4 Faktor-Faktor yang mempengaruhi laju reaksi

Halo sobat kali ini kita akan membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan juga Penjelasan tentang pengertian dan konsep laju reaksi.

Karena banyak sekali reaksi kimia yang terjadi di sekitar kita yang bahkan tidak kita ketahui sebabnya. Ada yang berlangsung cepat, sedang, lambat, bahkan sangat lambat hingga tidak kita ketahui.

Contoh dari reaksi di sekitar kita adalah saat prosesi membusuknya buah – buah di pohon, perubahan besi yang berkarat hingga saat petasan yang di nyalakan.

Dan cepat atau lambatnya laju reaksi – reaksi tersebut dipengaruhi oleh 4 Faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Dan untuk mengetahui tentang tentang 4 faktor tersebut mari kita simak materi berikut ini.

Laju Reaksi adalah.

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
sumber : freepik.com

Laju reaksi ialah perubahan konsentrasi reaktan atau produk berdasarkan periode waktu. Contohnya terjadi saat kamu membuat adonan tepung, dimana tepung akan mengental atau mencair saat kamu tambahkan air.

Laju sendiri berkaitan dengan periode waktu. Jika waktu yang dibutuhka singkat, maka lajunya besar. Sedangkan jika waktu yang dibutuhkan itu panjang, maka lajunya kecil. Yang artinya, laju itu berbanding terbalik dengan waktu.

Konsentrasi

Nah kawan agar kita dapat mempelajari lebih lanjut tentang laju reaksi atau kecepatan reaksi, terlebih dahulu kita akan mempelajari tentang apa itu konsentrasi.

Konsentrasi adalah sebuah ukuran yang memberitahukan banyaknya sebuah zat di dalam suatu campuran. Yang akan dibagi dengan “volume total” dari campuran tersebut.

Konsentrasi yang digunakan dalam laju reaksi adalah molaritas.

Pengertian Molaritas.

Molaritas merupakan salah satu cara untuk menyatakan kosentrasi larutan, selain molalitas, normalitas maupun fraksi mol.

Molaritas menyatakan jumlah mol zat yang terlarut dalam satu liter larutan. Molaritas dilambangkan dengan notasi M dan satuannya adalah mol/liter (James E. Brady, 2000).

Untuk mencari nilai Molaritas kamu dapat menggunakan rumus : M = n/m.

Jika zat yang akan kamu molaritasnya ada dalam satuan gram dan volume, maka molaritasnya dapat kamu hitung dengan rumus:

(M = n x 1000/mL) atau (M = g/Mr x 1000/mL).

Baca : Hidrolisis Garam

Faktor-Faktor yang mempengaruhi laju reaksi

Dalam Konsep Laju Reaksi menurut James E. Brady (1990) terdapat beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi diantaranya diantaranya :

  • Konsentrasi
  • Temperatur
  • Katalis
  • Luas Permukaan

Konsentrasi

Pada umumnya, reaksi akan berlangsung lebih cepat jika konsentrasi pereaksi diperbesar. Zat yang konsentrasinya besar mengandung jumlah partikel yang lebih banyak, sehingga partikel-partikelnya tersusun lebih rapat dibanding zat yang konsentrasinya rendah.

Partikel yang susunannya lebih rapat, akan lebih sering bertumbukan dibanding dengan partikel yang susunannya renggang, sehingga kemungkinan terjadinya reaksi makin besar.

Semakin tinggi konsentrasi zatnya, maka semakin banyak molekul dalam tiap satuan. Ini berakibat tumbukan antarmolekul intensitasnya makin sering terjadi dan reaksinya berlangsung semakin cepat.

Temperatur

Temperatur atau lebih kita kenal dengan suhu adalah Suhu menunjukkan derajat panas benda. Mudahnya, semakin tinggi suhu suatu benda, semakin panas benda tersebut.

Setiap partikel selalu bergerak. Dengan menaikkan temperatur, energi gerak atau energi kinetik partikel bertambah, sehingga tumbukan lebih sering terjadi.

Dengan frekuensi tumbukan yang semakin besar, maka kemungkinan terjadinya tumbukan efektif yang mampu menghasilkan reaksi juga semakin besar.

Suhu atau temperatur ternyata juga memperbesar energi potensial suatu zat. Zat-zat yang energi potensialnya kecil, jika bertumbukan akan sukar menghasilkan tumbukan efektif.

Hal ini terjadi karena zat-zat tersebut tidak mampu melampaui energi aktivasi. Dengan menaikkan suhu, maka hal ini akan memperbesar energi potensial, sehingga ketika bertumbukan akan menghasilkan reaksi.

Dengan peningkatan suhu, energi kinetik partikel semakin besar. Hal ini menyebabkan gerak partikel juga semakin besar, sehingga kemungkinan terjadinya tumbukan yang efektif juga semakin besar.

Katalis

Katalis atau katalisator adalah sebuah senyawa atau unsur yang dapat kamu gunakan untuk meningkatkan sebuah proses laju reaksi, tanpa ikut terpakai pada reaksi tersebut.

Fungsi katalis adalah menurunkan energi aktivasi, sehingga jika ke dalam suatu reaksi ditambahkan katalis, maka reaksi akan lebih mudah terjadi. Hal ini disebabkan karena zatzat yang bereaksi akan lebih mudah melampaui energi aktivasi.

Luas Permukaan

Salah satu syarat agar reaksi dapat berlangsung adalah zat-zat pereaksi harus bercampur atau bersentuhan. Pada campuran pereaksi yang heterogen,reaksi hanya terjadi pada bidang batas campuran.

Bidang batas campuran inilah yang dimaksud dengan bidang sentuh. Dengan memperbesar luas bidang sentuh,reaksi akan berlangsung lebih cepat.

Baca juga : Struktur Atom.

Hukum Laju Reaksi (Persamaan laju reaksi)

Hukum Laju Reaksi atau Persamaan laju reaksi menyatakan hubungan antara konsentrasi pereaksi dengan laju reaksi. Bilangan pangkat pada persamaan di atas disebut sebagai orde reaksi atau tingkat reaksi pada reaksi yang bersangkutan.

Untuk lebih jelas silahkan melihat Persamaan laju reaksi berikut :

xA + yB ⎯⎯→ pC+ qD

Hukum laju reaksi dapat ditulis sebagai berikut :

Screenshot 20210708 160909 3
persamaan laju reaksi

Nah, Jumlah bilangan pangkat konsentrasi pereaksi-pereaksi disebut sebagai orde reaksi total. Artinya, reaksi berorde x terhadap pereaksi A dan reaksi berorde y terhadap pereaksi B, orde reaksi total pada reaksi tersebut adalah (x + y).

Faktor k yang terdapat pada persamaan tersebut disebut tetapan reaksi. Harga k ini tetap untuk suatu reaksi, dan hanya dipengaruhi oleh suhu dan katalis.

Baca juga : Enzim adalah.

Dan itulah kawan faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Semoga informasi dapat membuat kamu untuk mempelajari ilmu kimia.

Sampai jumpa di Pembahasan menarik lainnya.

About Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com