :

  • Faidah Rachmawati. (2009). Biologi untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Depdiknas.
  • Darwin, C. 1959. Tentang Asal Usul Spesies Melalui Seleksi Alam, atau, Pelestarian Ras-Ras yang Disukai dalam Perjuangan untuk Hidup

About Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com

Exit mobile version