Sejarah Kedatangan Bangsa Portugis di Indonesia

Halo sobat, kali ini kita akan membahas tentang Sejarah Kedatangan Bangsa Portugis di Indonesia, mulai dari alasan kedatangan bangsa portugis ke Indonesia hingga akhir pendudukan Portugis di Nusantara.

Setelah bertahun-tahun lamanya Laut Tengah menjadi pusat perdagangan internasional antara para pedagang dari Barat dan Timur melalui jalur laut. Salah satu komoditi utamanya adalah rempah-rempah, yang saat itu harganya hampir sama dengan Emas.

Setelah Jatuhnya Konstantinopel, kepada Turki Ottoman mereka harus mencari cara lain untuk mendapatkan rempah – rempah dari timur laut. untuk itu mereka pun berbondong-bondong untuk pergi ke timur. Dan salah satunya adalah Kerajaan Portugis.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Sejarah kedatangan bangsa portugis di Indonesia, mari kita simak materinya bersama – sama.

Sejarah Kedatangan Bangsa Portugis di Indonesia

Sumber : https://maerifaaktie.blogspot.com

Orang Eropa membuat kemajuan teknologi pelayaran yang pesat pada awal abad ke-16; Keahlian orang Portugis sudah dikenal dalam navigasi, pembuatan kapal, dan persenjataan, memungkinkan mereka melakukan ekspedisi eksplorasi dan ekspansi yang berani menuju ke timur jauh.

Apalagi setelah, Berita keberhasilan pelayaran Columbus menemukan sebuah dunia baru, membuat penasaran raja Portugis saat itu Manuel l.

Untuk itulah dia memanggil seorang pelayar handal yang telah memiliki nama di Portugis yaitu Vasco da Gama untuk melakukan sebuah ekspedisi untuk mencari Tanah India.

Setelah perjanjian dengan Spanyol yang membagi dunia menjadi dua, antara spanyol dan Portugis. Mereka mesti mencari cara pelayaran baru ke Hindia. maka dari itu Vasco da Gama mencari jalan lain agar lebih cepat sampai di Tanah India dan mencari tempat penghasil rempah-rempah yaitu di Maluku, Indonesia.

Kebetulan sebelum Vasco da Gama berlayar ke Hindia (Indonesia) seorang pelayar Portugis bernama Bartholomeus Diaz telah melakukan pelayaran terlebih dahulu mencari daerah Timur dengan menelusuri pantai barat Afrika hingga dia dihantam gelombang badai besar di tempat yang di sebut sebagai “Cabo das Tormentas” atau Tanjung harapan.

Kenapa di sebuah Tanjung Harapan ?

Tempat itu dinamakan Tanjung Harapan karena Bartholomeus Diaz bisa kembali ke negaranya dengan selamat meski telah di hantam oleh badai besar.

Dan Untuk merubah efek seram dari tempat itu yang awalnya disebut Tanjung Badai, oleh Raja Philip dari Spanyol tempat itu dinamakan Tanjung Harapan.

Dari pengalaman Bartholomeus Diaz itulah Vasco De Gama memulai perjalanannya.

Baca juga : Fakta Sejarah Kerajaan Kutai.

Padrao Portugis oleh Vasco da Gama

Padrao Sunda-Portugis (sumber museumnasional.or.id)

Pada Juli 1497 Vasco da Gama berangkat dari pelabuhan Lisabon untuk memulai penjelajahan. Berdasarkan pengalaman Bartholomeus Diaz itu, Vasco da Gama juga berlayar mengambil rute yang pernah dilayari Bartholomeus Diaz.

Rombongan Vasco da Gama juga singgah di Tanjung Harapan. Atas petunjuk dari pelaut bangsa Moor yang telah disewanya, rombongan Vasco da Gama melanjutkan penjelajahan, berlayar menelusuri pantai timur Afrika kemudian berbelok ke kanan untuk mengarungi Lautan Hindia (Samudra Indonesia).

Pada tahun 1498 rombongan Vasco da Gama mendarat sampai di daerah Kalikut (sekarang Kozhikode) dan juga di pantai Goa sebuah pantai barat di India. dimana dia menyiapkan patok batu yang disebut batu padrao.

Batu ini sudah diberi pahatan lambang bola dunia. Setiap daerah yang disinggahi kemudian dipasang patok batu padrao sebagai tanda bahwa daerah yang ditemukan itu milik Kerajaan Portugis.

Di Goa, Vasco da Gama mendirikan perusahaan dagang dan memonopoli perdagangan di sana. Sampai dia disebut sebagai Pahlawan Nasional di Portugis (sekarang Portugal) karena memberi akses Portugis menguasai Asia.

Sampai akhirnya bangsa Portugis mengetahui jika India bukanlah tempat penghasil Rempah-rempah yang sesungguhnya.

Baca juga : Sejarah VOC, Perusahaan Terkaya sepanjang Masa

Portugis Menaklukan Malaka

Afonso Albuquerque

Sejarah Kedatangan Bangsa Portugis di Indonesia, lalu berlanjut saat Bangsa Portugis sadar jika Rempah – Rempah yang mereka dapatkan di India berasal dari daerah di Timur. Salah satunya Kerajaan Muslim di Semenanjung Malaysia yang disebut Kesultanan Malaka.

Saat itu Kesultanan Malaka adalah Kesultanan Islam Kaya Raya yang menjadi salah satu Pusat Perdagangan Rempah – rempah di Asia.

Berita kekayaan Malaka itu langsung menarik perhatian Raja Manuel I, dia langsung mengirim Laksamana Diogo Lopes de Sequeira untuk menemukan Malaka, untuk membuat perjanjian perdagangan dengan penguasanya sebagai perwakilan Portugis di timur India.

Diogo Lopes de Sequeira adalah orang Eropa pertama yang sampai di Malaka. Sequeira tiba di Malaka pada tahun 1509. Dia langsung diterima dengan baik oleh Sultan Mahmud Syah (Raja Malaka) namun masalah terjadi.

Setelah Persaingan dagang antara Pedagang Kristen yang dibawa oleh Portugis dan Para pedagang Muslim dari Goa ( Goa telah dikuasai oleh Portugis). Hingga mengakibatkan Sultan mengusir Portugis dari Malaka. Hal itu membuat Pemimpin Portugis di Goa marah besar.

Pada bulan April 1511, Pasukan Portugis yang dipimpin oleh Afonso de Albuquerque berlayar dari Goa ke Malaka dengan kekuatan sekitar 1200 orang dan tujuh belas atau delapan belas kapal.

Mereka mengancam jika Portugis tidak di izin untuk membangun benteng sebagai pos perdagangan di dekat kota Malaka, maka Mereka akan menyerang Malaka. Tentu Sultan Mahmud menolak.Konflik pun tak terhindarkan.

Terjadi pertempuran selama 40 hari, Tapi Armada Portugis yang terlalu kuat dan canggih (pada masanya) juga terjadi perselisihan antara Sultan Mahmud dan Putranya, Sultan Ahmad. Membuat Kerajaan Malaka Jatuh ke tangan Portugis.

Portugis Datang Ke Maluku

Setelah Portugis Menaklukan Malaka, Albuquerque memerintahkan kapal-kapal yang pertama datang untuk melakukan pelayaran mencari kepulauan rempah-rempah dan pada 1512 mereka akhirnya sampai di kepulauan Maluku.

Di sana Rombongan pasukan Portugis disambut baik oleh Kesultanan Ternate yang saat itu sedang bersaing dengan Kesultanan Tidore. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Portugis. Hingga Ternate menjadi negara sekutu Portugis di Maluku.

Jatuhnya Samudera Pasai Ke Tangan Portugis (1521)

Perlu diketahui jika setelah Portugis menguasai Malaka pada tahun 1511 telah menyebabkan para pedagang orang-orang Islam menjadi terdesak. Para pedagang Islam tidak lagi bisa berdagang dan keluar masuk kawasan Selat Malaka, hingga mereka harus mencari tempat lain untuk berdagang.

Salah satunya adalah kemajuan yang di rasakan oleh Kerajaan Samudera Pasai yang saat itu di bawah kekuasaan Sultan Zain Al-Abidin. Hal itu membuat Portugis sedikit cemburu hingga akhirnya mereka mengirimkan pasukan perang ke Samudera Pasai.

Hingga pada tahun 1521, Portugis berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Samudra Pasai. Tapi kesempatan ini digunakan oleh Kesultanan Aceh untuk mencaplok semua bekas wilayah kekuasaan Kesultanan Samudera Pasai.

Peperangan Kerajaan Islam Nusantara Melawan Portugis

Sumber : http://pengamatsejarah.blogspot.com

Selain peperangan melawan Samudera Pasai Portugis juga beberapa kali bertempur melawan Kerajaan Islam di Nusantara diantaranya :

Aliansi Islam Mengepung Malaka (1568)

Pengepungan Malaka berlangsung pada tahun 1568 ketika Sultan Kerajaan Aceh, Alauddin al-Qahhar yang dibantu oleh Pasukan dari Kekhalifahan Turki Ottoman berhasil menyudutkan Portugis dan mengepung Malaka.

Serangan ini merupakan bagian dari aliansi pan-Islamik antara Kesultanan Utsmaniyah dengan Kesultanan Aceh yang bertujuan untuk mengusir Portugal dari Malaka dan Goa.

Angkatan bersenjata Sultan Aceh terdiri dari armada besar, 15.000 tentara, dan tentara dari Kekhalifahan Ottoman. Namun, Malaka berhasil dipertahankan oleh Jendral Portugis Leonis Pereira, yang didukung oleh Kesultanan Johor.

Kesultanan Johor takut jika Malaka Jatuh ke tangan Kesultanan Aceh, Maka Aceh akan menjadi kekuatan besar di Selat Malaka dan akan menguasai Johor.

Perang Memperebutkan Jayakarta (1527)

Pada tahun 1522 Gubernur Alfonso d’Albuquerque yang berkedudukan di Malaka mengutus Henrique Leme untuk menghadiri undangan raja Sunda (Pajajaran) untuk membangun sebuah benteng keamanan di Sunda Kalapa, agar dapat melawan Kesultanan Cirebon yang di dukung oleh Kesultanan Demak.

Hal ini tertulis dalam Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal atau Padrão Sunda Kelapa adalah sebuah prasasti berbentuk tugu batu (padrão) yang ditemukan di Jakarta pada tahun 1918 menurut museumnasional (2019)

Perjanjian antara Portugis dan Kerajaan Sunda ini memantik reaksi dari Kesultanan Demak dan Cirebon. Hingga kesultanan Cirebon mengirimkan Putra Sunan Gunung Jati, Hasanuddin. Sedangkan Demak mengirimkan Panglimanya Fatahillah.

Maka pada tanggal 22 Juni 1527, pasukan gabungan Demak-Cirebon di bawah pimpinan Fatahillah (Faletehan) berhasil merebut Sunda Kelapa dari tangan Sunda dan Portugis.

Ekspedisi Jihad Demak (1513, 1521)

Selain bertempur di Jayakarta (Jakarta). Kesultanan Demak pernah beberapa kali mencoba menyerang Portugis di Malaka dalam sebuah ekspedisi yang disebut Ekspedisi Jihad yang dipimpin oleh DiPati unus.

  • Serangan pertama dilakukan pada tahun 1513 beberapa tahu setelah Portugis menguasai Malaka. Pati Unus mencoba mengejutkan Malaka, membawa sekitar 100 kapal dengan 5.000 tentara Jawa dari Jepara dan Palembang. Tapi serangan mereka berhasil dikalahkan. Kegagalan ini karena kurang persiapan menjadi pelajaran berharga untuk membuat persiapan yang lebih baik.
  • Serangan kedua dilakukan pada tahun 1521. Kali ini Dipati Unus membangun 375 kapal Perang Raksasa untuk menyerang Malaka. Kali ia memimpin Pasukan sendiri. Tapi sayang Portugis telah siap menyambut mereka dalam benteng yang penuh dengan meriam. Dan serangan kedua pun gagal

Perlawanan Sultan Baabulah (1570)

Setelah Perjanjian Saragosa yang membuat Spanyol keluar dari Maluku. Kekuasaan dan Monopoli Portugis di Maluku tak terelakkan lagi. hingga akhirnya sekutu lama mereka Kesultanan Ternate merasa tertekan.

Hingga Pada tahun 1570, rakyat Ternate dibawah pimpinan Sultan Hairun melakukan perlawanan, namun Sultan Hairun tewas terbunuh setelah melakukan perjanjian. Selanjutnya diteruskan putranya Sultan Baabullah.

Tujuan Bangsa Portugis Datang ke Indonesia

Selain untuk menguasai perdagangan Rempah-rempah. Tujuan Bangsa Portugis Datang ke Indonesia antara lain untuk sebuah tujuan yang lebih besar yaitu :

  • Feitoria : Gold. memburu kekayaan dan keuntungan dengan mencari dan mengumpulkan emas, perak dan bahan tambang serta bahan-bahan lain yang sangat berharga. Waktu itu yang dituju terutama Guinea dan rempah-rempah dari Timur.
  • Fortaleza : Glory. memburu kejayaan, superioritas, dan kekuasaan. Dalam kaitan ini mereka saling bersaing dan ingin berkuasa di dunia baru yang ditemukannya.
  • Igreja : Gospel. menjalankan tugas suci untuk menyebarkan agama. Yaitu Katolik Roma.

Dan itulah 3 Tujuan Bangsa Portugis Datang ke Indonesia.

Mundurnya Portugis Dari Indonesia

  • Perlawanan Rakyat Indonesia Terhadap pengaruh Portugis semakin besar seperti terjadi di Ternate dibawah pimpinan Sultan Baabullah.
  • Persaingan dengan VOC (Belanda) yang semakin kuat di Asia Pasifik.

Pengaruh Portugis Di Indonesia

  • Musik Keroncong.
  • Banyak kata resapan berasal dari bahasa portugis seperti,bendera,keju dll
  • Bangunan gereja Katolik di Indonesia terpengaruh oleh Portugis.
  • Sekolahan seminari di Ambon dan volkschool dan voorvokschool di tanjung sakti

Dan itulah Pengaruh Portugis di Indonesia.

Baca juga : Kedatangan Bangsa Spanyol ke Indonesia.

Dan itulah sobat, Sejarah kedatangan bangsa portugis di Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kamu. Sampai jumpa di Pembahasan materi menarik lainnya.

Sumber :

  • Sardiman AM.dkk. 2014. SEJARAH INDONESIA untuk Kelas XI. Jakarta. Kementerian pendidikan dan Kebudayaan.
About Andika Pratama

Founder dari ilmusaku.com

Exit mobile version