Mengenal Tentang Kecerdasan Buatan, Teknologi Masa Depan

Halo sobat, hari kita akan membahas tentang kecerdasan buatan atau A.I (Artificial Intelligency) dan mulai dari pengertian, historis hingga bagaimana A.I menjadi sebuah teknologi masa depan.

Namun sebenarnya apa itu AI? Secara singkat, A.I mengacu pada simulasi kecerdasan manusia yang dibuat dalam mesin yang diprogram untuk berpikir dan meniru tindakan manusia.

Tapi apakah teknologi A.I ini berbahaya atau bermanfaat bagi manusia sih ? Untuk lebih jelas tentang kecerdasan buatan, mari kita simak materinya sama – sama.

Mengenal Kecerdasan Buatan, Sebuah Teknologi Masa Depan

Pengertian Kecerdasan Buatan

Tentang kecerdasan buatan
sumber : freepik.com

Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (A.I) adalah sebuah simulasi kecerdasan yang dibuat manusia dan ditujukkan untuk mesin agar dapat menyelesaikan tugas yang dulunya membutuhkan kecerdasan manusia untuk menyelesaikannya.

Dalam media mainstream sehari-hari, istilah “kecerdasan buatan” sering digunakan untuk menggambarkan mesin (atau komputer) yang meniru fungsi “kognitif” yang diasosiasikan manusia dengan kemampuan manusia , seperti “belajar”, “memecahkan suatu masalah” dan bahkan “Mengkoreksi diri sendiri.”

Definisi modern tentang kecerdasan buatan lebih spesifik. Menurut Francois Chollet, peneliti AI di Google dilansir znet.com mengatakan kecerdasan terkait dengan kemampuan sistem untuk beradaptasi dan berimprovisasi di lingkungan baru, untuk menggeneralisasi pengetahuannya dan menerapkannya pada skenario yang tidak biasa.

Karakteristik AI yang ideal adalah kemampuannya untuk merasionalisasi dan mengambil tindakan yang memiliki peluang terbaik untuk mencapai tujuan tertentu.

Baca juga : Teknologi di masa lalu.

Sejarah Singkat Kecerdasan Buatan.

Deepblue mengalahkan Kasparov pada 90-an.
sumber : Britannica.com

Sebelum Kecerdasan Buatan ramai dipopulerkan oleh film modern seperti SkyNet dalam film Terminator dan Vision dan Ultron dalam Avengers. Keinginan manusia untuk kecerdasan buatan ini ada dalam karya klasik seperti novel Frakenstein ciptaan Mary Shelley.

Benih-benih kecerdasan buatan modern ditanam oleh para filsuf klasik yang berusaha menggambarkan proses berpikir manusia sebagai manipulasi simbol secara mekanis.

Semuanya memuncak dalam penemuan komputer digital yang dapat diprogram pada tahun 1940-an, sebuah mesin yang didasarkan pada esensi abstrak penalaran matematika yang dilakukan oleh Alan Turing.

Teori komputasi Alan Turing, yang menyatakan bahwa mesin, dengan mengacak simbol sesederhana “0” dan “1”, dapat mensimulasikan tindakan deduksi matematis apa pun yang dapat dibayangkan.

Pengetahuan bahwa komputer digital dapat mensimulasikan setiap proses penalaran formal, dikenal sebagai tesis Church-Turing dan dari sini juga Alan Turing membuat mesin yang disebut Mesin Turing dan Tes Turing. Perangkat ini dan ide-ide di baliknya menginspirasi segelintir ilmuwan untuk mulai serius membahas kemungkinan tentang kecerdasan buatan elektronik.

Karya pertama yang sekarang secara umum dikenal sebagai AI adalah desain formal McCullouch dan Pitts ‘1943 yang menggunakan “neuron buatan” lengkap Turing.

Istilah kecerdasan buatan pertama kali dikemukakan pada tahun 1956 di Konferensi Darthmouth. Sejak saat itu, kecerdasan buatan terus dikembangkan sebab berbagai penelitian mengenai teori-teori dan prinsip-prinsipnya juga terus berkembang.

Dari kecerdasan buatan Deepblue yang mengalahkan juara dunia catur Kasparov di tahun 1990, hingga Apple Siri dan Alexa yang dapat mengenali suara hingga sekarang di tahun 2021, DeepMind’s AlphaFold 2 dapat mendemonstrasikan kemampuan untuk menentukan struktur 3D sebuah protein.

Baca juga : Komputer pertama

Apa kegunaan dari Kecerdasan Buatan ?

Mobil self driving Tesla.
sumber : Tesla.com

Kenyataannya AI ada di mana-mana saat ini, mulai dari hal – hal yang kita gunakan sehari – hari seperti handphone dan bahkan juga berbagai teknologi canggih lainnya.

A.I dapat digunakan untuk merekomendasikan apa yang Anda ingin beli selanjutnya secara online, dapat menjadi asisten vitual dan memahami apa yang Anda katakan kepada seperti Amazon Alexa, google assisten dan Apple’s Siri.

Dan A.I juga untuk mengenali siapa dan apa yang ada di foto, untuk melihat spam, dan bahkan dapat menghidupkan musisi yang sudah mati dalam untuk tampil dalam wujud konser virtual seperti yang dilakukan di korea beberapa waktu lalu dilansir oleh VOI.

Baca Juga : Aplikasi – aplikasi Pendidikan gratis

Beberapa Jenis AI

Menurut Arend Hintze dari Universitas Michigan State, terdapat empat kategori A.I dari jenis sistem AI yang ada saat ini hingga sistem yang hidup, yang belum ada, diantaranya :

  • Mesin reaktif. Contohnya, Deep Blue, program catur IBM yang mengalahkan Garry Kasparov pada 1990 dan Apple Siri dan Alexa Amazon. Dimana mesin dapat beraksi atau merespon.
  • Memori terbatas. Sistem AI ini dapat menggunakan pengalaman masa lalu untuk menginformasikan keputusan masa depan. Contohnya mobil self driving Tesla dan Self Driving Honda Prius.
  • Teori pikiran. mengacu pada pengertian bahwa orang lain memiliki keyakinan, keinginan sendiri dan niat yang memengaruhi keputusan yang mereka buat. AI jenis ini belum ada sampai saat ini.
  • Kesadaran diri. sistem AI dianggap sudah memiliki kesadaran. Mesin dengan kesadaran diri ini dapat memahami keadaan mereka saat ini dan dapat menggunakan informasi untuk menyimpulkan apa yang orang lain rasakan. sampai saat ini belum ada A.I yang bisa seperti ini. Jika ada dalam fiksi yaitu Ultron dalam Avengers.

Dan itulah kawan pembahasan mengenai kecerdasan buatan, semoga menambah wawasan kamu terhadap dunia teknologi. Dan sampai jumpa di materi menarik lainnya.

About Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com