5 Hukuman Mati Paling Kejam Dalam Sejarah

Halo sobat kali ini kita akan membahas tentang Hukuman mati paling kejam di dunia, yang dianggap oleh masyarakat modern sebagai suatu hukuman yang tidak beradab.

Meskipun sekarang sebagian besar negara telah menghapuskan hukuman mati, tapi negara seperti Cina, India , Amerika Serikat , Indonesia , Pakistan , Bangladesh , Nigeria , Mesir , Arab Saudi ,Iran , serta di Jepang dan Taiwan masih menerapkan hukum mati bagi orang yang dianggap memiliki kejahatan luar biasa.

Jika kita mendengar hukuman mati, mungkin dalam bayangan kita sebagai masyarakat modern adalah hukum gantung dan tembak. Tapi tahukah kamu jika di jaman dulu hukuman mati bisa berupa hukuman penyiksaan ?

Zaman dulu, eksekusi betul-betul kejam dan menyiksa para terdakwa dengan pelan hingga membuat akhir hidup para terdakwa ini layaknya neraka. Eksekusi penjahat sendiri telah dilakukan oleh hampir semua masyarakat sejak awal peradaban di Bumi.

Kedengarannya bikin merindingkan, jadi mau tahu apakah hukum mati paling kejam di dunia penasaran ?

Mari kita cari tahu sama – sama.

Hukuman Mati Paling Kejam Dalam Sejarah.

Hukuman mati paling kejam dalam sejarah yang pertama :

Ling Chi (Death By Thousand Cuts)

Ling Chi atau dikenal juga dengan nama “Death by Thousand Cuts” adalah hukuman yang dipakai di China.

Terdakwa akan diikat di tiang lalu tubuhnya akan dipotong perlahan – lahan satu persatu, yang akan berakhir dengan potongan jantung dan kepala, Ngeri iya.

Untungnya cara kejam ini hanya dipakai dari abad ke 10 Masehi sampai dilarang pada tahun 1905.

Ditarik dan Dimutilasi

Di Inggris pada abad pertengahan dikenal mempunyai hukuman mati paling sadis sejagat, bagaimana tidak?

Bagi pengkhianat negara akan menghadapi tiang gantungan dengan batu besar dililitkan pada kaki, serta dimutilasi di saksikan masyarakat.

Bukan itu saja, Isi perut terdakwa di keluarkan, alat vitalnya dikebiri, lalu tubuh dipotong empat bagian dan ditarik oleh kuda menuju keramaian sebagai pelajaran untuk yang ingin memberontak.

Jadi penjahat akan menjadi tontonan yang menjadi contoh bagi masyarakat yang berani melakukan kejahatan.

Impaler (Ditusuk)

Sumber : stockphoto

Para terdakwa yang dianggap bersalah bakal dilucuti pakaiannya lalu ditusuk dengan kayu panjang, mulai dari dubur, hingga mulut.

Kayu itu lalu ditancapkan di tanah. Hingga terdakwa merenggang nyawa dengan cara paling menyakitkan, kehabisan darah dan meninggal beberapa hari kemudian.

Mendengarnya saja bisa bikin bulu kuduk kit merinding.

Baca juga : Gempa Paling ganas di dunia

Mati di Rebus

Goemon di rebus bersama anaknya.

Hukuman mati ini dipakai oleh berbagai negara di Asia sampai Eropa. Biasanya orang yang dihukum rebus adalah seorang penghianat, penjahat besar dan nenek sihir( penganut ilmu hitam)

Tercatat hukuman ini dilakukan oleh Raja Inggris Henry VIII, dimana terdakwa meninggal setelah dua jam di rebus dan juga pernah diberikan kepada Pencuri dan Ninja legendaris Jepang, Ishikawa Goemon dan anaknya.

Scaphism

Hukuman mati paling kejam dan paling tidak manusiawi nomor satu adalah Scaphism dari Persia Kuno pada tahun 500 M

Metode yang pertama ini akan membuat si terdakwa mati secara perlahan. Dengan cara terdakwa akan ditelanjangi dan diikat ke batang kayu lalu dibiarkan mengapung di danau atau sungai.

Orang-orang itu kemudian dipaksa untuk minum susu dan madu hingga mengalami diare yang parah. Tak cukup sampai di situ, tubuh mereka juga dilumuri oleh madu dan gula untuk menarik serangga. Hingga serangga – serangga itu akan memakan tubuh terdakwa. Geli parah.

Terdakwa biasanya mati karena kombinasi dari gangren (infeksi jaringan tubuh yang parah), sengatan matahari, dan infeksi karena kotoran dan muntahannya sendiri.

Selain itu butuh waktu 17 hari sampai di terdakwa dinyatakan meninggal. Dan itu membuat scaphism hukuman paling kejam dalam sejarah menurut ilmusaku.

Baca juga : Hukum paling Aneh di dunia

Dan itulah kawan kelima hukuman paling kejam dalam sejarah. Semoga dengan membaca hukuman kejam diatas, dapat mengurungkan apa pun niat jahat yang ada dihatimu.

Dan Sampai jumpa di Pembahasan menarik lainnya di lain kesempatan dan juga menurut kamu apakah hukuman mati itu masih diperlukan untuk masyarakat modern seperti kita ?

About Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com

Exit mobile version