Cara Menulis Naskah Drama yang Benar Beserta 2 Contohnya, Wajib Tahu!

Halo sobat, setelah kemarin kita mempelajari tentang Teks Anekdot sekarang kita akan menulis cara menulis naskah drama yang benar yang Wajib Kamu ketahui agar naskah drama kamu dapat terlihat lebih bagus dan keren!

Drama adalah salah satu bidang dari Seni Sastra yang terdapat dalam pertunjukan: drama, opera, pantomim, balet, dll dan dapat dilakukan di teater, atau di radio atau televisi. Drama sendiri berasal dari kata Dramoai yang berarti “To Act” atau ‘melakukan sesuatu’ atau Bermain Peran dalam melakukan sesuatu.

Agar Karya Drama kita menjadi bagus saat di tampilkan dalam sebuah pertunjukan perlu sebuah naskah yang bagus. Dan dalam drama terdapat cara dan kaidah menulis naskah drama yang meski diikuti seperti berikut ini.

Kaidah dan Cara Menulis Naskah Drama

Ciri – ciri Drama

Sebelum memulai menulis naskah drama terlebih dahulu kita harus mengetahui tiga ciri drama itu sendiri yaitu :

  • Berupa Cerita, sebuah drama mesti memiliki sebuah cerita yang dapat diikuti di dalamnya.
  • Berupa Dialog, dalam sebuah drama dialog antar tokoh yang menggerakkan cerita.
  • Untuk dipentaskan, tentu saja sebuah drama dibuat untuk ditampilkan di depan umum bukan ?

Struktur Drama Adalah

Berbeda dengan Seni sastra lain, drama mempertimbangkan banyak hal berkaitan dengan penyajian di atas panggung, Nah disitulah, Struktur digunakan oleh penulis skenario untuk mempermudah mereka dalam penulisan.

Dan berikut ini adalah struktur dalam Drama.

  • Prolog
  • Dialog
  • Epilog

Prolog

Prolog menurut KBBI adalah adegan singkat ataupun Narasi pembuka yang ada dalam cerita. Prolog adalah bagian pengantar atau pembuka dalam sebuah cerita. Dalam prolog biasanya kamu akan menceritakan tentang gambaran umum cerita tersebut.

Prolog dibacakan saat akan memulai pertunjukan drama.

Dialog

Dialog adalah percakapan yang melibatkan tokoh-tokoh drama yang dapat menggambarkan kehidupan dan watak tokoh, problematikan hidup yang dihadapi, dan cara tokoh dalam menyikapi persoalan hidupnya. Dalam drama dialog digunakan sebagai pendorong cerita.

Dialog juga dapat berupa monolog (atau sebuah cara penyampaian dialog oleh satu orang pemain saja)

Epilog

Epilog merupakan ending atau akhir dari cerita, dimana kita menceritakan inti sari dan penyelesaian konflik yang dialami oleh para tokoh dalam cerita.

Unsur – Unsur dalam Drama

Dalam menulis Naskah Drama terdapat beberapa unsur – unsur yang harus kamu perhatikan diantaranya :

Tema

Tema adalah bahasan dasar yang ingin dibicarakan oleh kamu sebagai penulis naskah drama. Tema merupakan inti cerita dalam sebuah drama. Unsur ini yang membangun gagasan pokok dalam drama yang menjadi dasar dan sudut pandang yang akan coba kamu tulis.

Plot (Alur)

Alur adalah rangkaian peristiwa yang dijalin sedemikian rupa untuk menjalankan cerita, dari awal, tengah, hingga mencapai klimaks dan akhir cerita.

Secara garis besar, plot drama dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:

  • Pemaparan atau eksposisi – Pada bagian pembuka ini diceritakan mengenai tempat, waktu dan segala situasi dari para tokoh ceritanya.
  • Komplikasi awal atau konflik awal – Di bagian ini mulai dimunculkan konflik awal atau masalah yang perlu di pecahkan tokoh untuk menjalankan jalan cerita.
  • Klimaks dan krisis – cerita mulai terbangun dan tokoh cerita melewati krisis demi krisis. 
  • Clousure atau Penyelesaian – Pada tahap Tokoh mulai mendapatkan momen atau peristiwa yang dapat memecahkan persoalan yang tengah dihadapinya.
  • Katastrofe – Sikap dari para Tokoh atas konflik yang sudah mereka hadapi.

Terdapat tiga jenis alur dalam drama, yaitu:

  • Sirkuler: alur cerita yang berkisar pada satu peristiwa saja.
  • Linear: memiliki alur berurutan, biasanya berdasarkan urutan waktu kejadian dan disusun secara kronologis.
  • Episodik: alur cerita yang terpisah dalam bagian (episode) namun bertemu kembali di akhir cerita.

Dialog

Dialog adalah dalam drama berbeda dengan karya sastra lainnya. Dalam Drama Dialog berguna untuk menggiring tokoh dalam konflik atau menjalankan cerita atau plot.

Dialog juga berguna untuk membangun ekspresi, emosi, pemikiran, pembentukan karakter, bahkan motivasi gerakan yang dilakukan oleh tokoh cerita.

Tokoh

Tokoh bertugas mengaktualisasikan cerita atau naskah drama di atas pentas. Dalam drama Tokoh dan Dialog berguna untuk menjalankan alur sebuah cerita. Tokoh berkaitan erat dengan penokohan atau perwatakan. Perwatakan tersebut dapat diidentifikasi dari dialog diucapkan atau ekspresi dan gerak-gerik di panggung.

Penokohan dalam cerita ada beberapa loh! Dan menjadi terbagi ke dalam beberapa bentuk yaitu :

  • Protagonis, tokoh utama yang menggerakkan plot (alur cerita) dari awal sampai akhir.
  • Antagonis, antagonis adalah tokoh yang menentang keinginan dari tokoh protagonis.
  • Tritagonis, adalah tokoh yang dipercaya oleh tokoh protagonis.yang biasa menjadi penyelesai atau pemberi solusi atas apa yang dialami tokoh protagonis.
  • Deutragonis, adalah tokoh pembantu yang menjadi Sidekick tokoh protagonis ataupun antagonis yang berguna untuk menyusahkan atau membantu tokoh utama.
  • Foil, adalah tokoh provokator yang digunakan untuk menggerakkan tokoh antagonis.
  • Utility, adalah tokoh pembantu cerita.

Latar

Latar atau setting merupakan gambaran waktu, tempat, suasana, atau ruang dalam drama. Kamu sebagai Penulis naskah drama harus mempertimbangkan latar tempat apa yang ingin kamu tampilkan. Selalu perhatikan kemungkinan tempat dimana dramamu akan dipentaskan.

Amanat

Adalah pesan tersirat yang coba kamu sampaikan sebagai penulis naskah drama. Tapi Penonton dapat menafsirkan sendiri pesan moral yang terkandung dalam naskah yang dibaca atau drama yang ditontonnya.

Kaidah Kebahasaan Drama

Dalam menulis naskah drama ada beberapa kaidah yang harus diperhatikan dalam menulis naskah drama yaitu :

  • Berupa dialog
  • Menggunakan tanda petik pada dialog
  • Menggunakan kata ganti orang ketiga pada bagian prolog atau epilog.
  • Menggunakan kata ganti orang pertama dan kedua pada dialog
  • Menggunakan konjungsi temporal ( seperti sebelum, sekarang, setelah itu, mula-mula, kemudian)
  • Banyak memakai kata kerja untuk menggambarkan suatu peristiwa (menyuruh, menyingkirkan, menghadap)
  • Juga memakai kata kerja untuk menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh (menginginkan, mengharapkan, mengalami)
  • Menggunakan kata-kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana (ramai, bersih, hebat)

Contoh Drama :

Kenapa Kamu Menangis ?

Sumber : freepik.com

Seperti biasa saat akan pulang sekolah. Akhas berjalan melewati sebuah gang menuju rumahnya, saat berjalan pulang dia menemukan gadis yang dia suka, Salsa tengah berjalan sambil menangis. Awalnya Akash tak ingin menggangu gadis itu. Dia malu. Tapi kali ini dia mencoba memberanikan diri, karena dia tak ingin gadis itu terus menangis

Akash : (Mencoba mendekat ke salsa) “Sa, kamu kenapa?”

Salsa : (Dengan suara acuh dan tangan yang mencoba menghapus air mata) “enggak apa – apa.”

Akash : “kamu bohong, sudah jelas kamu sedang tidak baik – baik saja. ?”

Salsa yang awalnya tak ingin di ganggu, berhenti berjalan. Dia menatap teman yang sekelasnya itu. Wajahnya terlihat sangat khawatir. Hati Salsa pun luruh.

Salsa : “Aku ada masalah, Kas!”

Akash : “Masalah? Masalah apa, Sa? kamu bisa cerita sama aku, mungkin aku bisa bantu.”

Salsa sekali lagi melihat temannya itu.

Salsa : “Udahlah, ini rumit. Aku enggak ingin membuatmu repot”

Akash : “Semua masalah itu rumit. Dan akan semakin rumit jika kamu simpan itu sendiri, jadi percaya sama aku. Kamu bisa cerita apapun ? (Akash Tersenyum)

Salsa : (Tertunduk lemas, nada pelan) “Sudah beberapa hari ini orang tua ku selalu tak akur. Mereka bertengkar setiap hari (Salsa terdiam), aku stress Kash”

Akash : “Kalau boleh tahu. Kenapa mereka bertengkar pertengkaran mereka?”

Salsa : (salsa menggelengkan kepalanya pelan) “Tidak jelas. Katanya mereka sudah tidak sehati lagi.”

Akasha : “Sabar ya, Sa. Terus berdo’a dan berusaha, meski sulit tapi coba mulai mengajak mereka bicara dari hati ke hati.”

Salsa : “Maunya sih begitu, tapi apa mungkin? Mereka saja tak pernah mengajakku bicara, mereka egois. Aku enggak tahu harus bicara sama siapa ?” (Air matanya kembali berlinang)

Akasha : “ aku yakin mereka pasti mau bicara denganmu juga, karena kamu adalah anak kesayangan mereka. Tapi Kamu bisa cerita sama aku,” (Menggenggam Tangan Salsa)

”Salsa : “Iya. Tapi apa kamu mau mendengar cerita sedihku setiap hari ?”

Akasha : “Setiap orang pasti mengalami masa-masa sulit, tapi kadang butuh orang lain untuk mendengar cerita mereka, dan kamu bisa menjadi orang yang mendengar masalah mereka”

Salsa : “Kamu benar,”

Akasha : “Tidak ada masalah tanpa solusi, begitupun masalah kamu. Meski ini menyangkut orang tua, pasti ada jalan keluarnya, percaya sama aku. Berdo’a pada yang di atas agar semua bisa kembali seperti semula.”

Salsa : “Makasih ya, Kash. Aku sedikit lega. Aku janji, akan mencoba berbicara pada mereka tanpa putus asa.”

Aksaha : “Janji?” (mengacungkan kelingkingnya)

Salsa : “Janji.”

Persahabatan yang tak terlupakan.

Pada hari Rabu Gina, Sinta, Putri dan Nia membersihkan kelas karena hari Rabu adalah jadwal piket mereka.

Gina : “Sinta ..tolong kamu hapus papan tulis itu!”

Sinta:”Oke..Gina,tapi muka kamu kok pucat?”(sambil menghapus papan tulis) Gina:”Perut aku lagi sakit”

Putri:”ya sudah aku antar kamu ke ruang UKS ya?”

Gina: “Aduhhh..gimanaya?”(kebingungan) Putri:”Sudahlah, aku antar kamu…ayo”

Gina:”Tapi..tapi”

Putri:”Dari pada kamu makin kesakitan?Gak perlu khawatir di UKS ada obat sakit perut.”

Gina:”oke..aku mau ke UKS”

Putri:”Ayoo”(merangkul bahu Gina dan mengantar Gina ke UKS)

Nia:”Sin..ada apa dengan Gina?”

Sinta:”Ohh..Gina, dia sakit perut.Jadi, Putri membantu dia ke UKS”

Tiba – tiba Anton yang telat masuk ke kelas.

Anton:” Sorii ..soriii aku terlambat karena kakek aku tiba mendadak sakit. Jadi aku harus mengantar kakek untuk berobat ke rumah sakit dulu.”

Nia:”Gak apa – apa Anton.. kebetulan pekerjaannya sudah selesai”

Anton:”Tunggu…tunggu…..ke mana Gina dan Putri?”

Sinta:” Gina sakit perut, jadi Putri mengantarnya ke UKS.”

Anton:”Oh..begitu”

Lalu Putri kembali ke kelas, dan langsung mendekati anton.

Putri:” Anton kok kamu telat?”

Anton:” Sori Put, tadi pagi kakek aku mendadak sakit jadi aku harus mengantar kakek untuk berobat dulu.

Putri: ” okelah, kalau begitu, lain kali jangan terlambat lagi iya.”

Anton : ” tentu putri.”

Baca juga : Contoh Kata Pengantar

Dan itulah kawan cara menulis naskah drama beserta contohnya. Semoga dapat membantu kamu dalam menuliskan drama yang bagus. Hingga dapat ditampilkan di depan banyak orang.

About Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com

Exit mobile version