7 Perpustakaan Kuno Paling Penting di Dunia

Halo sobat kali ini kita akan membahas tentang 7 Perpustakaan Kuno Paling Penting dalam sejarah umat manusia. Kita tahu jika sebelum adanya internet, buku adalah sumber dari ilmu pengetahuan dan perpustakaan berguna untuk menyimpan dan mengarsipkan buku – buku tersebut.

Faktanya lagi, orang – orang sejak jaman dahulu kala telah menyimpan buku – buku berharga mereka di perpustakaan. Bukan hanya buku yang terbuat dari kertas ada juga perpustakaan yang didalamnya dipenuhi oleh tablet – tablet dari batu (berisi tulisan kuno)

Perpustakaan – perpustakaan ini menyimpan banyak sekali pengetahuan – pengetahuan dari masa silam yang menyimpan banyak sekali misteri. meski sayangnya beberapa perpustakaan ini harus hancur dikarenakan bencana alam ataupun ulah manusia seperti peperangan ataupun aksi pengerusakan.

Beberapa Perpustakaan Kuno Paling Penting di Dunia ini diantaranya :

7 Perpustakaan Kuno Paling Penting di Dunia

images 17 min 1
Sumber : unsplash.com

The Royal Library of Alexandria (Perpustakaan Kuno Alexandria/Yunani Kuno)

Perpustakaan kuno
Kebakaran Perpustakaan Alexandria oleh Julius Caesar (Sumber : time.com)

The Royal Library of Alexandria atau Perpustakaan Kuno Alexandria adalah perpustakaan paling terbesar dan terkenal di jaman – jaman kuno. mungkin didirikan sekitar 300 SM di bawah pemerintahan Ptolemeus I Soter atau Ptolemy II yang terletak di Kota Alexandria atau Iskandariah, Negera Mesir.

Perpustakaan ini menyimpan begitu banyak literatur Yunani kuno yang digunakan dan dipelajari oleh bangsa Eropa untuk mencapai masa Renaisans dan beberapa pengetahuan masih digunakan dan dipelajari sampai sekarang.

Pada masa kejayaan Macedonia Kuno, jumlah gulungan buku yang mungkin tersimpan oleh perpustakaan ini diperkirakan sebanyak 400.000 hingga 700.000 hingga mungkin paling sedikitnya 40.000 dilansir historyofinformation.com.

Menurut Roger Bagnell (Peneliti naskah kuno) Perpustakaan Alexandria, yang berisi 400.000 hingga 700.000 gulungan catatan ini mencerminkan sejauh mana tradisi literasi pada masa Yunani kuno (Sebelum Masehi)

Menurut tradisi juga diyakini, bahwa sebagian besar koleksi gulungan yang dimiliki oleh perpustakaan ini diperoleh atas perintah Ptolemy III, yang menyuruh siapa pun yang berkunjung ke Alexanderia/ Iskandariah untuk menyerahkan gulungan yang dia miliki untuk dimasukkan ke dalam koleksi perpustakaan.

Sayangnya Perpustakaan terbesar ini harus hancur. dan beberapa peneliti berpendapat jika kemungkinan hancurnya perpustakaan ini dikarenakan oleh beberapa hal :

  • Pembakaran oleh Julius Caesar pada abad 48 SM
  • Serangan Aurelian pada abad 3 M
  • Dekrit Theophilus pada tahun 391 M. (Penghancuran literatur pagan oleh orang Kristen awal.)
  • penaklukan Muslim di 642 M

Baca juga : Peradaban Kuno dalam sejarah.

Library of Ebla (Perpustakaan Ebla/Syria)

perpustakaan ebla min
Reruntuhan perpustakaan Ebla (sumber : bonnacordlibrary.com.ab.ac)

Jika Perpustakaan Alexandria adalah Perpustakaan terbesar maka Perpustakaan dari Ebla adalah perpustakaan paling tua dalam sejarah, karena dipercaya telah ada sejak 2000 SM di Ebla, Syria.

Pertama kali di temukan oleh para peneliti pada tahun 1975 Perpustakaan ini memiliki 20.000 lempeng tanah liat berisi tulisan kuno dari peradaban di Ebla yang berasal saat Mesopotamia Kuno.

Beberapa peneliti, berdasarkan beberapa referensi dan sumber sejarah percaya bahwa Ebla mungkin dulunya merupakan sebuah kerajaan besar dan kota pusat komersial pada masanya.

Penemuan Kota dan Perpustakaan Ebla dan tabletnya telah memaksa para sarjana untuk mulai menulis ulang sejarah Timur Tengah, apalagi kota Ebla ini berdasarkan dengan kota kuno lainnya seperti Ur, Uruk, Kish dan Lagash.

Menurut historytoday.com, kota Ebla ini hancur pada 2500 SM dikarenakan serangan dan pembakaran oleh penjajah Kekaisaran Akkadia yang meratakan istana kerajaannya dan membakar ribuan teks perpustakaan kerajaan hingga hanya tersisa beberapa saja.

Tapi meski hancur, Tidak seperti arsip kuno lainnya, ada bukti yang menunjukkan bahwa tablet dari perpustakaan Ebla sengaja diatur dan bahkan diklasifikasikan.

Tablet yang lebih besar awalnya disimpan di rak, tetapi jatuh ketika istana dihancurkan. Para arkeolog mampu merekonstruksi posisi asli tablet dan menemukan bahwa mereka telah diatur berdasarkan subjek yang mirip dengan perpustakaan modern.

Library Of Ugarit (Perpustakaan Ugarit/ Syria)

300px Ugarit Corbel min
Pintu masuk Istana Ugarit (Sumber : wikimedia.com)

Ketika para peneliti dan arkeolog meneliti kota kuno di Ugarit ( atau dikenal juga sebagai Ras Shamra) Syiria mereka menemukan jika di kota ini memiliki beberapa perpustakaan. Ugarit yang ada pada tahun 1500 SM dan dulunya adalah negara kecil yang masih bagian dari kerajaan Mesir kuno.

Ribuan lempengan tanah liat yang mereka temukan mengungkapkan sebuah perpustakaan istana, sebuah perpustakaan kuil, dan dua perpustakaan pribadi, satu milik seorang diplomat dari Mesir yang bernama Rapanu.

Perpustakaan – perpustakaan ini berisi teks-teks diplomatik, hukum, ekonomi, administrasi, skolastik, sastra, dan agama. tujuh skrip yang ditemukan menggunakan hieroglif Mesir dan Luwian, dan cuneiform Sipro-Minoa, Sumeria, Akkadia, Hurrian, dan Ugarit.

Belum diketahui kenapa negara/ kota kecil Ugarit ini bisa hancur tapi banyak peneliti peneliti percaya jika kota ini hancur dikarenakan serangan dari luar atau karena perang saudara.

Baca juga : Peradaban yang hilang di dunia.

The Library of Pergamum (Perpustakaan Pergamum/ Turki)

perpustakaan Pergamum min
Sumber : historyoftoday.com

Dibangun pada abad ketiga SM. oleh anggota dinasti Attalid (salah satu Kerajaan, bagian dari Yunani Kuno) Perpustakaan Pergamus, yang terletak di tempat yang sekarang disebut Turki, pernah menjadi rumah bagi harta karun ilmu pengetahuan karena menyimpan sekitar 200.000 gulungan buku.

Proyek perpustakaan yang katanya dibuat untuk menyaingi perpustakaan Alexandria ini dikaitkan dengan pemerintahan raja Eumenes II. Meski begitu menurut Historyoftoday.com, 200 ribu gulungan dari perpustakaan ini diambil oleh Marc Anthony untuk di hadiahkan pada Ratu Cleopatra untuk di simpan di Perpustakaan Alexandria.

Catatan sejarah mengklaim bahwa perpustakaan ini memiliki ruang baca utama yang besar, dilapisi dengan banyak rak buku. Ruang kosong dibiarkan antara dinding luar dan rak untuk memungkinkan adanya sirkulasi udara untuk mencegah perpustakaan lembab karena iklim di Anatolia yang hangat.

Parchment atau Perkamen (catatan yang dibuat dari gulungan kulit hewan) yang sering digunakan untuk menulis saat sendiri dikatakan berasal dari Pergamum. Karena dulu Yunani kuno dan Mesir menggunakan kertas Papirus. Tapi karena saat itu di Pergamum kekurangan pasokan kertas Papirus mereka menggantinya dengan kulit hewan hingga akhirnya sampai saat ini disebut Perkamen.

The Library of Ashurbanipal ( Perpustakaan Raja Ashurbanipal/ Irak)

Perpustakaan Ashurbanipal
Tablet dari Ashurbanipal (Sumber : wikimedia.com)

Perpustakaan yang berasal dari kerajaan Asyur ini dimiliki oleh Raja Ashurbanipal yang awalnya dipercaya pertama kali membuat sistem perpustakaan di Timur Tengah (sebelum ditemukan Ebla)

Perpustakaan Raja Asyur ini memiliki koleksi lebih dari 30.000 tablet tanah liat dan fragmen yang bertuliskan paku – sejenis tulisan yang digunakan di Mesopotamia.

Tablet-tablet itu ditemukan di reruntuhan kota Niniwe (sekarang Irak utara), yang pernah menjadi ibu kota kerajaan Asyur yang perkasa, yang diperintah oleh Ashurbanipal dari tahun 600 SM.

Kota Niniwe sendiri dikatakan hancur dilalap oleh api sekitar tahun 612 SM. Meski banyak buku hancur dilalap api, tablet tanah liat tak rusak meski terbakar menjadikannya salah satu dokumen terbaik mengenai sejarah Mesopotamia.

Dalam Perpustakaan Kuno ini juga terdapat Kisah dari Epik Of Gilgamesh yang menceritakan tentang Raja Pahlawan Bangsa Uruk, Gilgamesh dan Enkidu. Menurut Britishmuseum.com, Perpustakaan ini ditemukan oleh penjelajah Austen Henry Layard pada tahun 1850.

The Imperial Library of Constantinople (Perpustakaan Konstantinopel/Bizantium)

perpustakaan Konstantinopel min
Ilustrasi Perpustakaan Konstantinopel (Sumber : historycollection.com

The Imperial Library of Constantinople atau Perpustakaan Imperium Bizantium/ Romawi Timur yang berada di kota Konstantinopel (Sekarang menjadi kota Istanbul, Turki) yang dikatakan menyimpan 120,000 gulungan dan berbagai buku selama 1000 tahun dari Yunani kuno dan Kekaisaran Romawi.

Didirikan oleh Kaisar Konstantius II pada masa pemerintahannya antara 337 – 361 M untuk melestarikan karya-karya sastra Yunani yang masih ada dan sisa-sisa Perpustakaan Alexandria.

Hampir semua karya klasik Yunani yang masih ada digunakan oleh orang seluruh dunia saat ini berasal dari salinan yang dibuat oleh Bizantium untuk disimpan di Perpustakaan Kekaisaran Konstantinopel.

Sayangnya Perpustakaan ini hancur dan mengecil isinya dikarenakan terjadinya beberapa kali kebakaran hebat dan yang terakhir dikarenakan terjadinya peristiwa Perang Salib.

Meski begitu sisa – sisa dari Perpustakaan ini mempengaruhi pengetahuan yang ada sampai saat ini.

The House Of Wisdom (Rumah Kebajikan/Bani Abbasiyah)

Rumah kebajikan
Lukisan Rumah Kebajikan (Sumber : wikimedia.com)

Saat bangsa Eropa berada dalam abad Kegelapan, di timur tengah tepatnya di kota Baghdad, dimulailah sebuah abad keemasan bagi muslim yang disebut Muslim Golden Age yang dimulai dari sebuah tempat yang disebut The House of Wisdom.

The House of Wisdom atau Rumah Kebijakan atau Perpustakaan Baghdad ini Pertama kali didirikan pada awal abad ke-19 pada masa pemerintahan Khalifah Abbasiyah.

Situs ini berpusat di sekitar perpustakaan besar yang dipenuhi dengan berbagai manuskrip mulai dari Persia, India, dan Yunani tentang matematika, astronomi, sains, kedokteran, dan filsafat.

Rumah Kebijaksanaan termasuk masyarakat ilmuwan dan akademisi, departemen terjemahan dan perpustakaan yang melestarikan pengetahuan yang diperoleh oleh Abbasiyah selama berabad-abad.

Tempat ini juga juga tempat lahir dan berkembang pesatnya ilmu pengetahuan modern dan mulai tumbuhnya para cendikiawan – cendikiawan muslim dan juga dikenal sebagai tempat lahirnya Aljabar dan kalkulus yang di motori oleh ilmuwan muslim Muhammad bin Musa Al Khawarizmi.

Selain itu tempat ini juga tempat bagi Filsuf Al-Kindi yang dikenal juga sebagai Bapak Filosofi Arab yang dilansir republika.com telah mewariskan 3 hal yaitu Filosofi, Psikologi dan matematika.

Sayangnya Tempat terjadinya masa keemasan Islam ini harus hancur dan beberapa buku di dalamnya hilang saat terjadi penyerangan Pasukan Mongol yang dipimpin Genghis Khan.

Baca juga : Diktator Paling Kejam dalam Sejarah.

Dan itulah kawan Pembahasan tentang 7 Perpustakaan Kuno Paling Penting di Dunia. Semoga informasi ini menarik dan bermanfaat untuk kamu. Sampai jumpa di Pembahasan materi menarik lainnya hanya di sini.

About Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com