7 Jenis Benang dalam Seni Kriya Tekstil

Halo sobat kali ini kita akan membahas 7 Jenis Benang dalam Seni Kriya Tekstil. Seni kriya adalah seni yang dihasilkan berdasarkan keterampilan tangan, melalui berbagai media seni termasuk benang, apalagi yang digunakan untuk bahan tekstil. Selain bagus, benda hasil seni kriya tekstil ini juga memiliki nilai guna dan nilai ekonomi yang tinggi.

Pengertian Benang.

Jenis benang

Benang adalah serat yang panjang, digunakan untuk dari proses pemintalan baik berupa benang alam antara lain benang kapas/katun, ataupun benang buatan antara lain benang nilon, poliester, sesuai dengan asal dari seratnya benang juga disebut sebagai Yarn.

7 Jenis Benang dalam Seni Kriya Tekstil.

Benang bisa kita golongkan ke dalam tiga kategori, yaitu benang dasar (simple yarns), benang hias (novelty yarns) dan benang bertekstur. Sebenarnya, terdapat berbagai variasi di dalam ketiga kategori benang dan saya bagi menjadi 7 jenis benang seperti berikut ini:

1. Benang dasar (simple yarns)

Benang dasar adalah jenis yang paling benang yang paling sederhana. Meskipun benang ini mungkin terbuat dari satu serat yang sama atau serat campuran, jumlah pilinan pada keseluruhan panjangnya sama dan jenis ini tampak cukup lembut serta rata.

Kain yang terbuat dari benang dasar satu ukuran dengan kandungan serat yang sama, akan menghasilkan tenunan yang lembut permukaannya namun kurang bervariasi.

Sedangkan benang dasar yang dipilih dengan cara berlainan, atau benang dasar yamg memiliki kandungan serat berbeda, dapat dikombinasikan dalam proses menenun untuk menghasilkan kain dengan efek permukaan yang beragam.

2. Benang slubbed (slubbed yarns)

Benang slubbed
Benang slubbed

Benang slubbed adalah benang yang dibuat dengan mengubah kadar pilih yang digunakan sehingga selembar benang akan tampak lebih halus.

Pada helaian benang, slub dapat dibentuk dalam satu benang, sementara benang-benang lainnya digunakan untuk menahan slub itu ke bawah. Benang yang digunakan untuk jenis kain shantung merupakan jenis slubbed dan permukaannya yang tidak rata dibuat oleh slub benang.

3. Benang ikal (looped yarns)

Benang ikal (looped yarns)
Benang ikal (looped yarns)

Benang ikal adalah benang yang dibuat dengan ikatan penuh pada interval yang teratur. Boucle, merupaka salah satu contoh benang ikal yang kerap kali digunakan untuk pakaian wanita.

4. Benang bersimpul (knotted/nubbed yarns)

Benang bersimpul (knotted/nubbed yarns) adalah Benang yang dibuat dengan mengatur mesin pemintalnya sehingga mesin tersebut akan melilit benang dengan sendirinya secata terus menerus di satu tempat, hingga terbentuk suatu simpul.

Biasanya, benang ini dibuat dengan dua warna, dan simpul yang terjadi hanya dalam satu warna. Kain yang ditenun dengan benang dua warna itu akan tampak memiliki bintik berwarna yang jelas pada dasarnya.

5. Benang spiral.

Benang spiral

Benang spiral adalah benang yang diperoleh dengan memilin dua benang yang memiliki ketebalan berbeda. Biasanya, benang bermutu memiliki pilinan lebih tinggi dan lebih baik daripada yang kasar dan benang yang lebih kasar melilit benang yang lebih baik. Berbagai variasi dapat dilakukan tergantung pada efek yang dikehendaki pada kain yang akan dibuat.

6. Benang bertekstur.

Benang bertekstur adalah benang yang dihasilkan dari serat thermoplastic (serat yang bentuknya dapat diatur oleh panas, yang diterapkan pada proses pembuatannya). Serat-serat buatan mampu menyesuaikan diri terhadap panas.

7. Benang hias (novelty yarns)

Benang hias (novelty yarns)
Benang hias (novelty yarns)

Benang hias adalah benang yang biasanya dibuat berpilin dua, meskipun terdapat beberapa jenis khusus yang diperoleh dari benang tunggal. Benang khusus jenis ini dibuat dari dua benang tunggal atau lebih.

Benang tunggal pertama berfungsi sebagai “dasar” atau “inti” dan menjadi tempat membelitnya benang-benang tunggal lainnya. Benang tunggal kedua akan menciptakan efek-efek khusus.

Benang ketiga, menyatukan kedua benang pertama. Bila benang dasar dibuat halus dan rata, sebaliknya dengan benang hias dibuat tidak teratur, kadang – kadang tidak rata, agar bisa menghasilkan kain dengan permukaan dan tekstur yang tidak lazim.

Benang-benang hias dapat menghasilkan berbagai kain yang menarik, tetapi kain tersebut biasanya kurang enak dipakai dibanding dengan kain permukaan halus.

Ikatan pada boucle misalnya, mudah robek. Sementara bagian yang lebih tinggi yang terbuat dari simpul-simpul tampak lebih usang dibanding kain halus bagian belakangnya.

Baca juga : 4 Teknik Membatik.

Dan itulah kawan Pembahasan kita tentang 3 Jenis Benang dalam Seni Kriya. Semoga informasi bermanfaat untuk kamu. Sampai jumpa di Pembahasan materi menarik lainnya hanya di ilmusaku.com.

       
           

Penulis di ilmusaku.com dan Seorang Pemimpi

Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

Maaf. Tolong Matikan Adsblok untuk keberlangsungan hidup Kami. 

Terima Kasih atas Kerjasamanya.

ilmusaku.com

Powered By
Best Wordpress Adblock Detecting Plugin | CHP Adblock