Hola, Sobat jika kemarin kita membahas kerajaan Kutai Martapura, sekarang kita sama – sama akan membahas kerajaan Tarumanegara, kerajaan Hindu Budha tertua kedua di Indonesia yang terletak di Jawa Barat.

Kerajaan ini di sebut – sebut oleh para petualang kuno sebagai kerajaan YawaDwipa

Penasaran ? Mari kita cari tahu sama – sama.

Kerajaan Tarumanegara
Sumber : Historia.com

Asal Nama Tarumanegara

Nama kata Tarumanegara berasal dari kata Tarum yang orang Sunda kenal sebagai nama dari pohon indigo.

Pohon tarum
Pohon Tarum

Ini sesuai dengan pernyataan dari peneliti asal Belanda bernama N.J.Kroom yang menyebut bahwa banyak kerajaan di pulau Jawa menggunakan nama Pohon sebagai Nama Kerajaannya. (Contohnya Majapahit dan Tarumanagara)

Meski asumsi ini dibantah oleh De Graff yang menyebut nama Tarum berasal dari sungai Citarum.

Sungai citarum
Sungai Citarum

Berdirinya Kerajaan Tarumanegara

Didirikan oleh Jayasinghawarman di tepi sungai Citarum yang sekarang masuk dalam  Kabupaten Lebak Banten. Tarumanegara diperkirakan berkembang antara tahun 400-600 M.  

Diperkirakan kerajaan ini menguasai wilayah Jawa Barat dan Banten.

Puncak Kejayaan Tarumanegara

Di dukung oleh Beberapa prasasti Puncak kejayaan kerajaan Tarumanagara terjadi ketika dipimpin oleh Raja Purnawarman.

Walaupun sebelum Purnawarman memimpin, Tarumanagara telah menjalin hubungan perdagangan dengan negeri Cina. Salah satu barang yang diperdagangkan kulit penyu yang digemari oleh saudagar cina. Selain kulit penyu masyarakat Tarumanagara juga berdagang emas dan perak. Yang berarti mereka sudah mengenal sistem pertambangan sejak dulu kala.

Prasasti Tugu menjelaskan tentang raja Purnawarman yang menggali terusan Gomati sepanjang 6122 busur, wilayahnya saat itu meliputi Bogor (Jawabarat) dan Pandeglang (Banten).

Kekuasaan Purnawarman membawahi 48 raja daerah yang membentang dari Salakanagara atau Rajatapura (di daerah Teluk Lada Pandeglang) sampai ke Purwalingga (Purbolinggo) di Jawa Tengah.

Raja – Raja Tarumanegara

Meski kerajaan ini kekurangan bukti sejarah, Tapi diketahui kerajaan ini memiliki beberapa Raja yaitu :

  • Jayasingawarman
  • Dharmayawarman
  • Purnawarman
  • Wisnuwarman
  • Indrawarman
  • Candrawarman
  • Suryawarman
  • Kertawarman
  • Sudhawarman
  • Linggawarman

Peninggalan Tarumanegara

Untuk mendukung keberadaan sebuah kerajaan kuno, diperlukan temuan peninggalan- peninggalan. Nah, ada beberapa prasasti yang menjelaskan keberadaan Tarumanegara ini, diantaranya :

Prasasti Pasir Awi

Lokasi Prasasti ini ditemukan di di kawasan hutan di perbukitan Cipamingkis Kabupaten Bogor. Ditemukan pertama kali oleh seorang arkeolog asal Belanda, bernama N.W. Hoepermans. S.

Pada prasasti ini terdapat pahatan sepasang tapak kaki yang menghadap ke arah utara dan timur. Pahatan tapak kaki tersebut dianggap sebagai tapak kaki milik Sri Purnawarman

Prasasti Ciaruteun

Prasasti Ciaruteun
sumber : cagarbudaya.kemdikbud.go.id

Prasasti ini diketahui keberadaannya berdasarkan laporan dari pimpinan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang menemukannya di aliran Sungai Ciaruteun di muka sungai Cisadane.

Dalam prasasti ini terdapat telapak kaki Raja Purnawarman, gambar laba-laba dan huruf – huruf Pallawa.

Prasasti Kebon Kopi

Prasasti Kebon Kopi
Sumber : cagarbudaya.kemdikbud.go.id

Prasasti kebun kopi ditemukan di desa Cibungbulan, di desa Muara Hilir, Kabupaten Bogor.

Dalam Prasasti ini terdapat telapak kaki gajah dan kaki Purnawarman. Yang menggambarkan Purnawarman sebagai Dewa Wisnu.

Dalam agama Hindu, Gajah adalah hewan suci kendaraan Dewa Wisnu, Dewa utama agama Hindu.

Prasasti Tugu

Prasasti Tugu
Sumber : wikipedia.com

Prasasti Tugu ketika ditemukan adalah di Kampung Batutumbuh, Desa Tugu, Jakarta. Prasasti ini menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya.

Penggalian sungai ini bertujuan untuk menghindari bencana alam berupa banjir dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau.

Prasasti Jambu

Prasasti Jambu
sumber : cagarbudaya.kemdikbud.go.id

Prasasti ini disebut prasasti Jambu karena di temukan di perkebunan Jambu, di wilayah Pasir Gintung , Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Prasasti Jambu terdiri dari dua baris aksara Pallawa yang disusun dalam bentuk seloka bahasa Sanskerta yang menceritakan kehebatan Raja Purnawarman.

Prasasti Cidanghiang.

Prasasti Cidanghiang
sumber : pikiran-rakyat.com

Prasasti Cidanghiang ditemukan di Pandeglang, Banten. Prasasti ini dilaporkan pertama kali oleh Toebagus Roesjan kepada Dinas Purbakala pada tahun 1947.

Prasasti Cidanghiang ditulis dalam aksara Pallawa dalam bahasa Sanskerta yang berisi kemuliaan Raja Purnawarman.

Baca juga : kerajaan Salakanagara

Kemunduran Kerajaan Tarumanegara.

Kemunduran kerajaan Tarumanegara mulai terlihat pada masa kepemimpinan Sudawarman.

  • Pertama, dia memberi otonomi kepada raja-raja bawahannya.
  • Kedua munculnya kerajaan saingannya, yaitu kerajaan Galuh Pakuan. Galuh sendiri didirikan oleh Wretikandayun, cucu dari Kretawarman, raja Tarumanagara kedelapan.

Lalu pamor Tarumanegara semakin menghilang saat Linggawarman, Raja Terakhir Tarumanegara tak memiliki penerus.

Dia memiliki dua anak perempuan, yang sulung bernama Manasih dan menjadi istri Tarusbawa. Yang kedua, Subakancana menjadi istri Depuntahyang Srijayanasa, pendiri kerajaan Sriwijaya.

Linggawarman memberikan tahta pada menantu pertamanya Tarusbawa, yang memindahkan ibukota dan mengganti nama Tarumanegara menjadi Kerajaan Sunda.

Dan sejak saat itu Kerajaan Tarumanegara berubah menjadi kerajaan Sunda.

Berita Dari Negeri Asing.

Selain Peninggalan berupa Prasasti, Berita Tarumanagara juga tersiar dari negeri asing, seperti.

  • Berita dari Cina yang dibawa Fa Hsien dalam perjalanannya kembali ke Cina dari India menyebutkan bahwa rakyat di Ye-Po-Ti (Jawa=Taruma) sebagian besar beragama Hindu, sebagian kecil beragama Buddha dan Kitters (penyembah berhala).
  • Berita dari Soui (Cina) menyebutkan bahwa pada tahun 528 dan 535 datang utusan dari Tolomo (Taruma) ke Cina.
  • Berita Fa-hsien pada awal abad ke-V, di Tarumanagara terdapat tiga macam agama, yaitu agama Buddha, Hindu, dan agama kotor (Yang disebut “agama kotor” adalah agama Siwa Pasupata.
  • ahli ilmu bumi Yunani Kuno Claudius Ptolomeus, menyebutkan bahwa di Timur Jauh ada sebuah kota bernama Argyre yang terletak di ujung Pulau Iabadium (Jawadwipa=Pulau Jelai=Pulau Jawa).

Dan itulah Fakta mengenai Tarumanegara yang sudah dikenal di negeri asing sejak dulu kala.

Menurut sobat, apakah Tarumanegara salah satu kerajaan Hindu tertua di Nusantara ?

Andika Pratama
Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com

Enable Notifications    OK No thanks