Legenda Putri Cadasari dan Ki Pande Gelang, Asal Mula Kota Pandeglang

Halo sobat, Dalam segmen Cerita Rakyat kali ini, kami akan mengangkat sebuah kisah tentang asal mula sebuah kota di provinsi Banten, Pandeglang yaitu Legenda Putri Cadasari dan Ki Pande Gelang.

Kisah ini sudah menjadi legenda turun menurun yang diceritakan oleh warga Banten, khususnya daerah kabupaten Pandeglang.

Cerita Rakyat Legenda Putri Cadasari dan Ki Pande gelang ini menceritakan seseorang Pande Gelang (Pembuat Grlang Besi) dan Seorang Putri bernama Putri Cadasari.

Nah, untuk kamu yang penasaran mari simak ceritanya.

Legenda Putri Cadasari dan Ki Pande Gelang

Putri Arum yang Cantik Jelita

Kota Pandeglang (sumber : antaranews.com)

Alkisah, pada jaman dahulu kala di sebuah desa di Provinsi Banten, hidup seorang putri yang cantik Jelita bernama Putri Arum. Selain terkenal karena kecantikannya, Putri Arum juga di kenal sampai ke daerah sekitar tempat di tinggal sebagai Putri yang baik hatinya.

Karena kecantikannya dan kebaikan hatinya itulah, banyak pangeran yang datang ke rumahnya untuk melamarnya menjadi pasangan mereka.

Dari sekian pelamar yang datang, tersebutlah dua orang pangeran yang ingin menjalin kasih dengan sang putri. Kedua pangeran tersebut adalah Pangeran Sae Bagus Lana dan Pangeran Cunihin. Mereka adalah teman seperguruan, namun memiliki sifat yang berbeda.

Sae Bagus Lana (Baik) seperti namanya dalam bahasa Sunda adalah laki-laki yang baik hati, sedangkan Pangeran Cunihin (penggoda) adalah laki-laki yang suka menggoda wanita. Jadi wajar saja jika Putri Arum memilih Pangeran Sae Bagus Lana sebagai kekasihnya.

Baca juga : Kisah Mula Prambanan

Pangeran yang Cunihin Murka, Merubah Wajah temannya menjadi Kakek Renta

Ketika tahu sang putri tidak memilih dia dan malah memilih rekan seperguruannya, Membuat Pangeran Cunihin Murka. Maka dengan akal bulusnya, Pangeran Cunihin mencoba mencari cara agar bisa menyingkirkan Pangeran Sae Bagus Lana.

Hingga suatu saat kita dia sedang bertapa, muncul ide jahatnya untuk mencuri kesaktian dari Pangeran Sae Bagus.

Awalnya dia mengundang Pangeran Sae Bagus untuk berkunjung ke kediamannya, tentu saja Pangeran Sae Bagus yang sudah menganggap Pangeran Cunihin sebagai Saudaranya datang tanpa memiliki firasat buruk.

Tapi Pangeran Cunihin yang sudah menunggunya dengan jebakan, mengambil kesaktian Pangeran Sae Bagus dan merubah pangeran Malang itu menjadi seorang kakek tua yang renta.

Pangeran Sae Bagus Menjadi Seorang Pande Gelang.

Dengan tubuh yang sudah renta dan kesaktian yang hilang Pangeran Sae Bagus pergi mencari gurunya. Di sana gurunya memberikan nasihat padanya agar kembali mengambil kesaktiannya dengan membuat sebuah gelang besi Raksasa dan membuat Pangeran Cunihin melewatinya.

Dengan Gelang itu Kamu akan dapatkan kembali kesaktianmu.

Kata Guru, Sae Bagus.

Pangeran Sae Bagus Lana lalu pergi ke sebuah desa terpencil untuk membuat sebuah gelang besi atau pande gelang. Para warga masyarakat sekitar pun akhirnya mengenal si Kakek sebagai Ki Pande Gelang.

baca juga : tujuh perang terbesar di dunia

Ki Pande Bertemu Kembali dengan Sang Putri

Setelah bertahun – tahun lamanya, ketika Pangeran Sae Bagus yang sudah berubah nama menjadi Ki Pande Gelang melewati Bukit Manggis. Dia melihat seorang perempuan cantik yang tengah menangis di atas sebuah batu besar.

saat dia mendekat, dia akhirnya sadar jika gadis itu adalah orang yang dia cintai yaitu Putri Arum.

Saat itu Sang Putri sedang bersedih karena kekasihnya hilang dan dia selalu dipaksa untuk menikahi Pangeran Cunihin yang tidak di sukainya.

Ki Pande yang tidak mau membocorkan identitasnya, pelan – pelan mendekati gadis itu. “Sampurasun” katanya.

Si putri yang terkejut tak langsung menjawab dia terkesima dengan kakek yang mendekatinya itu, kakek itu terlihat tidak asing baginya. ” Rampes” jawabnya.

“Maaf jika hamba telah mengejutkan Tuan Putri,” kata Pande Gelang seraya memberi hormat.

“Maaf, Aki siapa, berasal dari mana?”.

“Saya seorang Pande Gelang. Orang-orang memanggil Saya sebagai Ki Pande,” jawab lelaki itu. “Maaf Tuan Putri. Sekiranya hamba boleh tahu mengapa Tuan Putri tampak gundah gulana?” tanyanya.

Sambil menangis sang Putri yang merasa nyaman dengan kakek tersebut, langsung menceritakan keluh kesahnya pada si Kakek. Bagaimana dia di paksa menikah dengan orang yang tidak disukainya dan dia juga dikutuk dengan penyakit yang membuatnya tak bisa kabur.

” Apa yang harus saya lakukan ki ? ” Tanya sang Puteri, ” Saya menangis di sini karena mendapatkan mimpi jika ada seorang yang akan membantu saya.”

Mendengar itu Ki Pande langsung tahu jika ini adalah kesempatannya untuk mendapatkan kembali kesaktiannya, dia pun memberi tahu sang putri jika dia memiliki rencana untuk menyelamatkannya.

Lalu Ki Pande memberi tahukan pada sang putri untuk menyuruh Pangeran Cunihin sebagai tempat pernikahannya untuk membuat sebuah lubang di tepi pantai seukuran orang dewasa.

Tak usah khawatir putri terima saja lamarannya, biar nanti aki yang akan mengurus semuanya.

Kata Ki Pande.
Legenda Putri Cadasari dan Ki Pande Gelang

Putri Arum Menjadi Putri Cadasari

Perjalanan menuju ke tempat tinggal Pande Gelang ternyata cukup jauh dan melelahkan sehingga membuat Putri Arum jatuh pingsan di atas sebuah batu cadas saat akan tiba di kampung Pande Gelang.

Mengetahui hal itu, penduduk kampung segera membantu Ki Pande membawa Putri Arum ke salah satu rumah penduduk yang terdekat.

Melihat kondisi Putri Arum yang lemah, Ketua Kampung menyuruh Ki Pande meminumkan air batu cadas pada Sang Putri . Mengikuti tetua kampung, sang putri pun segera pulih setelah meminum air gunung yang memancar melalui batu cadas itu.

Akhirnya setelah itu Putri Arum di kenal oleh warga sekitar dengan Putri Cadas Sari.

Baca juga : lima hukuman mati

Pangeran Cunihin datang untuk Menikahi Sang Putri

Hari yang ditentukan tiba, datanglah Pangeran Cunihin mengajak Putri Arum untuk menikah dengannya. Putri Arum pun mengajukan syarat sebagaimana yang disarankan oleh Pande Gelang.

Ha ha ha (tertawa jahat) Hanya seperti itu saja aku dapat melakukannya.

Kata pangeran Cunihin

Pangeran Cunihin sangat yakin dengan kesaktian yang dimilikinya. Tapi yang dia tidak tahu adalah Ki Pande sudah menunggu di semak – semak.

Setelah Pangeran Cunihin menyelesaikan Lubang di karang keramat, dia pergi menemui sang putri, saat itulah Ki Pande memasangkan Gelang Besi di karang tersebut.

Ki Pande Berhasil Membalas.

Karang Bolong tempat Kekalahan Pangeran Cunihin (sumber : detik.com)

Namun, ketika ia hendak kembali ke tempat persembunyiannya, tanpa diduganya Pangeran Cunihin telah kembali bersama Putri Cadasari.

“Apa yang kamu lakukan hei tua bangka.” Bentak Pangeran Cunihin kesal.

” Aku datang untuk mendapatkan kesaktian ku.” Kata Ki Pande.

” Omong kosong, lihat saja Sang Putri telah memilihku sebagai suaminya.”

Putri Cadasari yang tidak mengerti bagaimana kedua orang itu, saling mengenal hanya bisa pura – pura gembira. Lalu dia melihat mata Ki Pande yang memberikan tanda padanya untuk melakukan bagiannya.

“Maaf, Pangeran. Barangkali saya terlalu gembira sehingga tidak bisa melihat lubang pada batu keramat ini. Sudikah Pangeran membuktikan bahwa batu ini telah berlubang?” pinta Putri Cadasari.

Pangeran Cunihin yang penuh kebanggaan langsung masuk kedalam lubang yang telah dibuatnya, tanpa dia sadari seluruh kesaktian miliknya berpindah kembali kepada Ki Pande yang sudah kembali berubah gagah kembali menjadi Pangeran Sae Bagus.

Pangeran Cunihin sendiri, berbalik menjadi seorang kakek tua renta yang sudah kehilangan seluruh kesaktiannya. Sedangkan Sang Putri menangis bahagia dapat bertemu kembali dengan kekasihnya yang hilang.

Sejak saat itu mereka pun menikah dan bahagia di suatu kota yang bernama kota Pandeglang dan batu bolong di dekat pantai itu menjadi pantai karang bolong.

Dan itulah kawan Legenda Putri Cadasari dan Ki Pande Gelang. Semoga kisah ini menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk selalu menjadi orang yang adil.

Semoga Legenda Putri Cadasari dan Ki Pande Gelang ini menjadi inspirasi bagi kita semua. Sampai jumpa di cerita menarik lainnya.

About Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com

Exit mobile version