Belajar Pengantar Ilmu Politik Bagian 1 – Pengertian, Sistem dan Konsep Politik

Ilmusaku – Halo sobat, Pernah kah kamu mendengar atau membaca tentang politik ? Pasti kalian pernah, wajar sih karena politik itu penting dalam kehidupan manusia, Bahkan dalam beberapa jurusan kuliah, pengantar ilmu politik diajarkan menjadi pelajaran dasar.

Ruang lingkup politik dalam suatu pemerintahan melingkupi keseluruhan aktivitas yang memengaruhi masyarakat suatu negara. Pemahaman tersebut membuat ilmu politik memiliki makna sebagai ilmu yang mengkaji seputar aktivitas politik.

Tapi kenapa sih banyak sekali orang membicarakan tentang politik? dan kenapa harus ada pelajaran pengantar ilmu politik di kuliah ? Sepenting apa sih politik itu ?

Penasaran bukan, mari kita pelajari sama – sama.

Mengenal Pengantar ilmu politik

Pengertian Politik

Pengantar ilmu politik
Pengertian Politik

Politik berasal dari bahasa Yunani yang berbunyi Politikos (Πολιτικά) yang artinya dari, untuk, atau hal yang berkaitan dengan warga negara.

Beberapa ahli dan pakar mempunyai pengertian tersendiri terhadap politik.

  • Menurut Roger F Soltau: Ilmu Politik mempelajari negara, tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga negara yang akan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut, hubungan antar negara dengan warga negara dengan negara lain.
  • Menurut Harold Laswell dan Abraham Kaplan: Ilmu Politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan.
  • Menurut Joyce Mitchell : Ilmu Politik mempelajari pengambilan keputusan kolektif dan atau pembuatan kebijakan umum untuk masyarakat.
  • Menurut Hoggerwerf : Ilmu Politik menelaah tentang kebijakan pemerintah, proses terbentuknya maupun akibat-akibatnya.
  • Menurut Miriam Budiardjo : ilmu politik adalah bermacam kegiatan dalam suatu sistem politik yang menyangkut proses menentukan tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut.
  • Menurut Deliar Noer : Politik adalah segala aktivitas atau sikap yang berhubungan dengan kekuasaan dan yang dimaksud untuk mempengaruhi dengan jalan mengubah atau mempertahankan suatu bentuk susunan masyarakat.

Jadi politik adalah sebuah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.

Baca juga : Pengantar ilmu politik dua

Tujuan Pengantar Ilmu Politik

Sebagai suatu kegiatan sosial maka politik sendiri memiliki beberapa tujuan untuk bisa di capai. Dan tujuan itu adalah :

  • Agar mendapatkan kekuasaan untuk mengelola, dan menerapkan norma dan hukum.
  • Menciptakan keseimbangan dalam bermasyarakat ataupun berbangsa.
  • Menghantarkan manusia pada hidup yang baik.
  • Menjaga keamanan dan perdamaian dalam hubungan bermasyarakat.

Konsep – Konsep Ilmu Politik

Ada beberapa konsep politik dasar yang bersumber dari para ahli, yaitu:

Klasik.

Aristoteles
Aristoteles

Pada pandangan klasik menurut Aristoteles politik digunakan masyarakat untuk mencapai suatu kebaikan bersama yang dianggap memilki nilai moral yang lebih tinggi daripada kepentingan swasta.

Kepentingan umum sering diartikan sebagai tujuan-tujuan moral atau nilai-nilai ideal yang bersifat abstrak seperti keadilan, kebenaran dan kebahagiaan.

Tapi Pandangan klasik akhirnya dianggap kabur seiring banyaknya penafsiran tentang kepentingan umum itu sendiri. kepentingan umum dapat diartikan pula sebagai general will, “will of all” atau kepentingan mayoritas.

Kelembagaan

Menurut Max Weber, politik adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara. Max Weber melihat negara dari sudut pandang yuridis formal yang statis. Negara dianggap memiliki hak memonopoli kekuasaan fisik yang utama.

Max Weber melihat negara dari sudut pandang yuridis formal yang statis. Negara dianggap memiliki hak memonopoli kekuasaan fisik yang utama.

Namun konsep ini hanya berlaku bagi negara modern yaitu negara yang sudah ada differensiasi dan spesialisasi peranan, negara yang memiliki batas wilayah yang pasti dan penduduknya tidak nomaden.

Kekuasaan

Kekuasaan
Kekuasaan

Robson berkata jika politik adalah kegiatan mencari dan mempertahankan kekuasaan ataupun menentang pelaksanaan kekuasaan.

Kekuasaan sendiri adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain, baik pikiran maupun perbuatan agar orang tersebut berpikir dan bertindak sesuai dengan orang yang mempengaruhinya.

Kelemahan dari konsep ini adalah tidak dapat dibedakannya konsep beraspek politik dan yang non politik dan juga kekuasaan hanya salah satu konsep dalam ilmu politik, masih ada konsep ideologi, legitimasi dan konflik.

Fungsionalisme

David Easton berpendapat bahwa politik adalah alokasi nilai-nilai secara otoritatif berdasarkan kewenangan dan mengikat suatu masyarakat.Dapat diketahui bahwa politik sebagai perumusan dan pelaksanaan kebijakan umum.

Kelemahan dari konsep ini adalah ditempatkannya pemerintah sebagai sarana dan wasit terhadap persaingan diantara berbagai kekuatan politik untuk mendapatkan nilai-nilai manfaat terbanyak dari kebijakan pemerintah tanpa memperhatikan kepentingan rakyat itu sendiri.

Konflik

Unjuk rasa
Sumber : kompas.com

Pandangan konflik mendeskripsikan bahwa politik merupakan kegiatan untuk memengaruhi perumusan dan kebijaksanaan umum dalam rangka usaha untuk memengaruhi, mendapatkan dan mempertahankan nilai.

Oleh karena itu sering terjadi perdebatan dan pertentangan antara pihak yang memperjuangkan dan pihak yang mempertahankan nilai. Kelemahan konsep ini adalah tidak semua konflik berdimensi politik.

Sistem Politik

Sistem politik sendiri merupakan interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam proses pembuatan dan kebijakan yang terkait dengan tujuan kebaikan bersama.

Dalam Sistem Politik Indonesia (2017) Andi Muh. Dzul Fadli, mengemukakan jika sistem politik merupakan konsep yang terbentuk dari kata “sistem” dan “politik”.

Sistem politik adalah salah satu sistem dari berbagai sistem yang ada di dalam masyarakat, seperti sistem sosial, ekonomi, budaya, dan hukum.

Berikut ini merupakan contoh dari macam-macam sistem politik:

Sistem Politik Komunis

Komunisme
Sumber : detik.com

Komunis adalah bentuk pemerintahan negara yang menganut komunisme dengan sistem satu partai dan mendeklarasikan kesetiaan kepada Marxisme.

CIRI-CIRI SISTEM POLITIK NEGARA KOMUNIS

  • Tidak ada ketentuan politik bagi rakyat
  • Kekuasaan terpusat pada negara
  • Menolak keyakinan atau agama
  • Hukum ditegakkan demi kepentingan negara
  • Pemerintahan dijalankan secara tertutup
  • Partisipasi rakyat dipaksakan

Sistem Politik Liberal

Liberalisme

Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu.

CIRI-CIRI SISTEM POLITIK NEGARA LIBERAL.

  • Kebebasan politik bagi rakyat
  • Jaminan hak asasi manusia dalam konstitusi
  • Pembagian atau pemisahan kekuasaan
  • Negara di jalankan berdasarkan hukum
  • Pemerintahan dijalankan secara terbukadan transparan
  • Partisipasi rakyat atas dasar kesadaran

Sistem Politik Fasisme.

Fasisme
Nazi German yang Fasis

Fasisme adalah paham yang berdasarkan prinsip kepemimpinan dengan otoritas yang mutlak/absolut di mana perintah pemimpin dan kepatuhan berlaku tanpa pengecualian.

CIRI – CIRI SISTEM NEGARA FASIS :

  • Kepemimpinan otoritas absolut, pengikut menjadi massa yang seragam.
  • Gerakan militerisme penting, karena fasisme selalu membayangkan negara dalam keadaan bahaya dan musuh di mana-mana.
  • Musuh dikonstruksi dalam sebuah kerangka konspirasi atau ideologi.
  • Ideologi identitas di mana sebuah unsur harus murni, yaitu bebas unsur-unsur yang menganggap sebagai unsur yang tidak asli.

Sistem Politik Oligarki.

Oligarki
Rusia modern dianggap negara oligarki

Oligarki adalah bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya secara efektif dipegang oleh kelompok elit kecil dari masyarakat, baik dibedakan menurut kekayaan, keluarga, atau militer.

CIRI – CIRI SISTEM POLITIK OLIGARKI :

  • Kekuasaan dipegang oleh kelompok kecil masyarakat
  • Ketidaksetaraan atau kesenjangan material yang ekstrem.
  • Adanya hubungan yang erat antara uang dan kekuasaan.
  • Kekuasaan dimiliki untuk mempertahankan kekayaan.

Sistem Politik Monarki.

Monarki
Pengantar ilmu Politik

Monarki merupakan sejenis pemerintahan yang dipimpin oleh seorang penguasa monarki atau penguasa absolut sampai diturunkan.

CIRI – CIRI SISTEM NEGARA MONARKI.

  • Kepala negara adalah raja atau ratu.
  • Kepala pemerintahan dipegang oleh perdana menteri.
  • Hukuman kepada kepala negara tidak berlaku.

Sistem Politik Demokrasi.

Demokrasi
Pemilu di Afrika

Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi—baik secara langsung atau melalui perwakilan—dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum.

CIRI – CIRI SISTEM NEGARA DEMOKRASI

  • Adanya keterlibatan warga negara (rakyat) dalam pengambilan keputusan politik, baik langsung maupun tidak langsung (perwakilan).
  • Adanya pengakuan, penghargaan, dan perlindungan terhadap hak-hak asasi rakyat (warga negara).
  • Adanya persamaan hak bagi seluruh warga negara dalam segala bidang.
  • Adanya lembaga peradilan dan kekuasaan kehakiman yang independen sebagai alat penegakan hukum
  • Adanya kebebasan dan kemerdekaan bagi seluruh warga negara.
  • Adanya pers (media massa) yang bebas untuk menyampaikan informasi dan mengontrol perilaku dan kebijakan pemerintah.
  • Adanya pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat.
  • Adanya pemilihan umum yang bebas, jujur, adil untuk menentukan (memilih) pemimpin negara dan pemerintahan serta anggota lembaga perwakilan rakyat.
  • Adanya pengakuan terhadap perbedaan keragamaan (suku, agama, golongan, dan sebagainya).

Dan itulah Pengantar ilmu politik bagian pertama, yang mencakup Pengertian, konsep dan sistem politik.

Dengan Belajar Pengantar ilmu politik kita dapat sedikit paham tentang peta kekuasaan dan kehidupan bermasyarakat.

Semoga bermanfaat iya sobat, sampai jumpa lagi.

About Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com