Apa Saja 2 Bentuk Interaksi Sosial itu ?

Ilmu saku – Halo sobat setelah kita belajar tentang interaksi sosial, sekarang kita akan membahas tentang apa saja bentuk interaksi sosial.

Seperti yang kita tahu sobat, setiap hari kita melakukan interaksi sosial dengan orang lain. Tapi ternyata interaksi yang terjadi di dalam masyarakat, itu menghasilkan pola-pola atau bentuk hubungan yang dapat mempererat dan mengubah kondisi masyarakat.

Nah, Kalau dalam kajian sosiologi, interaksi sosial dapat berbentuk dua yaitu asosiatif dan disosiatif.

Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif

Bentuk interaksi sosial asosiatif adalah bentuk interaksi sosial positif yang mengarah pada kesatuan dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

Biasanya bentuk interaksi sosial yang positif dapat membawa masyarakat menjadi tentram dan harmonis hingga dapat tercipta ciri masyarakat Madani yang sejahtera.

Kerjasama

sumber : tirto.id

Kerjasama dapat diartikan sebagai suatu bentuk usaha bersama antara individu ataupun kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

Jenis Kerja sama diantaranya :

  • Kerjasama spontan, kerjasama yang dilakukan secara tiba-tiba dan tanpa perintah.
  • Kerjasama langsung, kerjasama yang dilakukan karena perintah.
  • Kerjasama Kontrak, kerjasama yang bersifat sementara dan sudah disepakati secara tertulis.
  • Kerjasama Tradisional, Kerjasama sebagai bagian sistem sosial.

Jadi saat kamu dan teman kamu bersama – sama saling membantu untuk mencapai tujuan sama itu adalah…kerjasama.

Akomodasi

Sumber : time.com

Akomodasi usaha dan cara untuk meredakan, menghentikan, dan menyelesaikan suatu konflik yang sedang terjadi.

Akomodasi ini memiliki 10 jenis diantaranya :

  • Koersi, menyelesaikan konflik dengan paksa dan menggunakan cara kekerasan.
  • Kompromi, penyelesaian konflik dengan cara saling memahami dan mengurangi tuntutan masing – masing pihak bersengketa.
  • Mediasi, penyelesaian konflik melalui pihak ketiga netral sebagai penengah.
  • Arbitrase, penyelesaian konflik melalui pihak ketiga yang bertindak sebagai juri atau wasit.
  • Ajudikasi, penyelesaian konflik melalui pengadilan.
  • Konsiliasi, usaha mempertemukan pihak-pihak yang terlibat konflik untuk mencapai kesepakatan bersama.
  • Rekonsiliasi, penyelesaian konflik dengan cara mempertemukan tiap pihak yang terlibat untuk kembali pada kesepakatan awal yang sudah disepakati sebelumnya.
  • Statemale, penyelesaian konflik yang akan berhenti dengan sendirinya sebab pihak-pihak yang terlibat memiliki kekuatan yang seimbang.
  • Toleransi, bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang sifatnya formal.
  • Segregasi, penyelesaian konflik dengan cara kedua pihak yang terlibat saling menghindar untuk menghindari ketegangan.
  • Eliminasi, penyelesaian konflik dengan cara salah satu pihak yang terlibat mengundurkan diri dengan mengalah atau meminta maaf.
  • Subjugasi (dominasi), bentuk akomodasi dimana pihak yang lebih kuat meminta pihak lain yang lebih menaatinya.
  • Mayority rules, penyelesaian masalah melalui voting.
  • Gencatan senjata, penangguhan konflik dalam masa tertentu.
  • Integrasi, bentuk penyelesaian konflik dengan cara berdiskusi sampai mendapat suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak terlibat.
  • Konversi, penyelesaian masalah ketika salah satu pihak mengalah dan menerima pendapat pihak lain.

Asimilasi

Wayang Kulit adalah hasil akulturasi

Asimilasi adalah ketika dua kebudayaan yang melebur menjadi suatu kebudayaan baru.

Akulturasi

Sumber : liputan6.com

Akulturasi adalah perpaduan dua kebudayaan atau lebih yang menghasilkan kebudayaan baru tapi tidak menghilangkan.

Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif

Interaksi sosial Disosiatif adalah interaksi negatif yang mengarah pada perpecahan dan kerusakan. Interaksi ini sangatlah buruk bagi keberlangsungan kehidupan bermasyarakat.

Hingga perlu dicarikan jalan penyelesaian hingga tidak terjadi konflik

Kompetisi (Persaingan)

Sumber : sains.kompas.com

Kompetisi adalah sebuah proses interaksi sosial dimana dua atau lebih pihak saling berlomba untuk mencapai kemenangan.

Meski terlihat negatif, kompetisi bisa dibilang interaksi negatif, tapi kompetisi yang sehat dapat memicu pertumbuhan manusia.

Kontravensi

contoh : kontravensi

Kontravensi adalah ketika kita memiliki suatu perasaan tidak suka tapi disembunyikan atau bahasa kerennya iri dan dengki.

Interaksi negara ini memang tidak langsung langsung terasa, tapi dapat menyebabkan penyakit hati.

Konflik (Pertentangan)

Sumber : tempo.co

Konflik atau pertentangan adalah suatu proses sosial antara dua orang atau lebih. di mana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Dan itulah sobat 2 bentuk Interaksi sosial yang bisa kami rangkum untuk kamu. Bagaimana ? Ternyata mengetahui tentang Interaksi sosial itu seru juga bukan?

Semoga artikel kami ini bermanfaat untuk kamu, sampai jumpa lagi.

About Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com

Exit mobile version