Ilmusaku – sobat pernah kah kamu mendengar istilah “Don’t Judge a book with its cover ” ? Pasti pernah. Nah cara kita menilai orang lain disebut juga dengan persepsi.

Tapi tahukah kamu apakah Pengertian persepsi ?

Jika belum, Mari kita cari tahu sama – sama

Apa Pengertian Persepsi ?

Persepsi berasal dari bahasa latin, Perseptio yang berarti menerima, interpretasi atau mengumpulkan informasi.

Persepsi meliputi semua sinyal dalam sistem saraf, yang merupakan hasil dari stimulasi fisik ataupun kimia yang terjadi di organ pengindraan kita.

Karena panca indera merupakan penghubung antara individu dengan dunia luarnya.

Persepsi juga merupakan kesan yang diperoleh oleh individu melalui panca indera kemudian dianalisa, diintepretasi dan kemudian dievaluasi, sehingga individu tersebut memperoleh makna atas sesuatu.

Berikut ini beberapa definisi para ahli tentang apa itu persepsi.

  • Menurut Kotler (2009), Pengertian persepsi adalah proses seorang individu memilih, mengorganisasikan dan menafsirkan masukan-masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang bermakna tentang dunia.
  • Menurut Thoha (1999), Pengertian persepsi adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang dalam memahami setiap informasi tentang lingkungannya baik melalui penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan dan penciuman.
  • Menurut Robbins, S.P. (2003) Pengertian persepsi adalah proses dimana individu-individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesan indera mereka agar memberi makna pada lingkungan mereka.

Jadi Pengertian Persepsi adalah adalah tindakan menyusun, mengenali, dan menafsirkan informasi sensoris guna memberikan gambaran dan pemahaman tentang sebuah objek.

Bagaimana Proses terjadinya Persepsi ?

Menurut Walgito (1989), persepsi terjadi karena melalui suatu proses, yaitu berawal dari objek yang menimbulkan rangsangan dan rangsangan tersebut mengenai alat indra atau reseptor.

Proses ini dinamakan proses kealaman (fisik). 

Lalu rangsangan yang diterima oleh alat indra dilanjutkan oleh syaraf sensoris ke otak. Proses ini dinamakan proses fisiologis. Selanjutnya terjadilah suatu proses di otak, sehingga individu dapat menyadari apa yang ia terima dengan reseptor itu, sebagai suatu rangsangan yang diterimanya.

Proses yang terjadi dalam otak/pusat kesadaran itulah dinamakan dengan proses psikologis. Pada taraf terakhir dari proses persepsi ialah individu menyadari tentang apa yang diterima melalui alat indra (reseptor).

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Sobat, Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pada dasarnya dibagi menjadi 2 yaitu Faktor Internal dan Faktor Eksternal.

Faktor Internal

Faktor Internal adalah faktor-faktor yang sudah terdapat dalam diri kita secara individu, yang mencakup beberapa hal antara lain:

  • Fisiologis. Informasi masuk melalui alat indera selanjutnya informasi yang diperoleh ini akan mempengaruhi dan melengkapi usaha untuk memberikan arti terhadap lingkungan sekitarnya.
  • Perhatian. Setiap Individu memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan atau fokus pada bentuk fisik dan fasilitas mental yang ada pada suatu obyek.
  • Minat. Minat terhadap suatu obyek bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi atau perceptual vigilance yang digerakkan untuk mempersepsi. Tentu orang akan memperhatikan objek yang menarik bagi mereka
  • Kebutuhan yang searah. Faktor ini dapat dilihat dari bagaimana kuatnya seseorang individu mencari obyek-obyek atau pesan yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan dirinya.
  • Pengalaman dan ingatan. Pengalaman dapat dikatakan tergantung pada ingatan dalam arti sejauh mana seseorang dapat mengingat kejadian-kejadian lampau untuk mengetahui suatu rangsang dalam pengertian luas.
  • Suasana hati. Keadaan emosi mempengaruhi perilaku seseorang, mood ini menunjukkan bagaimana perasaan seseorang pada waktu yang dapat mempengaruhi bagaimana seseorang dalam menerima, bereaksi dan mengingat.

Baca juga : Komunikasi Intrapersonal

Faktor Eksternal

Faktor Eksternal yang mempengaruhi persepsi adalah faktor lingkungan dan hal – hal yang terdapat di dalamnya. Hal – ha tersebut dapat mempengaruhi hasil persepsi seseorang.

Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi adalah sebagai berikut:

  • Ukuran dan bentuk sebuah objek. penempatan dari obyek atau stimulus. Faktor ini menyatakan bahwa semakin besarnya hubungan suatu obyek, maka semakin mudah dipahami.
  • Warna dari obyek. Objek dengan warna menarik akan lebih menarik perhatian dari pada yang menggunakan warna gelap.
  • Motion atau gerakan. Individu akan banyak memberikan perhatian terhadap obyek yang memberikan gerakan dalam jangkauan pandangan dibandingkan obyek yang diam.
  • Keunikan dan kekontrasan stimulus. Stimulus luar yang penampilannya dengan latar belakang dan sekelilingnya yang sama sekali diluar sangkaan individu yang lain akan banyak menarik perhatian.
  • Intensitas dan kekuatan dari stimulus. Kekuatan dari stimulus merupakan daya tarik dari suatu obyek yang bisa mempengaruhi persepsi.

Teori Persepsi

  • Teori Persepsi Hubungan, Teori hubungan adalah usaha ketika individu-individu mengamati perilaku untuk menentukan apakah hal ini disebabkan secara internal atau eksternal.
  • Teori Efek Halo, Efek halo adalah membuat sebuah gambaran umum tentang seorang individu berdasarkan sebuah karakteristik. Ketika membuat sebuah kesan umum tentang seorang individu berdasarkan sebuah karakteristik, seperti kepandaian, keramahan, atau penampilan, efek halo sedang bekerja.

Baca Juga : perubahan sosial budaya

Jenis – jenis Persepsi

Proses pemahaman terhadap rangsang atau stimulus yang diperoleh oleh indera menyebabkan persepsi bisa kita bagi menjadi beberapa jenis yaitu:

Persepsi Visual

Pengertian Persepsi
Pria bertato banyak dipersepsikan sebagai penjahat

Persepsi visual. Persepsi visual adalah hasil dari indera penglihatan yaitu mata. Persepsi visual merupakan hasil dari apa yang kita lihat baik sebelum kita melihat atau masih membayangkan dan sesudah melakukan pada objek yang dituju.

Persepsi Auditori

Persepsi Auditori
Orang akan berpersepsi terhadap apa yang didengarnya

Persepsi Auditori, merupakan persepsi yang diterima oleh indera pendengaran yaitu telinga. Mendengar sebuah berita dan suara dapat mempengaruhi hasil dari persepsi.

Persepsi Perabaan.

Persepsi perabaan
Sumber : huffpost.com

Persepsi perabaan, Persepsi pengerabaan didapatkan dari indera taktil yaitu kulit. Seseorang dapat mempersepsikan sesuatu objek yang sudah disentuhnya.

Persepsi Penciuman.

Persepsi Penciuman

Persepsi penciuman. Persepsi penciuman merupakan persepsi yang didapatkan dari indera penciuman yaitu hidung. Seseorang dapat mempersepsikan sesuatu dari apa yang di cium. Orang akan cenderung menjauhi sesuatu objek yang berbau dan mendekati objek yang memiliki wewangian.

Persepsi Pengecapan.

Persepsi pengecapan

Persepsi pengecapan, Persepsi pengecapan atau rasa didapatkan dari indera pengecapan yaitu lidah.Seseorang dapat mempersepsikan sesuatu dari apa yang diecap atau rasakan

Macam-macam Persepsi.

Menurut Sunaryo (2010) terbagi manjadi dua yaitu :

  • External perception atau Persepsi Eksternal yaitu persepsi yang terjadi karena adanya rangsangan yang datang dari luar diri individu.
  • Self-perception atau Persepsi Pribadi ,yaitu persepsi yang terjadi karena adanya rangsang yang berasal dari dalam individu. Dalam hal ini yang menjadi objek adalah dirinya sendiri
Andika Pratama
Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com

Enable Notifications    OK No thanks