Metode Pembelajaran Kurikulum 2013, Guru Wajib Tahu

Halo sobat kali ini kita akan membahas tentang Metode Pembelajaran yang wajib diketahui oleh para pendidik dan pengajar untuk dapat memenuhi kebutuhan mengajar yang efektif dan efisien dalam proses pembelajaran.

Dalam satu kelas saja, Bapak/Ibu harus akan menjumpai berbagai karakter peserta didik, misalnya usil, malas, rajin, dan masih banyak lainnya. hingga kita sebagai pengajar dituntut untuk dapat menilai dan memilih metode belajar yang efektif.

Seorang guru harus mengetahui dahulu beberapa faktor yang harus dijadikan dasar pertimbangan dalam pemilihan sebuah metode belajar, seperti Berpedoman Pada Tujuan, Perbedaan Individual, Kemampuan Guru, Bahan Pelajaran, Situasi Kelas, dan lain sebagainya.

Nah untuk mengetahui lebih banyak tentang Metode Pembelajaran yang dipakai pada kurikulum 2013 ini, kami telah menyiapkan macam – macam metode belajar yang bisa kamu gunakan.

Jadi tak perlu berlama-lama mari kita simak ulasannya berikut ini.

Metode Pembelajaran Kurikulum 2013, Guru Wajib Tahu.

Metode Ceramah

Metode Pembelajaran Kurikulum 2013
Sumber : freepik.com

Metode ceramah adalah metode belajar konvensional dimana guru atau pendidik menyampaikan materi secara langsung dengan pada para peserta didik (ceramah).

Menurut Prof Winarno Surahkmad, M.Sc, Ed (1990) Metode ceramah adalah penerangan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelasnya, sedangkan peranan murid mendengarkan dengan teliti, serta mencatat yang pokok dari yang dikemukakan oleh guru.

Menurut Gilstrap dan Martin (1975) ceramah berasal dari bahasa latin Lecturu, Legu ( Legree, lectus) yang memiliki arti membaca. Lalu diartikan secara umum sebagai cara mengajar guru yang menyampaikan pelajaran dengan membaca dari buku dan mendiktekan pelajaran dengan penggunaan buku.

Metode Ceramah sendiri dianggap tidak efektif, karena dituntut kemampuan dan keterampilan guru dalam berbicara dan cenderung dapat membuat siswa menjadi pasif karena terlalu berpusat kepada guru.

Dalam metode ini sebagian besar waktu interaksi yang terjadi di kelas dihabiskan oleh guru yang menjelaskan konsep dan menugaskan pekerjaan rumah pada individu.

Kelebihan dan Kekurangan Metode ceramah :

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan metode belajar ceramah.

Kelebihan Metode Ceramah :

  • proses ceramah tidak memerlukan peralatan-peralatan dan sarana belajar yang lengkap
  • Memberi kesempatan pada guru untuk membagikan pengalaman, pengetahuan dan kearifan.
  • Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar
  • Bila guru melakukan dengan tepat maka dapat menstimulasikan dan meningkatkan keinginan belajar siswa dalam bidang akademik.
  • Membantu siswa untuk mendengar secara akurat, kritis, dan penuh perhatian.
  • Mudah mengatur dan mengorganisasikan keadaan di dalam kelas.

Kelemahan Metode Ceramah :

  • Guru Centris (semuanya berpusat kepada guru)
  • untuk siswa yang bertipe visual akan merasa kesulitan dari pada siswa yang auditif.
  • Membosankan jika Guru kurang memiliki kemampuan bertutur dengan baik, 
  • Siswa menjadi pasif.
  • Materi yang dapat dikuasai siswa sebagai hasil dari ceramah akan terbatas pada apa yang dikuasai guru.
  • sangat sulit untuk mengetahui apakah seluruh siswa sudah mengerti apa yang dijelaskan atau belum

Baca juga : Pengertian Budaya adalah

Metode Diskusi (Kelompok Belajar)

images 18 min

Metode Diskusi (Diskusi Kelompok) adalah metode belajar yang menggunakan aktivitas kelompok siswa untuk saling bertukar informasi maupun pendapat tentang sebuah topik atau masalah, dimana setiap anak mencari jawaban / penyelesaian masalah dari segala segi dan kemungkinan yang ada.

Diskusi sendiri berbeda dengan berdebat. Dalam Diskusi Kelompok diarahkan kepada pemecahan masalah yang menimbulkan berbagai macarn pendapat dan akhirnya diambil suatu kesimpulan yang dapat diterima oleh anggota dalam kelompoknya.

Menurut Hasibun (2006:10) diskusi merupakan proses interaksi dua atau lebih individu secara verbal dan saling berhadapan muka mengenai tujuan atau sasaran yang sudah tertentu melalui cara menukar informasi, mempertahankan pendapat atau pemecahan masalah.

Dengan pelaksanaan metode diskusi akan tercipta suasana kelas yang hidup, karena setiap siswa diharapkan ikut berpartisipasi secara langsung.

Mereka diberi kesem­patan untuk mengemukakan pendapat, mempertahankan pendapat, menyangkal pendapat orang lain, mengajukan usul-usul, dan mengajukan saran-saran dalam rangka pemecahan masalah yang ditinjau dari berbagai segi.

metode diskusi dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan maka guru harus memperhatikan bebe­rapa hal, yaitu :

  • Menentukan masalah (topik) yang dijangkau oleh taraf berpikir siswa,
  • Mengemukakan masalah dengan memberi cara pemecahannya dan menjelaskan hasil apa yang ingin dicapai dalam diskusi,
  • Membentuk kelompok dan memilih ketua, wakil, penulis, mengatur tempat duduk,
  • menjelaskan tata tertib dan lain–lainnya
  • Siswa mendiskusikan masalah dengan kelompoknya masing-masing dengan bimbingan guru.

Jenis Diskusi

Menurut Abu Ahmadi (1997) ada beberapa jenis Diskusi yaitu :

Diskusi Formal

Diskusi ini terdapat seperti pada lembaga-lembaga pemerintahan atau semi pemerintah, dimana dalam diskusi itu perlu adanya ketua dan penulis serta pembicara yang diatur secara formal. Contohnya Diskusi sidang paripurna DPR/MPR.

Diskusi tidak formal (Informal)

Diskusi yang dilaksanakan dalam kelompok-kelompok yang bersifat “face to face relationship” dan tidak memiliki ikatan formal. Contohnya Diskusi Kelompok Belajar.

Diskusi Panel

Diskusi ini menghadapi masalah yang ditinjau dari beberapa pandangan. Pada umumnya Diskusi panel digunakan oleh beberapa orang saja, yang dapat diikuti oleh penonton ataupun pendengar.

Diskusi dalam bentuk simposium

Simposium adalah diskusi panel yang bersifat formal. Biasanya diselenggarakan apabila ada pertentangan pendapat antara para ahli. Selanjutnya diadakan diskusi antara pembicara, dan pendengar. Diskusi dalam bentuk simposium ini biasanya tidak mencari kebenaran tertentu.

Diskusi Mengajar

Diskusi ini dilaksanakan dengan cara membeberkan suatu persoalan, kemudian didiskusikan. Di sini biasanya hanya satu pandangan atau persoalan saja.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Diskusi

Meski terlihat efektif metode diskusi tidak lah sempurna. Karena memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing.

Kelebihan Metode Diskusi :

  • Merangsang kreativitas siswa dalam bentuk ide, gagasan – prakarsa, dan terobosan baru dalam pemecahan suatu masalah.
  • Mengembangkan sikap menghargai pendapat orang lain.
  • Memperluas wawasan
  • Membina untuk terbiasa musyawarah untuk memperkuat dalam memecahkan

Kelemahan Metode Diskusi :

  • Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar.
  • Pembicaraan terkadang menyimpang, sehingga memerlukan waktu yang panjang.
  • Sering dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara atau ingin menonjolkan diri.

Metode Pembelajaran Demonstrasi

Metode pembelajaran Demonstrasi adalah metode pembelajaran yang dilakukan oleh pengajar dengan cara memperagakan, menunjukkan proses atau cara kerja dari sebuah materi yang sedang dipelajari.

Siswa diberikan kesempatan untuk bersentuhan langsung dengan materi yang dipelajari kemudian mereka memperagakannya di depan kelas.

Metode ini dianggap cukup efektif karena dapat membantu siswa untuk memperoleh jawaban dengan mengamati suatu proses atau peristiwa tertentu.

Metode demonstrasi biasanya diaplikasikan dengan menggunakan alat-alat bantu pengajaran seperti benda-benda miniatur, gambar, perangkat alat-alat laboratorium, dan lain-lain.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Demonstrasi

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan Metode Demonstrasi :

Kelebihan Metode Demonstrasi :

  • Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau kerja suatu benda.
  • Memudahkan berbagai jenis penjelasan.
  • Siswa dapat bertanya secara langsung hal yang belum dimengerti.
  • Menghadirkan contoh konkret, dengan menghadirkan objek sebenarnya.
  • Memusatkan perhatian murid

Kekurangan Metode Demonstrasi

  • Peserta didik terkadang sulit melihat dengan jelas benda yang diperuntukkan .
  • Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.
  • Harus memiliki bahan peraga.
  • Sulit dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan

Metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw

images 21 min 1
Sumber : pngtree.com

Metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah metode pembelajaran di mana siswa belajar secara kelompok dan mereka bertanggung jawab atas penguasaan materi belajar yang ditugaskan kepadanya lalu mengajarkan bagian tersebut dan menyatukannya dengan hasil dari kelompok layaknya potongan puzzle (jigsaw).

Pembelajaran tipe jigsaw bersifat kooperatif atau pembelajaran kelompok di mana setiap anggota bertanggung jawab atas penguasaan materi tertentu dan mengajarkannya kepada anggota kelompoknya setelah mempelajari dengan kelompok ahli masing-masing dalam kelompok.

Jigsaw menggabungkan konsep pengajaran teman sebaya dalam usaha membantu belajar. Jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggungjawab untuk pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Jenis pembelajaran ini membuat siswa belajar mendengarkan orang lain dan belajar dari satu sama lain.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Jigsaw :

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh metode jigsaw.

Kelebihan Metode Jigsaw :

  • Mempermudah pekerjaan guru dalam mengajar,karena sudah ada kelompok ahli yang mengajarkan kepada teman sebaya.
  • Pemerataan penguasaan materi dapat dicapai dalam waktu yang lebih singkat.
  • Metode pembelajaran ini dapat melatih siswa untuk lebih aktif dalam berbicara dan berpendapat.

Kekurangan Metode Jigsaw

  • Jika siswa kurang kooperatif dalam kelompok masing- masing maka dikhawatirkan kelompok akan macet
  • Adanya anggota yang membonceng dalam menyelesaikan tugas-tugas dan pasif dalam diskusi
  • Membutuhkan waktu yang lebih lama apalagi bila ada penataan ruang belum terkondisi dengan baik.

Metode Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)

Metode Problem Based Learning adalah metode yang mengenalkan siswa pada suatu kasus atau Masalah (Problem) yang memiliki keterkaitan dengan materi yang sedang dibahas. Kemudian, siswa diminta mencari solusi untuk menyelesaikan kasus/masalah tersebut.

Metode PBL menurut Richard I. Arends dalam buku Learning to Teach (2004) memiliki ciri-ciri seperti berikut :

  • pembelajaran dimulai dengan pemberian masalah atau pertanyaan,
  • biasanya masalah memiliki konteks dunia nyata, siswa secara berkelompok aktif merumuskan masalah dengan mengidentifikasi berdasarkan pengetahuan mereka,
  • mempelajari dan mencari sendiri materi yang terkait dengan masalah dan melaporkan solusi dari masalah tersebut.
  • Menghasilkan sebuah produk
  • Kolaborasi dan kerja sama

langkah-langkah metode pembelajaran problem based learning

  • Orientasi siswa pada masalah
  • Mengorganisasi siswa
  • Guru membimbing penyelidikan.
  • Mengembangkan hasil karya atau Produk dari penyelidikan.
  • Mengembangkan hasil karya.
  • Analisis dan evaluasi

Kelebihan dan Kekurangan Metode Problem Based Learning

berikut ini adalah kelebihan dan Kekurangan Metode Problem Based Learning

Kelebihan Metode Problem Based Learning :

  • Menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa.
  • Siswa lebih aktif
  • Mengaplikasikan materi yang selama ini diajarkan ke dalam kehidupan nyata.
  • Mengembangkan pengetahuan baru hasil dari brainstorming.
  • Belajar bertanggungjawab atas pembelajaran yang dilakukan.
  • Mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan menyesuaikan dengan pengetahuan baru.
  • Meningkatkan minat siswa untuk belajar terus menerus, bahkan di luar sekolah.

Kekurangan Metode Problem Based Learning :

  • jika siswa tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan,maka siswa akan merasa enggan untuk mencoba;
  • perlu ditunjang oleh buku yang dapat dijadikan pemahaman dalam kegiatan pembelajaran;
  • pembelajaran model Problem Based Learning (PBL) membutuhkan waktu yang lama;
  • tidak semua mata pelajaran matematika dapat diterapkan model ini.

Metode Student Teams-Achievement Divisions

Metode Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) adalah metode pembelajaran dengan strategi pembelajaran kooperatif yang memberi kesempatan siswa untuk berkembang secara majemuk dengan latihan untuk mempelajari konsep dan keahlian.

Metode ini menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi untuk mencapai hasil yang maksimal.

Metode Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) ini yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin pada tahun 1995.

Guru akan menempatkan Siswa dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya, jenis kelamin dan suku.

Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Lalu guru akan memberikan latihan soal ataupun kisi mengenai materi tersebut. Saat kuis berlangsung mereka tidak boleh saling membantu.

Guru yang menggunakan STAD akan memberikan materi atau informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu mengunakan presentasi Verbal, gambar atau teks.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Student Team Achievement Division

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari penggunaan metode STAD

Kelebihan Metode Student Team Achievement Division :

  • Siswa dapat belajar dari siswa lainnya yang telah mengerti, sehingga rasa malu untuk bertanya terhadap materi yang belum dimengerti siswa dapat berkurang.
  • Siswa dapat saling aktif dalam memecahkan masalah yang diberikan oleh guru.
  • Siswa menjadi harus merasa siap, karena akan mendapatkan tes secara acak oleh guru bidang studi.
  • Dalam penilaian, guru dapat melihat kemampuan dari masing – masing individu siswa terhadap pemahaman materi.

Kekurangan Metode Student Team Achievement Division :

  • Bagi siswa yang belum dapat bekerja sama dengan kelompoknya dan tidak dapat mengerjakan soal yang diberikan oleh guru, maka siswa tersebut akan tertinggal dari siswa yang lainnya.
  • Apabila di dalam kelompok tersebut tidak terdapat siswa yang mengerti akan soal atau materi yang telah diberikan oleh guru, maka seluruh anggota kelompok tersebut akan mendapat kesulitan dalam memecahkan masalah.
  • Di dalam penggunaan pembelajaran kooperatif model STAD ini akan menggunakan waktu yang lama, karena dalam model ini siswa diminta untuk membentuk kelompok, menata ruang kelas, dan guru juga harus membimbing semua kelompok yang terdapat di dalam kelas tersebut.
  • Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk guru sehingga pada umumnya guru tidak mau menggunakan pembelajaran kooperatif.
  • Membutuhkan kemampuan khusus guru sehingga tidak semua guru dapat melakukan pembelajaran kooperatif.
  • Menuntut sifat tertentu dari siswa, misalnya sifat suka bekerja sama.

Metode Example Non Example

Model example non example adalah metode pembelajaran yang memakai instrumen gambar untuk penyajian materi. Kegunaan dari adanya gambar diperuntukkan agar siswa bisa menganalisis gambar ke dalam sebuah deskripsi.

Deskripsi gambar dapat berupa pemaknaan dan interpretasi siswa mengenai maksud dari isi gambar yang guru sajikan. Cara ini berfungsi agar siswa dapat memahami materi dengan cara berimajinasi.

Contoh-contoh gambar yang dapat digunakan oleh pendidik adalah gambar dari kasus atau gambar yang relevan dengan Kompetensi Dasar.

Menurut Buehl (Depdiknas, 2007: 219) Examples Non Examples adalah taktik yang dapat digunakan untuk mengajarkan definisi konsep. Taktik ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa secara cepat Dengan menggunakan 2 hal yang terdiri dari examples dan non examples dari suatu definisi dengan konsep yang ada.

Examples memberikan gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang sedang dibahas, sedangkan non examples memberikan gambaran akan sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang dibahas.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Example Non Example

berikut ini adalah kelebihan dan Kekurangan dari metode pembelajaran example non Example.

Kelebihan Metode Example Non Example :

  • Siswa terlibat aktif, dapat bekerja sama, dan berinteraksi dengan siswa lain melali diskusi..
  • Peserta didik dilibatkan dalam satu proses discovery (penemuan), yang mendorong mereka untuk membangun konsep secara progresif melalui pengalaman.
  • Siswa lebih berpikir kritis dalam menganalisa gambar yang relevan dengan Kompetensi Dasar
  • Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya yang mengenai analisis gambar yang relevan dengan Kompetensi Dasar.

Kekurangan Example Non Example :

  • Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar.
  • Memakan waktu yang banyak.

Langkah-langkah Model Pembelajaran Examples Non Examples

  • Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
  • Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP/LCD.
  • Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisis gambar
  • Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisis gambar tersebut dicatat pada kertas.
  • Tiap kelompok diberi kesempatan untuk membacakan hasil diskusi.
  • Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
  • Guru atau siswa membuat kesimpulan

Metode Eksperimen

Metode Eksperimen adalah Metode pembelajaran yang bertumpu pada suatu percobaan yang dilakukan untuk membuktikan suatu hipotesis (Sagala : 2006)

Menurut Syaiful Bahri Djamarah (1995) metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang telah mereka pelajari.

Tujuan Metode Eksperimen

Menurut Soli Abimanyu,dkk (2009: 7-17) ada beberapa tujuan dari metode pembelajaran eksperimen yaitu :

  • Siswa mampu menyimpulkan fakta-fakta, informasi atau data yang diperoleh.
  • Siswa mampu merancang, mempersiapkan, melaksanakan dan melaporkan percobaan,
  • Siswa mampu menggunakan logika berpikir induktif untuk menarik kesimpulan dari fakta,informasi atau data yang dikumpulkan melalui percobaan,
  • Siswa mampu berpikir sistematis,disiplin tinggi,hidup teratur dan rapi.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Eksperimen

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan Kekurangan Metode eksperimen.

Kelebihan Metode eksperimen :

  • Dapat digunakan prosedur metode ilmiah dan berfikir ilmiah.
  • Dengan bereksperimen siswa dapat membuktikan sendiri kebenaran suatu teori.
  • Hasil belajar menjadi kepemilikan peserta didik yang bertahan lama

Kekurangan Pembelajaran eksperimen

  • memerlukan waktu yang lama.
  • Tidak semua materi pelajaran dapat dilakukan dengan metode percobaan

Metode Pembelajaran Simulasi

Menurut Depdiknas (2005) Metode simulasi adalah metode belajar yang memperagakan sesuatu dalam bentuk tiruan yang mirip dengan keadaan yang sesungguhnya.

Menurut Syaefudin, Udin dalam buku Perencanaan Pendidikan Pendekatan Komprehensif (2005) Simulasi menampilkan replikasi atau visualisasi dari perilaku sebuah sistem, misalnya sebuah perencanaan pendidikan, yang berjalan pada kurun waktu yang tertentu.

Jadi bisa disimpulkan bahwa simulasi itu adalah sebuah model yang berisi seperangkat variabel yang menampilkan ciri utama dari sistem kehidupan yang sebenarnya.

Dalam pembelajaran yang menggunakan metode simulasi, siswa dibimbing menggunakan kemampuannya dalam berinteraksi dan berkomunikasi dalam kelompok.

Di samping itu, dalam metode simulasi siswa diajak untuk dapat bermain peran beberapa perilaku yang dianggap sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Jenis Metode Simulasi

  • Bermain peran (role playing) menitik beratkan pada tujuan untuk mengingat atau menciptakan kembali gambaran masa silam yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang atau peristiwa aktual di kehidupan sekarang.
  • Sosiodrama adalah bermain peran untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan fenomena sosial, permasalahan yang menyangkut hubungan antara manusia.
  • Permainan simulasi (Simulasi games) Dalam pembelajarannya siswa bermain peran sesuai dengan peran yang ditugaskan sebagai untuk membuat suatu keputusan.
  • Peer Teaching. merupakan latihan mengajar yang dilakukan oleh siswa kepada teman-teman calon guru.

Kelemahan Dan Kelebihan Metode Simulasi

Berikut ini adalah kelebihan dan kelemahan Metode Simulasi

Kelebihan Metode Simulasi :

  • Siswa dapat melakukan interaksi sosial dan komunikasi dalam kelompoknya.
  • siswa aktif dalam pembelajaran sehingga terlibat langsung dalam pembelajaran.
  • Dapat membiasakan siswa untuk memahami permasalahan sosial
  • Dapat meningkatkan daya imajinasi
  • Dapat membina hubungan personal yang positif

Kekurangan Metode Simulasi :

  • Relatif memerlukan waktu yang cukup banyak.
  • Sangat bergantung pada aktivitas dan keaktifan siswa.
  • Cenderung memerlukan pemanfaatan sumber belajar.
  • Banyak siswa yang kurang menyenangi sosiodrama sehingga sosiodrama dianggap kurang efektif.

Metode Penemuan (Discovery Learning)

Metode penemuan atau Discovery Learning merupakan metode pembelajaran yang mengatur sedemikian rupa sehingga siswa dapat memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum diketahuinya berdasarkan kemampuannya sendiri.

Menurut Jerome Bruner (dalam Cooney, Davis:1975,138) penemuan adalah suatu proses, suatu jalan atau cara dalam mendekati permasalahan bukannya suatu produk atau item pengetahuan tertentu.

Oleh karena itu, dalam pembelajaran menggunakan metode ini, siswa dapat memperoleh pengetahuan dari pengalamannya menyelesaikan masalah bukan melalui transmisi dari guru.

Dengan demikian dalam metode penemuan guru memperkenankan siswanya untuk mandiri menemukan sendiri informasi yang berupa suatu konsep, prinsip atau teorema yang sesuai dengan pembelajaran.

3 Ciri utama Metode Discovery Learning

Menurut Biknell-Holmes dan Hoffman (Castronova, 2002: 2) ada tiga ciri utama pembelajaran dengan metode penemuan, yaitu:

  • Mengeksplorasi dan memecahkan masalah untuk menciptakan, menggabungkan dan menggeneralisasi pengetahuan. Melalui eksplorasi dan pemecahan masalah, siswa dapat berperan lebih aktif dalam menciptakan, menggabungkan dan menggeneralisasi pengetahuan.
  • Berpusat pada siswa. Dalam pembelajaran penemuan, siswa didorong belajar dengan langkah mereka sendiri.
  • Menggunakan pengetahuan yang sudah ada sebagai dasar untuk memperoleh pengetahuan baru.

Kelebihan dan Kekurangan Discovery Learning

Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan Kekurangan Discovery Learning.

Kelebihan discovery learning :

  • siswa dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran yang disajikan,
  • menumbuhkan sekaligus menanamkan sikap inquiry (mencari-temukan),
  • mendukung kemampuan problem solving siswa,
  • memberikan wahana interaksi antar siswa, maupun siswa dengan guru, dengan demikian siswa juga terlatih untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  • siswa dapat menemukan konsep sendiri dapat menimbulkan rasa puas dan bangga terhadap dirinya sendiri.
  • Materi yang dipelajari dapat mencapai tingkat kemampuan yang tinggi dan lebih lama membekas karena siswa dilibatkan dalam proses menemukanya.
  • Siswa yang memperoleh pengetahuan dengan metode penemuan akan lebih mampu mentransfer pengetahuannya ke berbagai konteks.

Kekurangan Metode Discovery Learning :

  • Untuk materi tertentu (atau materi yang sulit) waktu yang tersita lebih lama.
  • tidak semua siswa dapat mengikuti pelajaran dengan cara ini. Karena siswa masih terbiasa dan mudah mengerti dengan model ceramah;
  • Tidak semua topik cocok disampaikan dengan model ini.

Metode Mind mapping.

Metode Mind Mapping adalah suatu proses pembelajaran untuk menggambarkan alur dari suatu konsep atau ide ke dalam bentuk visual yang lebih mudah untuk dipahami.

Bentuk visual yang disusun dalam mind map dapat membantu siswa untuk mengatur beragam informasi baru yang diterima. Mereka dapat mengelompokkan suatu tema besar dan sub-tema.

Pembuatan Mind Mapping didasarkan pada cara kerja alamiah otak dan mampu menyalakan percikan-percikan kreatifitas dalam otak karena melibatkan kedua belahan otak kita.

Mind Mapping lebih banyak menggunakan citra visual, prasarana grafis dan sensorik dalam suatu pola dari ide-ide yang berkaitan untuk membentuk kesan pada otak.

Tahap Mind Mapping.

Tahap yang dilakukan untuk menerapkan Mind Mapping yaitu sebagai berikut :

  • Brainstorming menampilkan ide-ide dengan menggunakan waarna, gambar, kata-kata dan simbol yang terkait.
  • Organization, dengan mengorganisir dan memetakan ide-ide atau kata kunci. Identifikasi tipe-tipe hubungan antara ide tersebtu apakah saling bertolak belakang, saling memiliki persamaan, sebab akibat.
  • Mind Map, ketika yakin akan asosiasi-asosiasi dari proses barinstorming. ide-ide tadi dapat digunakan untuk proses finalisasi mind map untuk kemudian dinilai dengan rubrikasi nilai untuk memastikan bahwa mind mapping sudah benar.

Baca juga : 5 Teori belajar.

Dan itulah kawan Pembahasan materi tentang Metode Pembelajaran yang dipakai dalam kurikulum 2013, semoga informasi ini bermanfaat untuk kamu. Sampai jumpa di Pembahasan materi menarik lainnya hanya di ilmusaku.com.

Sumber :

  • Castronova, Joyce . A. 2014. Discovery Learning for the 21st Century: What is it and how does it compare to traditional learning in effectiveness in the 21st Century. Valdosta.edu, 1(1): 1-12.
  • Udin Syaefudin Sa’ud,dkk. 2005. Perencanaan Pendidikan Pendekatan Komprehensif. Rosda. Bandung.
  • Soli Abimayu, dkk,(2009)metode eksperimen dalam Strategi Pembelajaran. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Depdiknas.
  • Richard I. Arends. (2008) Learning To Teach. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
       
           

Penulis di ilmusaku.com dan Seorang Pemimpi

Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

Maaf. Tolong Matikan Adsblok untuk keberlangsungan hidup Kami. 

Terima Kasih atas Kerjasamanya.

ilmusaku.com

Powered By
Best Wordpress Adblock Detecting Plugin | CHP Adblock