5 Arah Komunikasi Organisasi Beserta Contoh

Halo sobat Kali ini kita akan membahas tentang Arah Komunikasi Organisasi Beserta Contoh. Agar kita dapat memahami bagaimana aliran komunikasi yang terjadi di sebuah organisasi ataupun sebuah perusahaan.

Sebelum kita mempelajari lebih jauh tentang komunikasi yang terjadi dalam sebuah organisasi ataupun perusahaan ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang pengertian organisasi dan komunikasi organisasi itu sendiri.

Organisasi Adalah

Sumber : pexel.com

Organisasi adalah sebuah entitas sosial ataupun kelompok orang seperti halnya perusahaan, lembaga, ataupun asosiasi yang melalui suatu hierarki/jenjang dan pembagian kerja, berupaya mencapai tujuan tertentu yang ditetapkan. Biasanya terdiri dari 1 atau lebih.

Istilah “organisasi” berasal dari bahasa Latin organizare, yang secara harfiah berarti ‘paduan dari bagian – bagian yang satu sama lainnya saling bergantung’.

Komunikasi Organisasi Adalah

Sumber : pexel.com

Komunikasi Organisasi adalah Proses Komunikasi dalam Sebuah organisasi yang terdiri dari berbagai unsur, yang memiliki maksud dan tujuan agar organisasi yang dimilikinya tetap bertahan dan mengarah untuk sebuah perkembangan yang lebih dinamis. (Sitti Roskina, 2020)

Proses komunikasi organisasi tergantung pada jaringan komunikasi (communication network) yang dibuatnya.

Jaringan komunikasi merupakan struktur hubungan antarindividu, bagian – bagian (devisions, units), dan kelompok (clique) dalam sebuah organisasi yang dapat menunjukkan sebuah struktur kekuasaan, kekuatan, pengaruh, kewenangan, dan otoritas dalam organisasi.

Baca juga : Pengertian Komunikasi adalah

5 Arah Komunikasi Organisasi

Dalam sebuah organisasi terdapat arah komunikasi organisasi yang menjadi Arah aliran informasi yang terjadi dalam sebuah organisasi dan terdapat 5 arah komunikasi organisasi diantaranya :

Komunikasi ke Bawah (Downward)

Komunikasi ke bawah (Downward) adalah informasi yang mengalir dari jabatan berotoritas lebih tinggi (atasan) kepada mereka yang berotoritas lebih rendah (pegawai) biasanya berupa tugas, perintah ataupun instruksi.

Informasi yang biasa dikomunikasikan dengan cara ini, misalnya:

  • Mengenai bagaimana melakukan pekerjaan;
  • Mengenai dasar pemikiran untuk melakukan pekerjaan;
  • Mengenai kebijakan dan praktik organisasi;
  • Informasi kinerja pegawai;
  • Informasi untuk mengembangkan rasa memiliki tugas (sense of mission).

Metode Komunikasi Downward

  • Tulisan: efektif dilakukan dalam situasi bila diperlukan informasi untuk tindakan yang akan datang, informasinya umum, dan tidak diperlukan kontak pribadi;
  • Lisan: efektif dilakukan dalam situasi yang membutuhkan teguran dan mendamaikan perselisihan;
  • Lisan diikuti tulisan: efektif dilakukan dalam situasi yang membutuhkan tindakan segera, tetapi kemudian diikuti tindak lanjutnya yang bersifat umum, perlu pendokumentasian; dan Tulisan diikuti lisan: dinilai tidak cukup efektif untuk setiap situasi.

Contoh Komunikasi Downward

  • Perintah dari Kepala Sekolah ke Guru
  • Instruksi Presiden kepada Menterinya

Komunikasi ke Atas (Upward)

Komunikasi Upward dalam organisasi merupakan jenis informasi yang mengalir dari tingkat yang lebih rendah (bawahan) ke tingkat yang lebih tinggi (atasan).

Komunikasi Upward penting dan memiliki berbagai kegunaan, antara lain:

  • Informasi bagi pembuatan keputusan;
  • Memberi informasi bagi atasan kapan bawahan siap menerima informasi dari mereka dan seberapa baik bawahan menerima apa yang dikatakan kepada mereka;
  • Mendorong keterbukaan komunikasi tentang keluh kesah, kritik muncul ke permukaan sehingga atasan tahu apa yang mengganggu dan menghambat kerja mereka;
  • Menumbuhkan apresiasi dan loyalitas kepada organisasi dengan memberi kesempatan kepada pegawai untuk mengajukan pertanyaan dan memberi masukan, usulan, gagasan, dan saran;
  • Memberi informasi pada atasan apakah bawahan memahami apa yang diharapkan dari aliran informasi ke bawah; dan Membantu pegawai mengatasi masalah pekerjaan mereka dan memperkuat keterlibatan mereka dengan pekerjaan dan organisasi.

Prinsip Komunikasi Upward

Agar komunikasi Ke atas menjadi efektif dan efisien, kita ada baiknya mengikuti beberapa prinsip berikut ini.

  • Program komunikasi ke atas yang efektif berlangsung secara berkesinambungan;
  • Program komunikasi ke atas yang efektif menggunakan saluran rutin;
  • Program komunikasi ke atas yang efektif menitikberatkan kepekaan dan penerimaan dalam pemasukan gagasan dari tingkat yang lebih rendah;
  • Program komunikasi ke atas yang efektif mencakup mendengarkan secara objektif;
  • Program komunikasi ke atas yang efektif mencakup tindakan untuk menanggapi masalah; dan
  • Program komunikasi ke atas yang efektif menggunakan berbagai media dan metode untuk meningkatkan aliran informasi .

Contoh Komunikasi Ke Atas

  • Laporan kegiatan kepada Atasan

Komunikasi Horizontal

Komunikasi horizontal merupakan komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih yang posisinya setara. Dalam sebuah organisasi, komunikasi horizontal terdiri dari penyampaian informasi di antara rekan sejawat dalam sebuah unit kerja yang sama.

Komunikasi horizontal paling sering terjadi dalam rapat komisi, interaksi pribadi, selama waktu istirahat, obrolan di telepon, memo dan catatan, kegiatan sosial, dan lingkaran kualitas.

Tujuan Komunikasi Horizontal

  • Untuk mengoordinasikan penugasan kerja;
  • Berbagi informasi mengenai rencana dan kegiatan;
  • Untuk memecahkan masalah;
  • Untuk memperoleh pemahaman bersama;
  • Untuk mendamaikan, berunding, dan menengahi perbedaan;
  • Untuk menumbuhkan hubungan antar personal

Contoh Komunikasi Horizontal

  • Obrolan antar teman satu sejawat
  • Diskusi antara teman untuk mengerjakan tugas

Komunikasi Lintas Saluran

Komunikasi lintas saluran adalah aliran informasi sesama rekan sejawat yang melewati batas batas fungsional dengan individu yang tidak menduduki posisi atasan maupun bawahan mereka.

Mereka melintasi jalur fungsional dan berkomunikasi dengan orang – orang yang diawasi dan yang mengawasi, tetapi bukan atasan ataupun bawahan mereka.

Mereka tidak melewati otoritas lini untuk mengarahkan orang – orang yang berkomunikasi dengan mereka dan terutama harus mempromosikan gagasan – gagasan mereka.

Namun, mereka memiliki mobilitas tinggi dalam organisasi. Mereka dapat mengunjungi bagian lain atau meninggalkan kantor mereka hanya untuk terlibat dalam komunikasi informal.

Komunikasi Informal, Pribadi, atau Selentingan

Biasanya Informasi informal muncul bukan dari sumber – sumber yang bersifat formal. Informasi informal tersebut muncul justru karena jarang terjadi atau dilakukan komunikasi formal dalam sebuah organisasi.

Informasi informal /personal ini muncul dari interaksi di antara orang ke orang. Informasi ini tampaknya mengalir dengan arah yang tidak dapat diduga dan jaringannya digolongkan sebagai selentingan ataupun gosip.

Dalam istilah komunikasi, selentingan digambarkan sebagai laporan yang bersifat rahasia tentang orang – orang dan peristiwa yang tidak mengalir melalui saluran perusahaan yang formal.

Contoh Komunikasi Informal

  • Gosip antar pegawai

Baca juga : Komunikasi Interpersonal adalah.

Fungsi Komunikasi Organisasi.

Sumber : pexel.com

Secara umum, fungsi komunikasi dalam organisasi adalah sebagai berikut:

  • Fungsi Informasi : Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti.
  • Fungsi regulatif: fungsi ini berkaitan dengan peraturanperaturan yang berlaku dalam suatu organisasi.
  • Fungsi persuasif : Dimana Organisasi dapat memersuasi karyawan untuk berbuat banyak untuk organisasi.
  • Fungsi integratif : Untuk menyatukan setiap misi dan visi dalam sebuah organisasi

Baca juga : Komunikasi Interpersonal adalah

3 Cara Aliran Informasi

Menurut Guetzkow (1964), ada tiga cara aliran informasi (penyebaran pesan) dalam sebuah organisasi seperti :

  • Serentak, yaitu proses penyebaran informasi (pesan ) yang disampaikan secara bersamaan dalam suatu waktu dengan objek sasaran yang banyak (lebih dari satu orang, bukan proses diadik). Contohnya berupa memo, pertemuan, rapat (akbar), televisi, atau telekonferensi (penyampaian pesan bermedia).
  • Berurutan, yaitu proses penyebaran informasi /pesan secara diadik (merupakan bentuk komunikasi yang utama), dengan pola “siapa berbicara kepada siapa”. Informasi biasanya disampaikan secara berurutan dari satu orang ke orang lain secara tidak bersamaan.
  • Serentak – Berurutan, yaitu kombinasi kedua pola aliran yang telah disebutkan sebelumnya.

Baca juga : Macam Model Komunikasi.

Dan itulah kawan Pembahasan tentang materi tentang 5 Arah Komunikasi Organisasi Beserta Contoh. Sampai jumpa di Pembahasan materi menarik lainnya hanya di ilmusaku.com

Sumber :

  • Nurani Soyomukti, 2010, Pengantar ilmu Komunikasi, Ar-Ruz Media, Yogyakarta.
  • Siti Ruskina, 2020, Komunikasi Dalam Organisasi Teori dan aplikasi, UNG Press Gorontalo. Gorontalo.
About Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com

Exit mobile version