Legenda Lutung Kasarung, Cerita Rakyat Terkenal Jawa Barat

Halo adik – Adik semuanya. Siapa diantara kalian pernah mendengar tentang Kisah Legenda Lutung Kasarung ? Nah hari ini kami akan menceritakan kisahnya padamu.

Legenda Lutung Kasarung merupakan kisah rakyat yang terkenal di kalangan masyarakat Sunda, Jawa Barat. Mengisahkan pertemuan antara Putri Purbasari dan seekor lutung kesasar (atau Kasarung) jelmaan dari Sanghyang Gurumundi.

Jadi, persiapkan dirimu mari kita simak kisahnya :

Legenda Lutung Kasarung

Purbasari dan Purbararang.

Putri Purbasari (sumber : freepik.com)

Alkisah, di sebuah kerajaan di daerah Jawa Barat, tersebutlah raja yang arif dan bijaksana bernama Prabu Tapa Agung. Sang Raja yang Arif itu mempunyai tujuh orang putri yang semuanya cantik jelita.

Mereka adalah Purbararang, Purbadewata, Purbaendah, Purbakancana, Purbamanik, dan Purbasari. Dari ketujuh putri sang Prabu, lima di antaranya telah menikah dan menjadi permaisuri di kerajaan lain. Hanya Purbararang dan Purbasari sajalah belum menikah.

Diantaranya keenam orang kakaknya, Purbasari terkenal karena kebaikannya. Dia lemah lembut, manis budi, dan suka menolong siapa saja yang membutuhkan pertolongannya.

Pantas saja jika dia disebut – sebut sebagai putri kesayangan Prabu Tapa Agung.

Sedangkan kakaknya, Purbararang terkenal berperangai buruk. Walaupun cantik Purbararang sangat kasar, sombong, kejam dan iri hati terhadap siapapun juga.

Putri Purbararang juga mempunyai tunangan yang gagah dan tampan bernama Raden Indrajaya, putra salah seorang menteri kerajaan

Baca Juga : Kisah Legenda Halloween.

Sakitnya Sang Raja

Setelah bertahta untuk waktu yang lama, Prabu Tapa Agung merasa tua dan lelah. Dia juga merasa jika tubuhnya sudah Mulai sakit – sakitan dan merasa jika umurnya sudah tak akan lama lagi.

Haingga suatu hari, istrinya mendapati sang raja duduk termenung. Sepertinya ada suatu masalah besar yang menggangu pikirannya. Melihat sikap sang Raja, sang permaisuri mencoba bertanya padanya.

“Kanda! Sudah beberapa hari ini Kanda terlihat murung. Apa yang sedang Kanda pikirkan? ” Tanya sang permasuri dengan suara lembut.

“Dinda! Kanda sudah semakin tua. Kanda tidak dapat lagi melaksanakan tugas-tugas sebagai raja. Kanda berniat turun tahta. Tapi, Kanda bingung !” kata Sang Raja.

“Jika Dinda boleh tahu, bingung kenapa, Kanda?” Tanya sang permaisuri lagi.

Lalu sang raja pun menceritakan isi hatinya. Dia bingung kepada siapa kelak dia akan menitipkan kerajaannya. Dia tak bisa memutuskan. Diantara kedua anaknya, Purbararang dan Purbasari.

jika Menurut hukum yang berlaku di kerajaan, yang pantas untuk menggantikan dirinya adalah Purba rarang, sebab dia adalah anak tertua. Namun, sang Prabu merasa bahwa putri sulungnya itu belum pantas menjadi seorang ratu, karena sifatnya yang angkuh, dan licik.

Sedangkan Bagi Sang Raja, anak bungsunya, Purbasari lah yang lebih pantas untuk menggantikannya sebagai Ratu.

Karena kebaikan hati dan Budinya yang membuatnya disukai oleh rakyat.

Akhirnya malam itu setelah perbincangan antara Permaisuri dan Prabu Agung Tapa, mereka sepakat untuk mengangkat Purbasari menjadi pengganti Raja.

Berita itu pun sampai ke telinga Purbararang yang murka dan tak terima keputusan orang tuanya, hingga dia melaporkan hal itu pada calon suaminya, Indra jaya.

Baca Juga : Hal unik tentang Ninja

Purbasari di usir dari Kerajaan

Mengikuti hasutan Jahat kekasihnya, Indra jaya, Purbararang mengunjungi Ni Ronde, Dukun Sakti yang terkenal sakti mandraguna. Purbararang dan Indra jaya sepakat untuk mencelakakan Purbasari dengan Bantuan Ni Ronde.

Ni Ronde memberikan boreh (zat berwarna hitam yang dibuat dari tumbuhan) kepada Purbararang. Dukun sakti itu berkata.” Semburkan boreh ini kewajah dan seluruh tubuh dari Purbasari.”

Beberapa hari kemudian, istana Pasir Batang menjadi gempar. Tiba-tiba Putri Purbasari terserang penyakit aneh. Seluruh tubuhnya terasa sangat gatal dan dipenuhi bintik-bintik hitam.

Betapa terkejut dan sedihnya sang Raja melihat keadaan putri kesayangannya itu. Hampir semua tabib istana dipanggil untuk mengobatinya, namun tidak ada yang berhasil. Saat itulah bersama Indra jaya, Purbararang mengumpulkan para pejabat istana untuk mengambil alih tahta.

“ Orang yang terkutuk dan memiliki penyakit mengerikan ini tidak pantas menjadi Ratu kerajaan Pasir Batang. Sudah seharusnya dia diasingkan ke hutan agar penyakitnya tidak menular.” Kata Purbararang.

Perkataan itu di Aminin oleh semua orang di istana yang sudah dihasut oleh Indra Jaya dan Purbararang dan akhirnya Sang Prabu terhasut pula dan merelakan putrinya diasingkan dari istana.

Langkah Purbararang mengambil alih tahta Kerajaan Pasir Batang pun kian dekat. Dia lalu memerintahkan Uwak Batara Lengser yang merupakan penasihat istana mengasingkan Purbasari ke hutan.

Dan dengan berat hati Putri Purbasari harus meninggalkan istana dan diasingkan di hutan.

Sejak itu, Putri Purbasari tinggal seorang diri di tengah hutan. Untuk menghibur dirinya, setiap pagi ia berjalan-jalan di sekitar pondoknya untuk melihat-lihat pemandangan dan bersenda gurau bersama hewan-hewan yang ada di sekitarnya

Baca Juga : Cara berbicara di depan umum

Bertemu Sang Lutung Kasarung.

sumber : berita tagar.

Ketika Purbasari diasingkan ke hutan, terjadilah huru-hara besar di khayangan. Sanghyang Guruminda tidak berkenan menikah dengan bidadari khayangan seperti yang diperintahkan ibunya. Sunan Ambu.

Sanghyang Guruminda hanya ingin menikahi wanita secantik ibunya. Dan ibunya berkata jika hanya ada satu gadis yang secantik dirinya, dan gadis itu berada di dunia manusia, tapi dia hanya boleh turun ke bumi sebagai sosok seekor lutung. Mendengar syarat itu Guruminda pun setuju dan turun ke bumi.

Pada suatu hari, ketika sang Putri bersenda gurau bersama hewan-hewan di sekitar pondok tempatnya diasingkan. tiba-tiba ada sepasang mata asing memerhatikannya tanpa disadarinya.

Ternyata sosok yang mengamatinya itu adalah seekor lutung dengan tampang yang menyeramkan.

“Ampun, Sang Lutung! Tolong jangan ganggu saya!” teriak Putri Purbasari dengan ketakutan.

“Jangan takut, Tuan Putri! Saya tidak akan mengganggumu,” jawab Lutung itu.

Betapa terkejutnya sang putri mendengar lutung buruk rupa itu ternyata bisa mengerti dan berbicara dengannya.

” Siapa kamu, wahai sang lutung dan dari mana asal kamu?” tanya Putri Purbasari.

“Namaku Guruminda, putra Sunan Ambu dari Kahyangan. Aku telah melakukan kesalahan, sehingga dibuang ke bumi dengan bentuk seperti ini, dan kesasar di tengah hutan ini,” jelas si Lutung.

Mendengar jawaban itu, hati sang Putri pun menjadi tenang. Karena merasa senasib, akhirnya mereka pun berteman. Sejak itu, Purbasari memanggil si lutung dengan panggilan Lutung Kasarung, yang artinya Lutung yang kesasar.

Baca juga : Legenda asal usul Salatiga

Purbasari Kembali Ke istana

Pada saat malam bulan purnama, secara diam-diam Lutung Kasarung pergi ke suatu tempat yang sangat sepi untuk bersemedi.

Dalam semedinya itu ia memohon kepada ibunya agar menyembuhkan penyakit Putri Purbasari. Dan doanya itu terdengar oleh ibunya dan sebuah air telaga muncul dalam tanah.

Air telaga yang mengalir berasal dari telaga kecil yang murni bersih dan dengan doa-doa dari para dewa. Para Dewa dan Bidadari menyebut taman yang indah itu Jamban Salaka. ia segera menemui Putri Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga itu.

Purbasari pun setuju untuk mandi dan membersihkan diri di telaga indah itu. Dan seketika semua penyakit kulit di tubuhn dan kutukan yang menempel di wajah dan tubuhnya perlahan sirna. Kecantikannya pun kembali. Sang lutung yang melihat itu terperangah, gadis yang dicintainya memiliki kecantikan melebihi bidadari.

Purbasari tak henti-hentinya bersyukur dan berterima kasih ke Tuhan karena sudah sembuh. Ia pun menjadi semakin sayang pada sang Lutung.

Kembali Ke istana dan Kontes menjadi Ratu

Pada suatu hari, Patih Uwak Batara Lengser datang ke hutan itu untuk melihat keadaan Putri Purbasari. Betapa terkejutnya ia ketika melihat penyakit kulit sang Putri telah sembuh. Ia pun kemudian mengajak sang Putri untuk kembali ke istana.

Mulanya, Putri Purbasari menolak untuk kembali ke istana. Namun setelah didesak oleh sang Patih dan dibujuk oleh si Lutung Kasarung, akhirnya ia pun memenuhi ajakan tersebut.

Berita kedatangan kembali Purbasari pun membuat hati seluruh warga di istana bergembira, terkecuali Purbararang dan Indra Jaya yang sudah menikahi. Mereka tahu jika Purbasari kembali, kans Purbararang untuk menjadi Ratu Sirna.

Akhirnya dia meminta sang ayah, untuk cepat – cepat melantiknya jadi Ratu, tapi sang ayah menolak. Sang raja yang tidak ingin terjadi perpecahan, Akhirnya membuat sebuah keputusan untuk membuat sayembara untuk kedua putrinya.

“Jangan khawatir, Tuan Putri! Aku akan menolongmu,” bisik Lutung Kasarung. Purbasari pun percaya diri mendengarnya

Kontes pertama adalah kontes rambut, sejak jaman dahulu rambut panjang dianggap sebagai mahkota para wanita. Awalnya, Purbararang sangat percaya diri dengan rambut panjangnya, dia tak sadar jika Purbasari selama di hutan tak pernah memotong rambutnya.

Di kontes pertama itu Purbasari lah yang menang. Tapi Purbararang tak kehabisan akal dia meminta agar kontes kedua adalah tentang pasangan paling tampan, kali Purbararang sangat yakin, karena Indra Jaya suaminya adalah lelaki paling tampan di kerajaan.

Tapi anehnya Purbasari tidak gentar, ketika diminta untuk menunjukkan calon suaminya, Putri Purbasari malah menarik tangan Lutung Kasarung masuk ke arena perlombaan.

“Inilah calon suamiku!” seru Putri Purbasari dengan bangga. Mendengar itu semua orang di arena tertawa. Tak ada yang percaya dengan perkataan sang putri.

“Ha ha ha, Purbasari! Apakah tidak ada lagi calon suami yang lebih jelek lagi?” seru Purbararang dengan nada mengejek.

Mendengar itu, Lutung Kasarung tiba-tiba duduk bersila dengan mata terpejam. Mulutnya terlihat komat-kamit. Tiba-tiba asap tebal menyelimuti tubuh Lutung Kasarung. Dan wajah lutung yang buruk rupa berganti dengan sosok yang sangat tampan dan gagah.

Guruminda (Sumber : freepik.com)

Melihat itu seluruh negeri bersorak bergembira, karena sosok Guruminda yang rupawan dan membuat semua yang hadir terperangah dan terpesona melihat ketampanannya.

Putri Purbasari pun dianggap sebagai pemenang sayembara dan berhak menduduki tahta kerajaan. Purbararang pun mengakui kesalahannya, dan meminta maaf dan bersiap menerima hukuman atas kesalahannya itu.

Tapi Putri Purbasari yang baik hati tidak merasa dendam dan dan memaafkan kakak yang sudah berbuat jahat terhadapnya itu.

Setelah naik Tahta, Guruminda dan Purbasari pun menikah dan mereka pun hidup berbahagia selamanya.

Dan itulah kawan Legenda Lutung Kasarung, semoga dengan cerita legenda Lutung Kasarung ini kamu dapat mengambil hikmah dan pelajaran untuk tidak melihat seseorang dari wajahnya.

Baca juga : Legenda Tangkuban Parahu

Sampai jumpa di cerita lainnya.

About Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com

Exit mobile version