Kisah Damarwulan dan Minak Jinggo – Epik Majapahit.

Halo sobat kali ini kita akan membahas tentang Legenda Kisah Damarwulan dan Minak Jinggo yang menjadi legenda masyarakat Jawa. Yang kisahnya sangat populer hingga sering ditampilkan dalam pementasan Teater, Sendratari dan Pewayangan.

Menurut cerita kisah ini berdasarkan kumpulan cerita Serat Damarwulan yang konon telah di tulis sejak jaman Majapahit. Bahkan di menurut okezone.com (2021) di Dusun Ungguhan, Desa Trowulan dan Kecamatan Trowulan terdapat sebuah candi bernama Candi Minak Jinggo.

Candi ini diduga juga sebagai tempat di kuburnya kepala Minak Jinggo seperti yang dikisahkan dalam cerita legenda Kisah DamarWulan dan Minak Jinggo ini.

Nah, kawan untuk mengetahui kisah selengkapnya tentang Damarwulan dan Minak Jinggo ini mari kita simak cerita sama – sama.

Kisah Damarwulan dan Minak Jinggo.

Minak Jinggo ingin Menguasai Majapahit.

Kisah Damarwulan dan Minak Jinggo
Sumber : Wikipedia.com

Dahulu kala pada saat pemerintahan Majapahit yang dipegang oleh Ratu Ayu Kencana Wungu (Suhita) terjadi pemberontakan yang dikerjakan oleh Minak Jinggo, si penguasa, Blambangan.

Blambangan sendiri adalah kerajaan kecil di timur pulau Jawa yang masih berada dibawah kekuasaan kerajaan besar Majapahit. Tapi kerajaan kecil itu dikenal karena kesaktian Minak Jinggo atau Minak Cucu yang hampir tak terkalahkan.

Minak Jinggo yang awalnya mengabdi pada Majapahit melakukan pemberontakan dikarenakan lamarannya ditolak oleh Ratu Ayu Kencana Wungu anak dari Raja Hayam Wuruk yang dikenal sangat cantik.

Alasan sebenarnya Minak Jinggo ingin menikahi Ratu Ayu Kencana adalah keinginannya untuk menguasai Majapahit setelah peninggalan Raja Hayam Wuruk. Tentu saja lamaran itu ditolak oleh Ayu Kencana Wungu karena Menak Jinggo, katanya buruk rupa (juga karena Dia tahu keinginan Menak Jinggo untuk menguasai Majapahit).

Tapi ada juga yang menyebutkan kenapa Menak Jinggo memberontak adalah karena Ratu Kencana Wungu tidak memenuhi janji menjadikannya suami, setelah Menak Jinggo mampu menaklukkan Kebo Marcuet Menggunakan Gadha Weshi Kuning (Besi Kuning) yang pernah mengamuk di Majapahit.

Baca juga : Bawang Merah dan Bawang Putih.

Damarwulan Berjanji Mengalahkan Minak Jinggo.

images 67 min
Penampakan Candi Minak Jinggo (Sumber : jurnalmojo.com)

Melihat kesaktian Adipati Blambangan, Minak Jinggo. Ratu Ayu Kencana Wungu akhirnua mengadakan sebuah sayembara, siapa pun yang bisa mengalahkan Bhre Wirabumi atau Minak Jinggo akan dijadikan raja di Majapahit. Tak ada yang berani mengajukan diri sampai seorang pemuda bernama Damar Wulan mengajukan Dirinya untuk mengalahkan Ksatria Perkasa itu.

Diceritakan Damar Wulan awalnya adalah seorang pemuda yang mengabdi sebagai tukang rumput dari kuda – kuda dari Patih Loh Gender. Meski hanya tukang Rumput Damar Wulan dikenal sebagai Pemuda gagah berani yang juga memiliki paras yang tampan.

Ketampanan itu membuat iri dua putra dari Patih Loh Gender yaitu Layang Seto dan Layang Gumintir tapi mereka sadar jika mereka tak berani melawan Minak Djinggo yang Sakti dan Perkasa. Jadi mereka menunggu waktu yang tepat untuk mengalahkan Damarwulan setelah mengalahkan Minak Jinggo.

Damarwulan yang tahu benar kesaktian Minak Djinggo, tentu tak bisa mengalahkannya dalam pertempuran langsung. Untuk itu Damarwulan membuat suatu Rencana.

Damar Wulan lalu mendekati Selir dari Menak yaitu Waeta dan Puyengan dan dengan ke tampannya membuat Keduanya manuk kepayang dan hingga mereka berdua mengambil Wesi Kuning milik Menak Jinggo.

Setelah berhasil mengambil Wesi Kuning. Damarwulan lalu menyerang Minak Jinggo. Pertempuran sengit terjadi tapi Minak Jinggo yang kehilangan Wesi Kuningnya kehilangan kesaktian dan mati di tangan Damarwulan. Dengan membawa kepala Minak Jinggo Damarwulan pun kembali ke Majapahit.

Di sebuah gunung di saat perjalanan menuju Majapahit, Damar Wulan dihadang Layang Seto serta Layang Gumitir dengan maksud merebut kepala Minak Jinggo.

Tapi mereka tak sadar jika Damarwulan memiliki Wesi Kuning milik Minak Jinggo hingga dengan mudah dapat mengalahkan mereka berdua. gunung tempat mereka bertiga berduel saat ini disebut Gunung Gumitir.

Sampai di Majapahit, Damarwulan di angkat menjadi Raja Majapahit setelah menikahi Ratu Ayu Kencana Wungu. Selain itu dia juga menikahi Selir Minak Jinggo yang telah membantunya yaitu Dewi Wahito serta Dewi Puyengan dan juga Putri Patih Loh Gender, Anjasmoro.

Baca juga : Sejarah Kerajaan Majapahit

Dan itulah kawan kisah Damarwulan dan Minak Jinggo. Semoga cerita ini memberikan inspirasi kepada kamu dan menambahkan wawasan baru tentang legenda di Indonesia.

Sampai jumpa lagi.

About Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com