Mengenal Pengertian Majas dan 28 Jenisnya, Beserta Contohnya

Halo kawan, kali ini kita akan membahas tentang pengertian Majas dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kawan pernah kamu membaca buku, cerpen dan puisi , lalu kamu mendapati betapa indah dan menariknya gaya bahasa yang digunakan oleh penulis? Nah hal itu adalah yang dinamakan dengan Majas. Tapi apa sih pengertian Majas itu ?

Mari kita cari tahu sama – sama.

Pengertian Majas

Pengertian majas

Menurut Dr. H. G. Tarigan, pengertian majas adalah cara mengungkapkan pikiran melalui gaya bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian seorang penulis.

Menurut Goris Keraf, Pengertian majas adalah suatu gaya bahasa dalam karya sastra yang disampaikan secara jujur, sopan-santun, dan menarik.

Menurut Goris Keraf, Pengertian majas adalah suatu gaya bahasa dalam karya sastra yang disampaikan secara jujur, sopan-santun, dan menarik.

Jadi Pengertian Majas adalah penyampaian gaya bahasa, pemakaian ragam bahasa tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra semakin hidup, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.

Jenis – Jenis Majas

Secara umum, majas dapat dibagi menjadi empat kelompok besar dan 24 jenis-jenis majas. Kelompok besar itu diantaranya :

  • Majas Perbandingan
  • Majas Sindiran
  • Majas Pertentangan
  • Majas Penegasan

Majas Perbandingan

Majas perbandingan

Alegori

Majas Alegori adalah Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.

Contoh:

  • Perjalanan hidup manusia bagai air dilautan yang sulit ditebak kedalamannya, yang tergulung oleh ombak entah kemana, bahkan terombang-ambing oleh badai yang besar walau akhirnya akan laut akan terasa damai saat badai mereda.
  • Mencari Pria baik sekarang seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami.

Alusio

Mengungkapkan suatu hal dengan kiasan yang memiliki kesamaan dengan yang telah terjadi sebelumnya.

Contohnya :

  • Kisah Hidupmu seperti Kisah Si Cantik dan Pangeran Buruk Rupa.
  • Susi Pudjiastuti layak menjadi Kartini modern karena kisah hidupnya.

Hiperbola

hiperbola adalah Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.

Contohnya :

  • Hidupnya berat seperti menanggung dunia di pundaknya.
  • Senyumannya semanis anggur dari surga.

Eufimisme

Eufimisme merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk menggantikan kata-kata yang kurang baik dengan kata-kata yang lebih halus.

Contohnya :

  • Tuna netra itu berjalan menggunakan tongkat. (Tuna netra = buta)
  • Dimana saya bisa menemukan kamar kecilnya?

Sinestesia

Majas yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indra yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indra lainnya.

Contohnya :

  • Dia bisa mencium setiap masalah yang menghadang dirinya.
  • Dia melihat kebahagiaan didepan matanya.

Personifikasi

Majas personifikasi merupakan majas dengan gaya bahasa yang memanusiakan benda. Maksudnya, benda mati diibaratkan memiliki sifat seperti manusia atau meng-orang-kan benda mati.

Contoh :

  • Matahari menatapku dengan sinarnya yang sinis.
  • Angin berhembus merayu para peragu

Metafora

Gaya Bahasa yang membandingkan suatu benda dengan benda lain karena mempunyai sifat yang sama atau hampir sama.

Contohnya :

  • Si jago merah melahap habis semua perumahan yang ada di Pasar Kosambi.
  • Langit terasa mendung karena sang Raja enggan menampakkan dirinya.

Simile

Pengungkapan dengan perbandingan yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, umpama, ibarat, dll.

Contohnya :

  • Anak kecil yang tersasar itu menangis bagaikan anak ayam kehilangan induknya.
  • Engkau laksana cahaya yang menerangi kegelapan.

Asosiasi

Majas dengan penggunaan ungkapan untuk membandingkan dua objek berbeda yang dianggap sama. Penanda majas ini adalah penggunaan kata ‘bagaikan’, ‘seperti’, atau ‘bak’.

Contohnya :

  • Rana dan Rini wajahnya mirip bagaikan pinang di belah dua.
  • Keras kepala, Perangaimu keras seperti batu.

Depersonafikasi

Pengungkapan dengan membuat manusia menjadi memiliki sifat-sifat sesuatu bukan manusia.

Contohnya :

  • Sejak ditinggal ibunya, hati Yanto berubah sekeras batu.
  • Tangannya sekeras baja.

Metanomia

Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.

Contohnya :

  • Karena sering meminum Aqua, dia jadi lebih sehat.
  • Karena sering menghisap jarum, dia terserang penyakit paru-paru. (Rokok Djarum)

Simbolik

Merupakan gaya bahasa dengan ungkapan yang membandingkan antara manusia dengan sikap makhluk hidup lainnya.

Contohnya :

  • Ryan selalu menjadi kambing hitam jika ada permasalahan di keluarganya. (kambing hitam = orang yang disalahkan)
  • Pertikaian keluarganya tidak kunjung selesai walaupun sudah dibawa ke meja hijau

Sinekdok

Merupakan majas yang terbagi menjadi dua yaitu sinekdok pars pro toto dan sinekdok totem pro parte.

  • Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.
  • Totem pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.

Contohnya :

  • Sejak kemarin dia tidak kelihatan batang hidungnya (Pras Pro toto)
  • Indonesia bertanding sepakbola melawan Thailand. (Totem Pro Parte)

Majas Sindiran

Majas sindiran

Ironi

Majas Ironi adalah Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut.

Contohnya :

  • Wajahmu cantik seperti Beruk di Pasar Malam
  • Suaramu merdu seperti kaleng rombeng.

Sinisme

Sindiran yang digunakan untuk memberi sindiran secara langsung kepada orang lain.

Contohnya :

  • Percuma saja kau menyatakan cinta padanya, toh ujung ujungnya kau ditolak.
  • Mending kau ngaca, daripada urusin urusan orang lain.

Sarkasme

Majas sindiran yang menggunakan kata-kata berkonotasi kasar untuk memberikan sindiran kepada orang lain.

Contohnya :

  • Dasar pemalas, jam segini baru masuk.
  • Putih benar wajahmu, sampai bisa disendoki bedaknya.

Majas Penegasan

Majas penegasan

Pleonasme

Gaya bahasa yang menggunakan kata-kata dengan makna sama, terkesan tidak efektif tapi disengaja untuk menegaskan sesuatu.

Contohnya :

  • Dia naik ke atas.
  • Ibu masuk kedalam toko

Repetisi

Perulangan kata, frasa, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat.

Contohnya :

  • Pria itu pencurinya, dia pelakunya, dia yang mengambil dompet saya.
  • Dia pasti datang, dan aku yakin, dia pasti akan datang ke sini.

Retorik

Merupakan gaya bahasa dalam bentuk kalimat Tanya tetapi sebenarnya tidak perlu dijawab. Majas ini biasanya dipakai untuk penegasan sekaligus sindiran.

  • Jadi apa yang kamu rasakan saat jatuh kemarin, sakit?
  • Setelah masuk bui kemarin, apa kamu kapok ?

Klimaks

Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting.

Contohnya :

  • Baik rakyat kecil, kalangan menengah, maupun kalangan atas berbondong-bondong menuju ke TPS untuk memenuhi hak suara mereka.
  • Rapat hari ini dihadiri oleh Ketua RT, RW, dan Kepala Desa.

Antiklimaks

Merupakan gaya bahasa yang menjelaskan lebih dari tingkatan tertinggi ke tingkatan terendah.

Contohnya :

  • Setiap hari senin, mulai dari Kepala sekolah dan guru rutin melaksanakan upacara bendera.
  • Rektor, dekan, prodi, dan dosen harus bisa memahami aspirasi para mahasiswa.

Pararelisme

Pengertian Majas Pararelisme adalah Pengungkapan dengan menggunakan kata, frasa, atau klausa yang sejajar dengan cara mengulang-ulang sebuah kata untuk menegaskan makna kata tersebut dalam beberapa definisi yang berbeda. Biasanya majas ini digunakan pada sebuah puisi.

Contohnya :

  • Kasih pasti murah hati, kasih pasti lemah lembut, kasih pasti memaafkan.
  • Siang dan malam terus berganti tanpa dirinya di samping Salsa.

Tautologi

Pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya untuk menegaskan suatu kondisi atau maksud tertentu.

Contohnya :

  • Sejarah masa lalu bapak itu sangatlah kelam.
  • Mari kita wujudkan Indonesia menjadi bangsa yang cinta damai dan bebas dari pertikaian.

Majas Pertentangan

Majas pertentangan

Paradoks

Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar.

Contohnya :

  • Aku merasa kesepian di tengah keramaian
  • Petani yang kelaparan di lumbung padi.

Litotes

Menggunakan ungkapan merendahkan diri padahal fakta kenyataan yang terjadi justru sebaliknya.

Contohnya :

  • Silakan mampir ke gubuk kami yang sederhana ini. (Gubuk = Rumah bagus)
  • Maaf hanya bisa menyajikan makanan sederhana. (Makanannya mewah)

Antitesis

Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya.

Contohnya :

  • Baik buruk perbuatannya akan mendapatkan balasan dari Tuhan Yang Maha Esa.
  • Jangan pernah menilai seseorang hanya melihat baik buruknya muka.

Kontradiksi Interminus

Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya.

  • Semua murid boleh bermain, kecuali murid yang belum mengerjakan tugas.
  • Semua sudah siap berangkat kecuali Mawar.

Anakronisme

Ungkapan yang mengandung ketidaksesuaian dengan antara peristiwa dengan waktunya.

Contohnya :

  • Leonardo da Vinci membuat lukisan Monalisa menggunakan aplikasi Photoshop.
  • Hilangnya Pasukan mataram karena lupa membawa GPS.
About Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com