Halo sobat hari ini kita akan belajar tentang Neanderthal, yang dipercayai oleh para peneliti sebagai jenis Homo Sapiens seperti kita yang sudah punah.

Nyatanya Tentang Neanderthal adalah jika mereka pernah hidup pada zaman Pleistosen, yakni zaman purba dalam rentang waktu 2.500.000 hingga 11.500 tahun yang lalu, dimana suhu bumi yang awalnya sangat dingin ( ice age) mulai mengalami penghangatan.

Banyak fakta mengenai Neanderthal yang beredar, tapi tak semuanya fakta itu benar adanya. Maka dari itu kami sudah mengumpulkan fakta menarik tentang mereka, seperti fakta berikut ini :

5 Fakta Tentang Neanderthal, Kerabat Manusia yang Punah

Apa Neanderthal itu ?

Tentang Neanderthal
Sumber : Humanorigin.si.edu

Neanderthal adalah kerabat terdekat manusia (Homo Genus) yang sudah punah dan berasal dari zaman Pleistosen. Beberapa ciri khas tengkorak mereka termasuk memiliki bagian tengah wajah yang besar, tulang pipi miring, dan hidung besar untuk melembabkan dan menghangatkan udara dingin dan kering.

Tubuh mereka lebih pendek dan kekar dari kita, adaptasi lain untuk hidup di lingkungan yang dingin. Tapi otak mereka sama besarnya dengan kita dan seringkali lebih besar – sebanding dengan tubuh mereka yang lebih berotot.

Spesimennya ditemukan di Eurasia, dari Eropa Barat hingga Asia Tengah dan Utara, mereka disebut Neanderthal karena pertama di temukan di lembah Neander, Jerman.

Neanderthal 1 adalah spesimen pertama yang dikenali sebagai fosil manusia purba. Ketika ditemukan pada tahun 1856 di Jerman, saat itu para ilmuwan belum pernah melihat spesimen seperti itu: tengkorak berbentuk oval dengan dahi yang rendah dan menonjol serta alis yang berbeda, tulang yang tebal dan kuat.

Ahli geologi William King lah menyarankan nama Homo Neanderthalensis setelah fosil-fosil ini ditemukan di Gua Feldhofer di Lembah Neander di Jerman

Baca juga : Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Mereka berjalan dengan tegak seperti Homo Sapiens

Neanderthal berjalan seperti manusia
sumber : Smithsonianmag.com

Awalnya Neantherthal di gambarkan sebagai mahluk yang lebih mirip kera dibandingkan manusia karena mereka dianggap berjalan sambil membungkuk, hal ini dikarenakan ucapan peneliti bernama Marcellin Boule.

Boule percaya kalau Neanderthal adalah mata rantai yang hilang antara manusia modern dan manusia kera besar yang Punah lainnya.

Tapi ucapan itu mulai banyak disanggah, bahkan dari hasil penelitian oleh Martin Haeusler (2019), dari universitas Zurich menyatakan bahwa Neanderthal berjalan tegak layaknya Homosapien modern. Penelitian bisa dilihat disini.

Neatherthal juga memiliki kemampuan berkomunikasi

Neantherthal bisa berkomunikasi verbal
sumber : csmonitor.com

Jika banyak penelitian menganggap jika Neanderthal mirip seperti kera dan hanya bisa berkomunikasi seperti kera. Penelitian baru – baru ini menunjukkan hasil berbeda.

Menurut Anna Goldfield (2021) Peneliti dari Universitas UV Davis yang meneliti tentang nutrisi dan kebiasaan hidup dari Neantherthal, mengatakan jika Neantherthal seperti manusia memiliki hubungan kelompok dan bisa berkeluarga dan berkomunikasi secara verbal dengan cara mereka. Penelitian bisa dilihat disini.

Baca juga : Pola kehidupan manusia Praaksara.

Mereka juga membuat lukisan di gua

Neantherthal melukis di gua
sumber : nationalgeographic.com

Seperti Sapiens, Neanderthal juga menggambarkan hasil capaian mereka di gua. Sekitar 65.000 tahun yang lalu, Neanderthal menggunakan pigmen merah untuk membuat tangga di dinding gua Spanyol. Tim peneliti kemudian menemukan dua lukisan serupa di dua gua Spanyol lainnya.

Karya yang lukisan gua di spanyol ini menjadi bukti bahwa Neanderthal juga memiliki kemampuan yang sama dengan Homosapien yang saat itu belum mencapai benua Eropa.

Selain itu Neanderthal membuat dan menggunakan beragam alat canggih, membuat api, tinggal di tempat berteduh, membuat dan mengenakan pakaian, adalah pemburu hewan besar yang terampil dan juga memakan makanan nabati, dan kadang-kadang membuat benda simbolis atau hias.

Apa yang menyebabkan Mereka Punah ?

Punahnya Neanderthal
sumber : 3dprint.com

Menurut beberapa penelitian, sebanyak 4 persen manusia modern di luar Afrika (khususnya Eropa) memiliki genetik yang sama dengan Neanderthal. Ini membuktikan bahwa kemungkinan besar, pada masa purba, homo sapiens melakukan perkawinan silang dengan Neanderthal.

Tapi bukan berarti hubungan Homosapien dan Neanderthal “dekat”. Bahkan banyak yang mengatakan jika Homosapien menjadi salah satu alasan kepunahan dari Neantherthal.

Persaingan ketat dengan homo sapiens, penyakit genetik dan hubungan sedarah (incest) menjadi beberapa faktor kepunahan mereka.

Dan itulah kawan beberapa fakta tentang Neanderthal yang berhasil kami rangkum untuk kamu. Semoga informasi ini bermanfaat dan menarik juga menambahkan wawasan baru untuk kita.

Sampai jumpa di Pembahasan Menarik lainnya.

Andika Pratama
Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com

Enable Notifications    OK No thanks