Kubisme – Pengertian, 3 Ciri dan Pablo Picasso

Halo sobat hari ini kita akan membahas tentang Kubisme, sebuah aliran seni lukis unik yang menjadi ciri salah satu seniman lukis terbaik dunia, Pablo Picasso. Yang sampai saat ini karya masih bisa kita nikmati di museum – museum seni terbaik dunia seperti Museu Picasso di Barcelona.

Pablo Ruiz Picasso sendiri adalah salah satu seniman terkenal dan berpengaruh di abad ke-20 karena di kenal sebagai seorang seniman yang revolusioner yang dapat menghadirkan sebuah genre lukis baru yang di sebut Cubism.

Aliran ini bisa menjadi sangat fenomenal dan mengejutkan dunia seni, karena mengubah persepsi orang akan suatu keindahan seni. Maka tak heran jika seni ini dianggap sebagai gaya seni paling berpengaruh di abad ke-20.

Tapi apa sih, Aliran Kubisme itu ? Mari kita simak informasi selengkapnya berikut ini.

Pengertian Kubisme

Sumber : artifinder.com

Kubisme (Cubism)adalah sebuah aliran karya seni yang memuat suatu objek lukisan melalui sudut pandang yang terfragmentasi (terpecah – pecah, terpisah – pisah) dan ter-deformasi (perubahan bentuk atau ukuran dari sebuah objek) untuk mencapai tujuan estetis dari sang seniman.

Menurut aliran ini, benda atau objek seni untuk mencapai nilai estetis yang diinginkan oleh seniman akan dipecahkan, dianalisis, dan diatur kembali dalam bentuk abstrak untuk menjelaskan subjek dalam konteks yang lebih besar.

Nilai estetis ini bisa dicapai melalui berbagai cara seperti penggunaan figur geometris seperti segitiga, bujur sangkar, persegi panjang ataupun kubus.

Tak aneh jika di Perancis, Gaya Seni Rupa ini termasuk dalam kategori karya seni abstrak.

Baca juga : Naturalisme adalah.

Ciri-ciri utama dari kubisme

Untuk mengetahui apakah sebuah karya termasuk ke dalam aliran seni rupa ini, kita bisa melihat ciri – cirinya. Seperti berikut ini.

Ciri-ciri utama dari kubisme :

  • Menggunakan banyak perspektif untuk mewakili, menyajikan atau mencoba menampilkan sebuah objek di bidang yang sama.
  • Menjadikan sebuah objek ke dalam bentuk paling sederhana.
  • Manajemen warna didasarkan pada palet warna abu-abu, hijau dan coklat dengan sedikit cahaya.

Sejarah Singkat Aliran kubisme

Setelah tiga dekade dunia di kuasai oleh aliran impresionisme, yang memuncak dengan gerakan Fauvisme di Eropa. Picasso khawatir bahwa lukisan akan menjadi jalan buntu tanpa kemungkinan untuk eksplorasi intelektual.

Dengan pemikiran untuk menciptakan sebuah karya baru dia mengambil nilai seni dari suku Afrika saat berada di Spanyol, dan mulai melukis sebuah karya fenomenal berjudul “Les Demoiselles D’Avignon” sebuah mahakarya inovatif, yang menggabungkan perspektif tradisional Afrika dengan naturalistik seni Barat.

Les Demoiselles D’Avignon

Sejarawan Seni asal Inggris bernama Douglas Cooper, mencoba membagi sejarah gerakan ini menjadi 3 fase utama dalam buku The Cubist Epoch yaitu :

Kubisme Awal /Proto Kubisme (1907–1908)

gerakan ini dimulai yaitu sejak 1907 – 1908. Melalui seniman Pablo Picasso melalui lukisan “Les Demoiselles D’Avignon” dan Pameran Georges Braque, (dimana dalam pamerannya semua karya seninya diubah menjadi bentuk geometris) salah satu karyanya berjudul “Houses at l’Estaque”

Kubisme Tinggi (1909-1914)

Periode ini, dimulai saat seniman Perancis berkebangsaan Spanyol bernama Juan Gris membuat sebuah lukisan berjudul “Potrait of Pablo Picasso”.

Kubisme Akhir (1914-1921)

Sebagai fase terakhir, dimana gerakan Cubism tumbuh dan berkembang menjadi sebuah gerakan seni avant-garde radikal hingga akhirnya popularitasnya harus menurun saat terjadinya perang dunia pertama.

Gerakan Kubisme

Selain itu Cubism juga merupakan gerakan seni avant-garde (terdepan/revolusioner) awal abad ke-20 yang yang mengubah gerakan seni lukisan dan patung Eropa dan mengilhami gerakan terkait dalam musik , sastra , dan bahkan arsitektur.

Baca juga : Teks Iklan

2 Jenis Kubisme

Ada dua jenis utama yaitu :

  • Kubisme Analitis – Dalam gaya ini, seniman akan mempelajari (atau menganalisis) subjek dan memecahnya menjadi blok-blok yang berbeda. Mereka akan melihat blok dari sudut yang berbeda. Kemudian mereka akan merekonstruksi subjek, melukis balok dari berbagai sudut pandang.
  • Kubisme Sintetis – dalam kubisme sintetis seniman akan menambahkan bahan lain dalam kolase. Seniman akan menggunakan kertas berwarna, koran, dan bahan lainnya untuk mewakili blok yang berbeda dari subjek. Panggung ini juga memperkenalkan warna yang lebih cerah dan suasana yang lebih ringan pada seni.

Seniman Terkenal Cubisme

  • Georges Braque – Braque adalah salah satu pendiri Kubisme bersama dengan Picasso. Dia mengeksplorasi dan mengembangkan cubism sepanjang karir seninya.
  • Robert Delaunay – Delaunay adalah seorang seniman Prancis yang menciptakan gayanya sendiri yang disebut Orphism. Orphism berfokus pada warna-warna cerah dan hubungan antara lukisan dan musik.
  • Juan Gris – seniman Spanyol. Dia juga merupakan pemimpin dalam pengembangan cubism Sintetis.
  • Fernand Leger – dia memiliki gaya uniknya sendiri. Seninya mulai fokus pada subjek populer dan menjadi inspirasi penciptaan Pop Art.
  • Jean Metzinger – seorang seniman dan penulis. Beberapa lukisannya yang terkenal antara lain The Rider: Woman with a Horse dan Woman with a Fan.
  • Pablo Picasso.

Baca juga : Aliran Realisme adalah.

Dan itulah kawan Pembahasan materi kita hari ini. Sampai jumpa di Pembahasan materi menarik lainnya hanya di sini.

About Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com

Exit mobile version