Antropologi Adalah ?4 Cabang dan Contoh Manfaat

Halo sobat kali ini kita akan membahas salah satu jurusan dari pelajaran bahasa dan Sosial yaitu Antropologi adalah.. dan juga penjelasan mengenai cabang, konsep dan manfaat dari mempelajari antropologi.

Sebagai manusia yang hidup di berikan akal oleh Tuhan, kita sering memiliki berbagai macam pertanyaan yang terlintas di benak kita yang ingin kita jawab tapi sulit menemukan jawaban yang tepat.

Salah satu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kita mengenai dirinya dan hakikat kehidupannya adalah melalui ilmu antropologi. Seperti ilmu-ilmu lain yang memiliki perspektifnya tentang manusia (contohnya ilmu komunikasi atau Psikologi), ilmu antropologi memiliki pandangan tersendiri mengenai manusia.

Tapi sebelum kita belajar tentang hakikat manusia berdasarkan ilmu Antropologi, ada baiknya bukan kita mempelajari tentang pengertian antropologi adalah ? Untuk mari kita simak materinya bersama sama.

Pengertian Antropologi Adalah

Antropologi adalah studi atau ilmu yang mempelajari Tentang manusia, lebih tepatnya apa yang membuat kita menjadi manusia. Menurut David E. Hunter (1976) antropologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang lahir dari adanya keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.

Koentjaraningrat (1996), antropologi Ialah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.

Menurut William A. Haviland, Antropologi merupakan studi tentang umat manusia, berusaha untuk membuat generalisasi yang berguna tentang orang-orang dan perilaku mereka dan untuk mendapatkan pemahaman yang lengkap dari keragaman manusia.

Para Antropolog (orang yang mempelajari antropologi) mengambil pendekatan yang luas untuk memahami banyak aspek yang berbeda dari pengalaman manusia, yang kita sebut holisme.

Holisme ialah pemikiran yang menyatakan bahwa alam semesta, serta segala kelengkapannya harus dipandang sebagai sesuatu yang utuh dan bukan merupakan kesatuan dari bagian-bagian yang terpisah.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa ilmu antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia, baik keragaman fisiknya, maupun kebudayaan yang dihasilkannya secara keseluruhan.

Jadi pemahaman tentang manusia, mulai dari dia lahir ke dunia, bersosialisasi dan sampai akhirnya menjadi subjek ilmiah antropologi.

Baca juga : ilmu psikologi adalah.

4 Fase Perkembangan Antropologi

Antropologi sendiri berusia cukup lama tua loh kawan – kawan. Sejak pertama kali muncul dan masa perkembangannya sejak abad ke-15.

Para ilmuwan telah membagi masa perkembangan antropologi menjadi empat tahap atau empat fase yaitu :

Fase Pertama (abad 15-18)

Fase Pertama dimulai pada abad 15 sampai ke 18 dimulai sejak kemunculan studi antropologi yaitu abad ke-15 hingga abad ke-18. Pada akhir abad ke-15, orang Eropa mulai menjelajah dan mendatangi suku-suku banga di benua lain untuk tujuan perdagangan dan imperialisme. Benua yang dikunjungi adalah Afrika, Amerika dan Asia yang tentunya menambah pengetahuan tentang manusia.

Penjelajahan tersebut menghasilkan laporan serta kisah-kisah perjalanan. Laporan dan kisah tersebut ditulis oleh para pelaut, musafir, pegawai kolonial dan pendeta penerjemah.

Dari laporan tersebut muncul orang – orang Eropa (Yang terpelajar) tertarik dengan berbagai kisah dan laporan tersebut. Mereka tertarik pada perbedaan adat, susunan masyarakat dan ciri-ciri fisik suku bangsa dari benua lain.

Selain itu, bahan pengetahuan tersebut adalah bahan etnografi yang secara umum tidak teliti dan hanya mendeskripsikan hal yang aneh saja.

Pada akhir abad ke-18, bahan etnografi (cabang ilmu antropologi yang berfokus pada budaya lokal) tersebut menarik perhatian para ilmuwan Eropa. Pada waktu inilah usaha integrasi bahan etnografi muncul. Para ilmuwan Eropa memulai suatu usaha untuk mengintegrasikan bahan etnografi dari seluruh dunia menjadi satu.

Fase Kedua (pertengahan abad ke-19)

Pada pertengahan abad ke-19, Antropologi mulai mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitif contohnya suku – suku marjinal seperti suku Amazon di Brazil.

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan informasi lebih banyak mengenai kehidupan masyarakat kuno dalam sejarah evolusi dan sejarah penyebaran kebudayaan manusia. Pada fase ini pula mulai orang memikirkan tentang teori evolusi dan difusi.

Fase Ketiga (awal abad ke-20)

Di Fase ini, para peneliti (yang notabene berasal dari Eropa) mulai meneliti subjek orang – orang dari daerah jajahan, berdasarkan semangat imperialisme dan Kolonialisme.

Studi antropologi di masa ini biasanya bertujuan untuk memahami masyarakat pada jaman itu yang kompleks. Selain itu studi mereka biasanya berkaitan untuk melegalisir dan memantapkan kekuasaan negara-negara penjajah Eropa dan kepentingan pemerintah kolonial.

Fase Empat (1930 – Sekarang)

Fase keempat ditandai dengan dua perubahan penting dalam kehidupan dunia yaitu makin hilang dan ditinggalkan cara – cara hidup bangsa-bangsa yang dianggap primitif dan sekaligus mulai bermunculan sikap antipati terhadap aksi kolonialisme barat yang tidak manusiawi.

Pada masa ini antropologi seolah telah kehilangan lapangan dan obyek penelitian sehingga mengembangkan lapangan penelitian baru. Fase ini antropologi menetapkan tujuan barunya.

Antropologi memiliki tujuan akademik untuk mencapai pengertian makhluk manusia secara umum dengan jalan cara mempelajarinya dan tujuan mempelajari beragam macam suku bangsa yang beraneka ragam di dunia untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Konsep Antropologi

Adapun yang merupakan konsep-konsep antropologi, diantaranya :

  • Culture (kebudayaan) berasal dari bahasa latin, yakni cultura dari kata dasar colere yang berarti tumbuh atau berkembang.
  • Adat Kelompok Etnik merupakan kondisi mengeneai adat atau tradisi yang dimiliki serta dikembangkan bahkan dilestarika oleh berbagai etnik tertentu yag tinggal di dunia.
  • Etnosentrisme ialah sebuah tindakan mengagungkan kebudayaannya sendiri daripada kebudayaan suku bangsa lainnya.
  • Relativisme Kebudayaan adalah Adalah sebuah pemikiran yang menolak kritik tertentu terhadap kebudayaan yang berguna dalam menentukan suatu rasa, pola perilaku, nilai dan norma yang telah disepakati bersama dalam masyarakat.
  • Emik, etik dan Holistik. Emik merupakan sudut pandang dalam etnografi yang mencoba menjelaskan suatu fenomena tertentu dalam masyarakat dengan perspektif dari masyarakat itu sendiri. etik berusaha untuk menjelaskan suatu fenomena yang terjadi dalam masyarakat dengan sudut pandang dari peneliti. Sedangkan Holistik artinya utuh.
  • Struktur Sosial merupakan tuntut suatu tatanan maupun rangkaian yang berbentuk vertikal atau tingkatan dalam masyarakat, yang menentukan kuat atau tidaknya hubungan antar anggota masyarakat dalam kehidupan sosial.
  • Kerukunan nasional adalah Suatu kondisi sosial ketika semua manusia dalam suatu negara tertentu.
  • Bhinneka tunggal Ika.

Baca juga : Struktur Sosial adalah

4 Cabang Antropologi

Antropologi secara umum dibagi menjadi dua cabang utama, yaitu antropologi fisik dan antropologi budaya.

  • Antropologi fisik adalah bagian dari ilmu antropologi yang mencoba mencapai suatu pengertian tentang kehidupan manusia dipandang dari aspek fisik dan ciri-ciri tubuhnya. Bagian dari Antropologi fisik adalah Paleoantropologi dan Somatologi atau Antropologi biologi.
  • Antropologi budaya mempelajari kehidupan manusia melalui aspek karya atau apa yang dihasilkannya dalam bentuk kebudayaan. Bagaimana manusia mempertahankan hidupnya, mencari makan untuk kebutuhan hidupnya dan lain sebagainya. Bagian dari Antropologi budaya adalah Etnolinguistik, Prehistori, dan Etnologi.

Selain dua cabang diatas Berikut ini merupakan bidang di Antropologi lainnya :

  • Arkeologi merupakan cabang antropologi kebudayaan yang mempelajari benda-benda peninggalan lama dengan maksut untuk menggambarkan serta menerangkan perilaku manusia karena dalam peninggalan lama yang terpantul ekspresi kebudayaan.
  • Antropologi linguistik adalah suatu ilmu bagian antropologi yang mempelajari bahasa-bahasa yang digunakan oleh suku-suku bangsa. Contoh: mempelajari bahasa yang digunakan oleh masyarakat suku Jawa, Sunda, Batak, dll.

Manfaat ilmu antropologi.

Berikut ini manfaat ilmu antropologi bagi kehidupan kita :

  • Kita mampu melihat dengan jelas kehidupan manusia, baik secara pribadi maupun sebagai anggota kelompok masyarakat.
  • Kita mampu mengkaji kedudukan manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
  • Kita dapat melihat dunia atau budaya lain yang belum kita ketahui sebelumnya.
  • Kita mampu memahami norma-norma, tradisi, keyakinan, dan nilai-nilai yang telah dianut oleh masyarakat sejak masa lampau.
  • Kita menjadi lebih humanis, kritis, dan rasional menghadapi gejala sosial masyarakat yang makin kompleks.
  • Kita dapat menyusun etnografi yang memungkinkan penciptaan teori-teori tentang asal-usul kepercayaan, keluarga, perkawinan, perilaku bernegara, dan sebagainya.
  • untuk dapat lebih memahami konsep dari antropologi itu sendiri sehingga masyarakat dapat lebih bijak dalam menerapkannya di aspek kehidupan sosial.
  • Antropologi ingin mencapai pengertian tentang manusia secara keseluruhan.

Baca juga : Realitas Sosial adalah.

Dan itulah sobat pengertian dari Antropologi adalah semoga informasi ini bermanfaat untuk kamu. Sampai jumpa di Pembahasan materi menarik lainnya hanya di ilmusaku.com

About Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com