5 Teori Managerial Grid dalam Kepemimpinan

Halo sobat kali ini kita akan membahas tentang 5 Teori Managerial Grid dalam Kepemimpinan. Teori ini dikemukakan oleh Robert. R Blake dan Jane Mouton pada 1964.

Robert R. Blake dan Jane Mouton adalah ahli teori manajemen asal Amerika Serikat yang bekerja di di Exxon (perusahaan minyak dan gas multinasional besar), di mana mereka bekerja untuk meningkatkan efektivitas pemimpin. Keduanya mengembangkan Teori Managerial Grid berdasarkan Teori X dan Y MC Gregor.

images 9
Seorang Pemimpin dan Anggotanya

Kepemimpinan adalah seni ilmu komunikasi dengan memotivasi orang untuk bekerja menuju tujuan bersama. Tetapi memotivasi orang tidak cukup, para pemimpin perlu terhubung dengan orang-orang.

Para pemimpin yang efektif menunjukkan banyak kualitas termasuk, komunikasi yang kuat, manajemen, pemikiran inovatif, keteguhan kepala dan ketahanan dalam menghadapi tantangan. Dan model Teori Managerial Grid ini adalah salah satu acuan dalam sebuah kepemimpinan

5 Teori Managerial Grid dalam Kepemimpinan.

Teori Managerial Grid
Model Managerial Grid (Sumber: moontool.com)

Terdapat lima Model Managerial Grid yang dikemukakan oleh model Grid, yaitu :

  • Impoverished style
  • Middle of the road style
  • Team Style,
  • Country Club style
  • Task style

Impoverished style – Low Results/Low People

Impoverished style atau Gaya memiskinkan ini tandai dengan memiliki perhatian yang minimal terhadap orang dan produksi.

Pemimpin akan cenderung menerima Kebutuhan keputusan dari yang lain; seperti menyetujui opini, sikap dan ide dari bawahannya dan cenderung menghindari pembicaraan tak berguna.

Pada saat terjadinya konflik, pemimpin dengan gaya ini tetap netral dan mencoba untuk keluar dari konflik. Gaya Pemimpin yang tetap netral jarang menghasut atau menimbulkan kekacauan, hingga tidak terjadi konflik lebih lanjut. Pemimpin dengan gaya ini hanya mengeluarkan upaya secukupnya dalam sebuah konflik.

Jika ia memiliki hari (suasana) yang baik, pemimpin Dengan gaya ini mungkin tidak bertoleransi dan agak sedikit tidak ramah dan jika harinya buruk maka ia menjadi kepala batu dan menyebalkan.

Sehingga Kepuasan karyawan menjadi rendah dan mempengaruhi pertumbuhan bisnis membuat para pemimpin seperti itu tidak mungkin berkembang.

Middle of the Road Style – Medium Results/Medium People

Middle of the Road Style adalah gaya kepemimpinan yang menempatkan kepentingan yang sama atau cenderung moderat pada tujuan organisasi dan kebutuhan pribadi.

Pemimpin dengan gaya ini menekankan apa yang dapat dilakukan, walaupun tidak selalu sempurna, serta pemecahan berbagai masalah kadang tidak berjalan baik.

Pemimpin berfokus pada kinerja dengan menyeimbangkan kerja dan moral karyawan. Namun, baik produksi maupun kebutuhan masyarakat kadang tidak terpenuhi sepenuhnya.

Jika terjadi perbedaan ide, opini dan sikap pemimpin mengambil posisi yang kompromistis. Dan saat konflik muncul pemimpin gaya ini menjadi takut dalam menyusun suatu solusi yang adil dan karena mencari cara untuk menghindari ketegangan.

Team Style – High Production/High People

Gaya kepemimpinan ini dicirikan oleh kepedulian yang tinggi terhadap orang dan produksi dan dianggap sebagai gaya kepemimpinan yang paling efektif. Pemimpin model ini menetapkan nilai tinggi pada suara dan keputusan kreatif yang menghasilkan bagi seluruh anggota organisasi.

Dengan ini tercipta lingkungan budaya tempat kerja yang sangat menggembirakan dan kreatif, di mana orang – orang termotivasi, produktif, dan kooperatif. Mereka ingin memperjuangkan tujuan bisnis yang diciptakan oleh pemimpin.

Pemimpin gaya ini memiliki rasa humor, Kendati dibawah tekanan, dan mampu mengarahkan segala tenaga dan dapat mengajak orang lain untuk dapat bekerja sama.

Sehingga timbul sikap saling percaya dan saling menghormati antara anggota tim, dan juga menghormati kepada pekerja.

Country Club style – High People/Low Results

Gaya Country Club dicirikan oleh kepedulian yang rendah terhadap produksi dan perhatian yang tinggi terhadap orang-orang ataupun karyawan. Pemimpin gaya ini menempatkan nilai tinggi terhadap hubungan yang baik dengan yang Lain.

Pemimpin suka menerima ide, opini dan sikap orang lain daripada memaksakan ide, opini dan sikap dirinya. Pemimpin akan menghindari terbentuknya konflik, tetapi pada waktu konflik muncul mencoba untuk menenangkan perasaan dan mengajak karyawan melakukan pekerjaan bersama-sama.

Pemimpin gaya ini tanggap terhadap berbagai peristiwa secara konsisten, sejuk, dan menggunakan cara yang bersahabat dalam mengatasi ketegangan yang dirasakannya mengganggu. Pemimpin Gaya ini selalu mencoba mengulurkan bantuan.

Task style – High Results/Low People

Model Grid yang terakhir adalah Task style. Pemimpin gaya ini ditandai dengan tingginya perhatian terhadap penyelesaian tugas, tetapi memiliki perhatian yang karyawan.

Fokus utama mereka adalah pada kinerja karyawan, itulah sebabnya mereka merencanakan dan mengendalikan lingkungan produksi. Agar berhasil mencapai tujuan bisnis, setiap orang diminta untuk melakukan tugas sesuai aturan, tenggat waktu dan prosedur.

Sewaktu konflik muncul, pemimpin gaya ini mencoba memotong atau mengamankan posisinya dengan bertahan, menentang atau kembali dengan bantahan argumentasinya, ketika sesuatu yang tidak mendapat kebenaran menyerang dirinya dan orang lain.

Catatan dari Blake dan Mouton, Pemimpin Team style sangat dibutuhkan karena didasarkan kepada suatu integrasi yang efektif bagi perhatian tugas dan karyawan.

Umumnya gaya ini menganggap karyawan memberikan yang terbaik sewaktu mereka berkesempatan melakukan Pekerjaan yang berarti.

Di belakang pemimpin model Grid ini, terdapat sebuah komitmen untuk melibatkan anggota organisasi dalam pengambilan keputusan dengan memberikan kemampuan untuk mencapai hasil dengan kemungkinan paling tinggi.

Baca juga : Komunikasi Interpersonal adalah.

Dan itulah kawan Pembahasan tentang 5 Teori Managerial Grid dalam Kepemimpinan semoga informasi ini bermanfaat untuk kamu. Sampai jumpa di Pembahasan materi menarik lainnya.

About Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com