Qin Shi Huang, Kaisar China yang Ingin Hidup Abadi

Halo sobat kali ini kita akan membahas tentang Kaisar Qin Shi Huang yang berhasil menyatukan China. kuno dalam sebuah Kekaisaran besar dan menjadi salah satu pondasi awal dari China Modern.

Semasa hidupnya Beliau menjadikan China yang saat itu terdiri dari banyak Kerajaan yang berseteru untuk tunduk pada satu Panji kekaisaran Dinasti Qin. Selain menyatukan China, dia juga mereformasi sistem keuangan, Bahasa dan pemerintahan.

Selain memiliki keinginan besar untuk menyatukan seluruh dataran China, dia juga memiliki cita – cita yang besar dan mustahil yaitu Hidup Abadi.

Nah untuk mempelajari tentang, kisah dari Kaisar Qin Shi Huang dari Dinasti Qin ini mari kita simak penjelasannya bersama – sama.

Qin Shi Huang, Sang Penguasa Langit

Qin Shi Huang
Lukisan Sang Kaisar

Qin Shi Huang, lahir pada tanggal 18 Februari tahun 259 SM – lebih dari 2.200 tahun yang lalu di negara bagian Qin. Memiliki nama kecil Zhao Zheng atau Ying Zheng adalah pencipta kekaisaran Tiongkok pertama yaitu Dinasti Qin.

Terkenal karena Makamnya yang megah dan pasukan prajurit terakota yang dibangun untuk melindungi makamnya, Kaisar Qin dianggap sebagai salah satu pelopor kemajuan dan persatuan China Kuno, tapi juga merupakan salah satu tokoh paling kontroversial dalam sejarah.

Zhao Zheng lahir sebagai putra dari Zhuang xiang seorang raja negara bagian Qin. Sejak lahir ayahnya di disandera di negara bagian Zhao. Pedagang kaya Lü Buwei membantunya menggantikan ayahnya sebagai penguasa Qin.

Setelah itu ia diangkat menjadi Raja pada usia 22 Tahun. Dengan pasukan besar ia mengalahkan enam kerajaan independen yang tersisa dari Periode Negara Berperang akhir dan menyatukan Cina di 221 SM;

Dan Meski baru berusia 38 tahun, Qin berhasil menyatukan seluruh Tiongkok, mengakhiri kekacauan politik selama berabad-abad, perang terus-menerus, dan pertumpahan darah tanpa akhir.

Setelah penaklukan yang luar biasa itu, Ying Zheng melihat dirinya berbeda. dia mengklaim memiliki mandat Surga dengan menciptakan gelar baru yang diilhami oleh penguasa ilahi mitologi Tiongkok: Qin Shi Huangdi.

Qin diambil dari negara asalnya; Shi berarti ‘yang pertama’ dan dengan demikian memproklamirkan pendirian kerajaan dan dinasti; Huang berarti ‘agustus’ setelah nama tiga raja mitos dan di berarti ‘penguasa ilahi’ setelah lima kaisar bijak yang mengikuti raja-raja itu, menurut legenda Cina. Dan dia menjadikan dirinya menjadi seorang Kaisar yang Pertama dalam Sejarah China.

Baca juga : Gilgamesh Pahlawan Kuno Akkadia.

Seorang Reformis yang Kejam.

images 35 min
Ban Liang, Uang kuno Dinasti Qin

Selain berhasil menyatukan Tiongkok, Kaisar Qin Shi Huang juga dianggap berhasil mereformasi sistem bahasa, Ekonomi dan pemerintahan di China.

Dengan menghapus sistem feodal lama di mana pewarisan gelar menyebabkan banyak korupsi. menunjuk pejabat untuk mengelola Kekaisaran barunya berdasarkan kemampuan dan prestasi.

Lalu setelah merubah sistem politik, Kaisar juga melakukan perubahan ekonomi dan sosial untuk meningkatkan komunikasi, administrasi, dan perdagangan.

Dia memperkenalkan satu mata uang tunggal, Sistem berat dan ukuran terpadu. tulisan dan Bahasa distandarisasi menjadi skrip yang dapat dibaca di seluruh Kekaisaran. Bahkan lebar kereta dan gerobak dibuat seragam.

Kaisar Qin Shi Huang memerintah dengan kontrol penuh dan tangan besi. Dengan menggunakan ketakutan dan hukuman. Pemerintahannya yang keras mengikuti filosofi Legalisme yang didasarkan pada gagasan orang cenderung melakukan kesalahan daripada yang hal yang benar karena dimotivasi oleh kepentingan diri sendiri.

Selain itu, dikarenakan sistem kerja paksa bagi narapidana dan membuat Kaisar memiliki persediaan tenaga kerja narapidana yang siap untuk memulai proyek pembangunannya yang ambisius.

Berbagai Proyek Jalan dan kanal air baru diperkenalkan untuk mempermudah perdagangan dan perjalanan, dan pendahulu Tembok Besar China saat ini dibangun untuk menciptakan sistem pertahanan melawan suku-suku utara.

Dia juga memiliki banyak istana – istana megah yang dibangun di ibu kota Xianyang untuk menampung selir, anak, dan pelayannya. Bahkan katanya menurut Sejarawan Han (Dinasti setelahnya pada 206 M) Sima Qian, bangunan paling megah adalah Istana E’Pang, dengan aula depan saja berukuran lebih dari 75.000 meter persegi dan teras yang dapat menampung 10.000 orang. Meski letak istananya masih misteri sampai sekarang.

Tapi perubahan – perubahan besar itu dilakukan dengan menumpahkan banyak darah. Kaisar melarang semua filosofi lain seperti Konfusianisme dan Taoisme yang telah berkembang selama Periode sebelumnya.

Dia menghukum mati para ahli – ahli dan Sarjana di bidangnya dan membakar semua buku dan manuskrip yang dia anggap menyimpang dan berbahaya bagi kekaisaran.

dia bahkan mungkin telah mengeksekusi para penulis, filsuf, dan cendekiawan untuk membungkam suara-suara yang menentang. Tidak mengherankan, tindakan Kaisar menarik banyak musuh dan beberapa upaya pembunuhan atas dirinya. Hingga membuatnya merasa tertekan dan menginginkan hidup abadi.

Mencari Keabadian.

Prajurit Terakota
Bukti pencarian keabadian Qin Shi Huang

Memiliki kekaisaran yang besar dan banyaknya musuh yang menginginkan kematiannya, membuat Qin Shi Huang Terobsesi dengan kehidupan dan kematian dan diakhir masa hidupnya dihabiskan untuk mencari sumber kehidupan abadi.

Ia mengeluarkan titah kaisar keseluruhan negeri untuk mencari ramuan hidup abadi. Dia bahkan berkonsultasi dengan banyak penyihir dan ahli Alkemis dari seluruh negeri. Peristiwa itu tercatat dalam 48 kaligrafi kuno dari 36.000 manuskrip dari bambu kuno berusia ribuan tahun. (Sumber)

Dia bahkan memerintahkan sebuah ekspedisi ke Laut Cina Timur untuk mencari ‘Pulau Dewata’ yang mistis, dengan harapan menemukan tumbuh-tumbuhan dan tumbuhan untuk memberinya keabadian.

Ironisnya, Pencariannya pada Keabadiannya ini juga yang membawanya kepada kematian di usia yang relatif masih muda, yaitu usia 49 dikarena ramuan – ramuan aneh yang dia minum memiliki kandungan merkuri.

Meski telah mati keinginannya untuk tetap mati dia teruskan hingga ke liang lahat. Dimana dia membuat sebuah makam megah untuk tempat dia bersemayam. Dan memerintahkan semua seluruh kerajaan untuk menemaninya ke dunia berikutnya.

Bersama makamnya seluruh selir, pejabat istana dan juga ribuan prajurit terbaiknya dikubur hidup-hidup bersama berbagai macam harta benda dan juga 8.000 tentara keramik dan kuda yang menemaninya ke Nirwana.

Baca juga : Alkimia, saat ilmuwan mencari keabadian.

Dan itulah kawan Pembahasan materi menarik tentang Kaisar China Pertama, Qin Shi Huang yang berusaha mencari keabadian. Selain itu Qin Shi Huang juga hadir dalam Anime dan Manga Populer berjudul Record of Ragnarok dan juga Kingdom.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk kamu. Sampai jumpa di Pembahasan materi menarik lainnya hanya di ilmusaku.com.

About Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com