Kelompok Sosial adalah – Contoh dan 4 Tipenya

Halo sobat kali ini kita akan membahas tentang Kelompok Sosial adalah – contoh dan jenisnya yang berlaku di masyarakat. Meski kita sering mendengar jika tidak ada perbedaan antara manusia, nyatanya manusia dibedakan dalam kelompok sosial yang berbeda.

Kelompok sosial sendiri merupakan gejala sosial yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena sebagian besar kegiatan manusia sebagai makhluk sosial berlangsung di dalam sebuah kelompok.

Kelompok – kelompok Sosial ini dapat kita bedakan berdasarkan berbagai macam cara entah melalui proses terbentuknya, menurut ikatannya, berdasarkan komunitas ataupun organisasi tempat mereka bernaung.

Tapi apa sih Pengertian Kelompok Sosial itu, apa sajakah contohnya dan tipe – tipenya ? Mari kita simak bersama – sama materinya.

Kelompok Sosial adalah

Kelompok Sosial adalah
sumber : shutterstock.com

Kelompok sosial adalah kesatuan manusia yang hidup bersama sebuah kelompok karena saling berinteraksi dan berkomunikasi serta memiliki hubungan timbal balik yang saling menguntungkan satu sama lain.

Pengertian Kelompok Sosial menurut Para Ahli

Menurut Robert K. Merton, kelompok sosial ialah sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan.

Menurut Bierstedt kelompok sosial ialah kelompok masyarakat yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis, berhubungan satu dengan yang lain, tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi.

Menurut Paul B.Horfon, kelompok sosial merupakan kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan kehadiran keanggotaannya dan saling berinteraksi antar sesamanya.

Menurut Maclver dan Page, Kelompok Sosial ialah kumpulan manusia yang memiliki hubungan sosial satu sama lain. Hubungan sosial melibatkan hubungan timbal balik dan kesadaran bersama di antara anggota kelompok.

Menurut A.W Green, Kelompok Sosial ialah kumpulan individu yang bertahan bersama dalam waktu lama, yang memiliki satu atau lebih minat dan kegiatan yang sama dan yang terorganisir.

Menurut Alan Mckee (Profesor Universitas Teknologi Sydney) , Kelompok Sosial adalah kemajemukan orang sebagai aktor yang terlibat dalam pola interaksi sosial, sadar untuk berbagi pemahaman bersama dan menerima beberapa hak dan kewajiban yang hanya diperoleh oleh anggota kelompok.

Jenis Kelompok Sosial

Menurut sosiolog Amerika Serikat, CH Cooley Kelompok Sosial terbagi menjadi dua yaitu :

a. Kelompok Primer

Kelompok primer adalah kelompok yang memiliki hubungan pribadi yang langsung, tatap muka, relatif permanen, dan intim seperti hubungan dalam keluarga, sekelompok teman dekat, dan sejenisnya.

b. Kelompok Sekunder

Kelompok Sekunder adalah kelompok yang memiliki hubungan seperti kelompok kerja, di mana individu terkait dengan orang lain. melalui ikatan formal, seringkali legalistik atau kontraktual.

Baca juga : Interaksi Sosial adalah

Syarat Kelompok Sosial

Menurut Soerjono Soekanto (115 ; 2005) suatu himpunan manusia dapat dinamakan sebagai kelompok sosial, apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

  • Setiap anggota kelompok harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan,
  • Memiliki hubungan timbal balik antar anggota,
  • Memiliki suatu faktor yang dimiliki bersama seperti nasib, kepentingan, tujuan, ideologi politik, dan lain-lain.
  • Memiliki struktur, kaidah, dan mempunyai pola perilaku,
  • Memiliki sistem dan berproses.

Tipe -Tipe Kelompok Sosial

Berbagai tipe kelompok sosial yang dapat kita temukan di masyarakat. Hingga dapat diklasifikasikan ke dalam tipe-tipe tertentu. Adapun tipe-tipe tersebut adalah sebagai berikut :

Kelompok Sosial Menurut Proses Terbentuknya

Menurut proses terbentuknya, kelompok sosial dapat dibedakan menjadi sebagai berikut :

A. Kelompok semu.

Kelompok semu merupakan kelompok orang-orang yang bersifat sementara. Kelompok sosial ini tidak memiliki struktur, ikatan, kesadaran jenis atau aturan yang jelas Karena kelompok semu ini terjadi secara spontan atau tiba-tiba.

Adapun ciri-ciri kelompok semu adalah:
  • Tidak direncanakan karena terjadi secara spontan,
  • Tidak terorganisasi sehingga tidak berstruktur,
  • Tidak ada interaksi, interelasi, dan komunikasi yang berlangsung lama (langgeng),
  • Tidak ada kesadaran kelompok, dan 5) kehadirannya bersifat sementara
Jenis Kelompok Semu
1. Kerumunan.
images 38
Kerumunan orang di kejadian kebakaran (sumber : Tribunnews.com)

Kerumunan (crowd), Kerumunan merupakan berkumpulnya orang-orang pada saat tertentu secara cepat tanpa ada ikatan organisasi.

Jenis Kerumunan :
  • Penonton pasif (formal audience) Penonton pasif (formal audience), yaitu kerumunan yang mempunyai pusat perhatian dan tujuan yang sama erat dan mempunyai sifat pasif.
  • Kelompok ekspresif (planned expressive group), yaitu kerumunan yang mementingkan tujuan dari pada pusat perhatian.
  • Kelompok saling tidak senang (inconvinient causal crowds) Kelompok saling tidak senang yaitu kerumunan yang tidak menyukai kehadiran orang lain sebab dapat menghambatnya untuk mencapai tujuan.
  • Kerumunan panik (panic causal crowds) Kerumunan panik adalah kerumunan orang yang dalam keadaan panik untuk menyelamatkan diri dari bahaya.
  • Kerumunan emosional (acting lawless crowds) Kerumunan emosional adalah kerumunan yang menggunakan kekuatan fisik untuk melawan norma-norma pergaulan hidup.
  • Kerumunan tak bermoral (immoral lawless crowd), kerumunan tak bermoral adalah kerumunan orang yang tindakannya melawan norma pergaulan hidup dan tidak mempunyai tujuan yang jelas.
2. Massa (mass)

Massa adalah kumpulan orang yang pembentukannya dapat disengaja dan ada sebagian yang terjadi secara spontan.

3. Publik (public)

Terbentuknya publik hampir sama dengan massa tetapi tidak dalam tempat yang sama. Publik mempunyai anggota yang tersebar tanpa batas wilayah formal

Contoh Kelompok Semu ialah :
  • Kerumunan orang melihat kebakaran
  • Penonton Dangdutan
  • Kerumunan orang mengejar maling.
  • Kerumunan Antri Bansos.
  • Kerumunan pengungsi banjir

B. Kelompok Nyata

Kelompok Nyata adalah Kelompok sosial yang mempunyai berbagai bentuk tetapi memiliki satu ciri yang sama, yaitu kehadirannya bersifat tetap.

Hampir pada semua kelompok sosial yang terjadi di masyarakat merupakan kelompok nyata.

Jenis Kelompok Nyata

Adapun bentuk-bentuk kelompok nyata adalah:

1. Kelompok statistik (statistick group)

Kelompok statistik merupakan kelompok dalam arti analitis saja. Biasanya Kelompok ini digunakan untuk penelitian.

Ciri-ciri dari kelompok Statistik adalah:
  • Tidak direncanakan tetapi bukan berarti terjadi secara spontan,
  • Tidak terorganisir dalam satu wadah tertentu,
  • Tidak ada interaksi, interelasi, dan komunikasi yang berlangsung lama (langgeng),
  • Tidak ada kesadaran berkelompok, dan e) kehadirannya bersifat tetap.

Contohnya kelompok laki-laki dan wanita, kelompok anak sd, kelompok pengusaha, dan sebagainya.

2. Kelompok kemasyarakatan (societal group).

Kelompok kemasyarakatan adalah kelompok yang di dalamnya terdapat persamaan kepentingan pribadi diantara para anggotanya, tetapi kepentingan tersebut bukanlah kepentingan bersama.

ciri – ciri Kelompok kemasyarakatan ialah :
  • Tidak direncanakan tetapi sudah ada dengan sendirinya,
  • Kemungkinan berkelompok dalam suatu wadah tertentu,
  • Kemungkinan ada interaksi, interelasi, dan komunikasi,
  • Kemungkinan terjadi kesadaran berkelompok,
  • Kehadirannya tetap.
3. Kelompok sosial (social group)

Kelompok sosial oleh para ahli sosiologi sering disebut kelompok masyarakat “khusus”. Sering kali kelompok ini terjadi karena ikatan pekerjaan, usia, jenis kelamin, tempat tinggal, dan sebagainya.

Ciri – ciri kelompok sosial adalah:
  • Tidak direncanakan tetapi sudah ada dengan sendirinya,
  • Kemungkinan berkelompok dalam suatu wadah tertentu,
  • Ada interaksi dan interelasi sehingga terjadi komunikasi,
  • Ada kesadaran berkelompok, dan e) kehadirannya tetap.
4. Kelompok asosiasi (associational group)

Kelompok asosiasi mempunyai bentuk yang tetap. Kelompok asosiasi paling mudah dikenali karena adanya wadah tertentu. Contohnya partai politik, Fans bola, dan sebagainya.

Kelompok asosiasi ciri-cirinya adalah:
  • Terjadi karena sengaja direncanakan/dibuat,
  • Terorganisir dalam suatu wadah,
  • Ada interaksi, interalasi, dan komunikasi secara terus menerus,
  • kesadaran berkelompok sangat kuat, dan
  • kehadirannya bersifat tetap.

Baca juga : Mobilisasi Sosial

Kelompok Sosial menurut Ikatannya

Kelompok sosial ini didasarkan atas keeratan ikatan dan hubungan antar anggota. Ferdinand Tonies (Soerjono Soekanto, 2005) membagi kelompok ini menjadi 2 yaitu, Gemeinschaft (Paguyuban) dan Gesellschaft (Patembayan)

1. Gemeinschaft (Paguyuban)

Paguyuban adalah bentuk kehidupan bersama di mana anggota anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta bersifat kekal.

Paguyuban pada dasarnya merupakan kelompok yang terjadi karena ikatan darah (garis keturunan) misalnya perkawinan, kerabat, suku bangsa, dan sebagainya.

Selain itu paguyuban juga dipengaruhi oleh ikatan tempat (paguyuban yang terdiri dari orangorang yang berdekatan tempat tinggal) dan paguyuban karena jiwa-pikiran.

Paguyuban karena jiwa-pikiran terdiri dari orang-orang yang walaupun tidak mempunyai hubungan darah ataupun tempat tinggalnya tidak berdekatan, akan tetapi mereka mempunyai jiwa dan pikiran, serta ideologi yang sama.

Contohnya dari Paguyuban :
  • Perkumpulan Keluarga Minang di Jakarta,
  • Perkumpulan Batak HKBP
  • Perkumpulan Keluarga Banten di Bandung

2. Gesellschaft (Patembayan)

Patembayan merupakan kelompok sosial yang terbentuk atas dasar kepentingan tertentu. Hingga biasanya anggota mementingkan untung dan ruginya. Oleh karena itu, ikatan antaranggotanya bersifat longgar.

Contoh Gesellschaft :
  • Ikatan Kerja
  • Ikatan Dinas
  • Kelompok Arisan
  • Kelompok PKK.

Baca juga : Perubahan Sosial adalah.

Komunitas.

Komunitas merupakan kelompok sosial yang dibatasi oleh wilayah geografis yang jelas. Komunitas ini sering dinamakan dengan istilah masyarakat setempat.

Dasar dalam suatu komunitas yaitu batas wilayah dan kesadaran berkelompok.

Unsur Pembentuk Komunitas.

  • Persamaan Perasaan
  • Sepenanggungan
  • Saling membutuhkan

Contoh dari komunitas adalah RT, RW, Kelurahan, dan sebagainya.

Organisasi Sosial.

images 41 min
Organisasi Budi Oetomo

Organisasi sosial adalah kesatuan orang-orang dengan struktur dan pembagian kerja yang jelas sebagai akibat hubungan sosial yang terjadi di dalam masyarakat.

Ciri – ciri organisasi sosial

  • Memiliki keanggotaan yang bersifat formal. Artinya, untuk menjadi anggota organisasi tersebut harus melalui seleksi yang ditetapkan oleh organisasi.
  • Memiliki struktur organisasi yang jelas. Anggota memainkan perannya sesuai dengan status yang dimilikinya.
  • Rumusan dan peraturan yang jelas. Setiap anggota wajib menaati.
  • Memiliki identitas yang jelas. Seperti simbol, logo bendera, seragam dll.

Jenis Organisasi Sosial

Organisasi sosial dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :

Organisasi formal.

Organisasi formal mempunyai batasan kewenangan dan tanggung jawab serta sistem kerja yang jelas dan tegas.

Tujuan organisasi formal adalah untuk mencapai ketentuan resmi yang telah ditetapkan oleh organisasi.

Ciri – ciri Organisasi formal :
  • Pola komunitas relatif mapan,
  • Disiplin kerja diatur secara formal,
  • Pengkaderan jelas,
  • Memiliki keahlian tertentu
  • tujuan organisasi jelas.
Contoh Organisasi Formal :
  • Kelurahan
  • Perusahaan
  • Koperasi
Organisasi informal

Organisasi informal tidak memiliki struktur kerja yang didasarkan atas ketentuan resmi. Organisasi informal dalam mencapai tujuannya didasarkan atas hubungan pribadi antar anggotanya.

Ciri-ciri organisasi informal :
  • Hubungan sosial bersifat informal,
  • Jumlah anggotanya relatif kecil,
  • Pembentukan organisasi atas dasar kepentingan bersama,
  • Disiplin kerja didasarkan atas kesadaran pribadi bukan pada aturan yang memaksa,
  • Adanya kegemaran anggota yang relatif sama di luar organisasi.
Contoh Organisasi Informal.
  • Ormas
  • Paguyuban silat
  • Organisasi Keagamaan

Baca juga : Struktur Sosial adalah.

Dan itulah kawan Pengertian tentang Kelompok Sosial adalah semoga informasi ini bermanfaat untuk kamu. Sampai jumpa di Pembahasan materi menarik lainnya hanya di ilmusaku.com.

Sumber :

  • Budiyono. 2009. Sosiologi 2: Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
  • Raharjo, Puji. 2009. Sosiologi 2: Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
  • https://www.yourarticlelibrary.com/society/social-groups-the-meaning-characteristics-classification-and-other-details-7041-words/8510.
  • https://www.britannica.com/topic/social-group
About Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com