Fakta Pesawat N250 Gatotkaca, Pesawat Buatan Asli Indonesia

Halo sobat, pernah kah kamu mendengar tentang pesawat N250 Gatotkaca ? Iya, benar. Pesawat N250 Gatotkaca adalah Pesawat Buatan Indonesia pertama yang diciptakan oleh Presiden ke-2, BJ Habibie yang saat itu menjabat sebagai Menristek dan Kepala Industri Pesawat Terbang Nusantara.

Pesawat N250 PA01 Gatotkaca merupakan pesawat pertama hasil dari Grand Strategy tahap 3 yang dicanangkan oleh BJ Habibie, yakni Tahap Pengembangan Teknologi pada saat kabinet Presiden Suharto.

Dan sobat ternyata terdapat banyak beberapa fakta menarik tentang Pesawat Asli Indonesia ini, yang telah kami himpun untuk kamu.

Fakta Pesawat N250 Gatotkaca

Arti Nama Pesawat IPTN N250 Gatot Kaca.

sumber : detik.com

IPTN N-250 adalah pesawat penumpang regional, yang di desain oleh IPTN ( Industri Pesawat Terbang Nusantara ) (sekarang disebut dengan PT Dirgantara Indonesia).

Huruf N di depan adalah singkatan dari Nurtanio atau Nusantara dan 250 menunjukkan kekuatan pesawat mesin turbo dengan kapasitas 50 penumpang ini.

Sementara Gatotkaca adalah nama yang diberikan oleh Presiden saat itu, Presiden Soeharto untuk nama prototipe pertama dari N250 ini.

N250 adalah satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang menggunakan fly by wire dengan jam terbang selama 900 jam.

Pesawat ini adalah upaya besar pertama IPTN untuk memenangkan pangsa pasar kelas turboprop regional dengan 64-68 kursi pesawat.

Baca Juga : Pesawat – pesawat pertama

Hasil Pemikiran BJ Habibie

sumber : pinterest

Rencana pengembangan N-250 pertama kali diungkap oleh PT IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia ) pada Paris Air Show pada tahun 1989, tapi pertama kali diperkenalkan pada saat Pagelaran Pameran Kedirgantaraan pada tahun 1986.

Pesawat N250 PA01 Gatotkaca merupakan pesawat pertama hasil dari Grand Strategy tahap 3 yang dicanangkan oleh BJ Habibie, yakni Tahap Pengembangan Teknologi.

Saat itu beliau menjabat sebagai Menristek dibawah presiden Suharto.

Pembuatan pesawat tersebut dibiayai oleh negara sehingga pesawat N250 menjadi aset milik Indonesia. Pesawat ini memiliki nomor registrasi PK-XNG.

Dan pertama kali terbang pada tanggal 10 Agustus 1995, yang sekarang dirayakan sebagai Hari Teknologi Nasional (Harteknas).

Prototipe kedua, varian lebih besar dengan berkapasitas 70 penumpang bernama N250-100, direncanakan terbang perdana pada Mei 1996. tetapi harus ditunda dan pesawat itu diterbangkan pertama kali pada 19 Desember 1996.

Prototipe ketiga dan keempat direncanakan untuk terbang pertama kali masing-masing pada Juli 1996 dan September 1996, tetapi konstruksi untuk kedua pesawat terhenti karena krisis keuangan yang menimpa Asia, terutama Indonesia.

Baca juga : Sejarah Android

Pesawat Penumpang Canggih Pada Masanya

sumber : liputan6.com

Pesawat N250 Gatotkaca ini adalah satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang menggunakan sistem fly by wire, full glass cockpit dan engine instrument dan juga memiliki crew alerting system (EICAS). dengan jam terbang 900 jam.

FBW atau Fly by wire sendiri adalah sistem kendali yang menggunakan kabel-kabel data sebagai pengganti kabel kendali dari logam yang berat dan rumit.

FBW dinilai rumit saat itu, hingga banyak orang yang kurang yakin akan hasilnya. Tapi Pak Habibie ingin menjadikan N250 sebagai pesawat baling-baling dengan kecepatan jelajah tinggi 330 knot atau hampir 600 kilometer per jam.

Tapi kesuksesan uji terbang N250 menjawab keraguan tersebut. Bahkan di kemudian hari ide itu diikuti oleh pesawat sejenis lain.

Pesawat ini dirancang tanpa alami dutch roll atau istilah untuk pesawat oleng. Teknologi pesawat Gatotkaca ini dipersiapkan oleh BJ Habibie agar dapat bertahan untuk 30 tahun ke depan.

Kecepatan terbang Gatot Kaca ini maksimal 610 km per jam dan kecepatan ekonomisnya adalah 555 km per jam yang merupakan kecepatan tertinggi di kelas turboprop 50 penumpang saat itu.

Sementara, untuk ketinggian operasi adalah 25.000 kaki (7.620 meter) dengan daya jelajah 1.480 km.

Baca juga : Penemuan penting abad21

Krisis Menghentikan Produksinya.

Sayang kebanggaan negara Indonesia ini, hari berhenti saat pengerjaan prototipe berikutnya karena kita diterpa krisis moneter tahun 1998.

Bahkan dilansir kompas.com, IPTN harus merumahkan 15700 pekerja dan untuk produksi pesawat ini memerlukan modal sekitar 650 juta dollar, yang terllau besar saat itu.

Hingga akhirnya IPTN berubah nama menjadi PT Dirgantara Indonesia, dan mencoba bangkit kembali agar membawa nama bangsa Indonesia kembali bersinar di angkasa.

Pesawat Gatotkaca N250 sendiri, akhirnya di sumbangkan ke Museum Pusat Dirgantara Mandala (Muspusdirla) di Yogyakarta, pada tahun 2020 lalu.

Dan itulah kawan fakta singkat tentang N250 Gatotkaca Pesawat Terbang Buatan Asli karya anak bangsa dan khususnya persembahan dari BJ Habibie.

Semoga kisah ini dapat menjadi motivasi kita untuk dapat kembali membawa nama bangsa mengudara di Angkasa, Amin.

Sampai jumpa di materi menarik lainnya.

About Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com

Exit mobile version